Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pergerakan Semu Matahari dan Angin Monsun Picu Suhu Dingin di NTB

23

MATARAM, DS – Akhir-akhir ini suhu udara di NTB terasa dingin pada malam hari. BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat menjelaskan penyebab cuaca dingin beberapa hari belakangan ini, dipicu adanya angin Monsun yang terjadi akibat perbedaan suhu udara dan tekanan antara belahan bumi selatan dan bumi utara.

“Hal ini disebabkan oleh pergerakan semu tahun matahari. Akibatnya, suhu udara di musim kemarau lebih dingin daripada saat di musim hujan hal ini karena beberapa faktor seperti angin Monsun, angin musiman yang bersifat periodik,” ujar Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Nindya Kirana saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Kamis (11/6).

Menurut Nindya, angin dari Australia tersebut membawa udara dingin karena saat ini di Australia tengah masuk musim dingin.

“Saat puncak musim kemarau di NTB sekitar Juli-Agustus aktif Monsun Australia atau angin timuran karena di Australia sedang memasuki musim dingin,” tegasnya.

Nindya mengungkapkan, cuaca dingin lebih signifikan dirasakan di dataran tinggi dan daerah pegunungan. Kemudian, faktor lainnya yang memicu suhu udara menjadi dingin karena di musim kemarau dipengaruhi akibat sedikitnya awan yang menutupi permukaan bumi.

“Awan diibaratkan seperti selimut yang dapat menahan dan memancarkan kembali pancaran panas bumi ke atmosfer. Pada musim hujan pertumbuhan awan lebih banyak sehingga malam hari terasa lebih hangat,” jelasnya.

“Sebaliknya, jika musim kemarau pertumbuhan awan hampir tidak ada sehingga cuaca di malam hari terasa dingin,” sambung Nindya Kirana. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.