Berbagi Berita Merangkai Cerita

Performa Debat Publik Pengaruhi Angka Swing Voter, Pengamat Minta Paslon Pilkada Mataram Persiapkan Diri dengan Baik

29

FOTO. Inilah pengumuman KPU Mataram pada publik terkait ajakan untuk menonton pelaksanaan debat kedua pada Sabtu (14/11) malam. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Angka swing voter atau masyarakat yang belum menentukan pilihan relatif tinggi di pilkada kabupaten/kota. Khusus di Kota Mataram, angka swing voter mencapai 30-40 persen.

Untuk itu, performa pasangan calon (Paslon) dalam debat publik yang diselenggarakan oleh KPU setempat harus maksimal. Para swing voters itu akan menentukan pilihan kemantapan mereka kepada paslon dimasa injury time.

Pengamat politik UIN Mataram, Ihsan Hamid, mengatakan, dalam debat publik salah satu jadi acuan dan patokan para pemilih adalah sejauh mana kemampuan kandidat dalam mengomunikasikan dan menyampaikan secara efektif kepada publik terkait visi misi dan program akan dilaksanakan jika terpilih.

“Dan itu bisa dilakukan lewat debat kandidat. Maka saran saya pada paslon alangkah baiknya gagasan itu harus disampaikan secara terbuka, sehingga publik akan bisa menilainya,” kata Ihsan pada wartawan, Jumat (13/11).
 
Ia menegaskan, performa kandidat dalam debat kandidat itu akan berpengaruh terhadap dukungan swing voters tersebut.

Ihsan mencontohkan, dalam debat kandidat itu, publik bisa menilai sejauh mana pengetahuan dan pemahaman kandidat terhadap persoalan dan problematika dihadapi masyarakat.Kemudian, paslon itu akan memberikan solusi atau pemecahan masalah terhadap persoalan maupun problem tersebut.

Tentunya, solusi atau pemecahan masalah ditawarkan disesuaikan fakta lapangan. “Artinya, solusi itu apakah realistis untuk bisa diwujudkan atau hanya sekedar retorika belaka. Tentu itu nanti akan jadi penilaian publik,” ungkapnya.
 
Ihsan berharap agar empat paslon di Pilkada Mataram harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam menghadapi agenda debat tersebut.

Sebab, kata dia, dengan persiapan baik, penguasaan panggung dan materi, tentu dipastikan akan membuat kandidat paslon lebih siap beradu gagasan, ide dan program.

Apalagi, lanjut Ihsan, sejatinya dari debat kandidat tersebut, publik juga bisa mengukur dan menelaah tingkat intelektualitas, kapasitas dan kompetensi dari kandidat.

“Ini semuanya itu akan bermuara terhadap pertimbangan dan telaah publik dalam memberikan pilihan dukungan. Dimana, ada dua potensi swing voters menjatuhkan pilihan yakni ketertarikan terhadap kandidat dalam mengkomunikasikan visi misinya dan politik uang,” tandasnya.
 
Senada dengan itu, pengamat politik UIN Mataram lainnya, Agus. M. Si mengungkapkan, debat kandidat jadi salah satu momen ditunggu oleh publik atau masyarakat pemilih.

Menurut Agus, debat kandidat akan menjadi salah satu referensi atau acuan dari pemilih dalam menentukan arah dukungan di pilkada.

“Sehingga, performa paslon akan berbanding lurus dengan peningkatan elektabilitas atau keterpilihan kandidat tersebut,” ungkapnya.

“Sekali lagi, jika performa debat baik, tentu berpengaruh pada elektabilitasnya yang bakal naik. Dan kondisi itu berlaku akan turun bebas elektabiltasnya, manakala paslon itu tidak bisa memberikan pemahaman yang gamblang dan terukur,” sambung Agus. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.