Berbagi Berita Merangkai Cerita

Perencanaan Jalur Kereta Api Bandara Kurang Cermat

24

/FOTO. Suryadi Jaya Purnama. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Komisi V DPR RI menemukan  perencanaan Kereta Bandara di Indonesia menemui banyak  permasalahan. Salah satunya, perencanaan pembangunan Jalur Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta kurang direncanakan secara cermat.

Anggota Komisi V DPR RI, Suryadi Jaya Purnama mengatakan, perencanaan pembangunan Jalur Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta telah menimbulkan pemborosan keuangan perusahaan,

Dimana, di lapangan justru terdapat pekerjaan yang belum diperhitungkan dalam engineer estimate oleh LAPI ITB.

“Kami temukan juga ada redesain atas pondasi jembatan, kemudian terkait adanya perbedaan kualifikasi personil dan tenaga ahli yang tercantum di kontrak dengan kualifikasi personil dan tenaga ahli yang direalisasikan oleh PT Virama Karya (Persero) selaku konsultan Manajemen Proyek Jalur Kereta Api Jakarta Bandara Soekarno-Hatta,” kata Suryadi dalam siaran tertulisnya, Selasa (22/12).

Terkait perubahan rencana trase jalur kereta api Bandara Soekarno-Hatta. Menurut dia, hal ini lantaran adanya perbedaan antara  perencanaan awal berupa kajian trase yang telah dilakukan oleh LAPI-ITB dengan usul Wali Kota Tangerang.

Kata Suryadi, Wali Kota menyarankan rencana trase jalur kereta api agar berdampingan dengan rencana trase jalan tol JORR 2. Hal ini agar pemanfaatan ruang dan pengadaan tanahnya optimal.

“Kondisi ini menyebabkan perencanaan awal berupa kajian trase yang telah dilakukan oleh LAPI-ITB tidak dapat digunakan sebagai bahan untuk pekerjaan pembangunan jalur kereta api Bandara Soekarno-Hatta,” ungkap dia.

Politisi PKS asal Pulau Lombok itu mengakui, lantaran kurang koordinasi antara bagian perencanaan PT KAI dan LAPI-ITB dengan Pemerintah Kota Tangerang terkait perizinan trase.

Akibatnya, pada Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I(IHPS I) Tahun 2020 yang dikeluarkan oleh BPK kembali ditemukan bahwa PT KAI belum sepenuhnya memadai dalam melaksanakan proses perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalur kereta api Bandar Udara Soekarno Hatta.

“Jadi, terdapat perubahan desain badan jalur kereta api yang signifikan tanpa melalui perencanaan oleh konsultan perencana. Temuan ini ditengarai disebabkan oleh lemahnya Sistem Pengendalian Intern (SPI),” tegas Suryadi.

Ia menuturkan, atas berulangnya kejadian ini, pihaknya menekankan pentingnya Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang kuat dan perencanaan pembangunan Perkeretaapian selalu berpedoman kepada UU Nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian terutama Pasal 8 ayat 1 yang menyatakan bahwa Rencana induk perkeretaapian nasional disusun dengan memperhatikan rencana tata ruang wilayah nasional dab rencana induk jaringan moda transportasi lainnya.

Hal ini agar tidak terjadi lagi adanya salah kajian akibat tidak adanya koordinasi karena tidak memperhatikan rencana induk jaringan moda transportasi lainnya.

“Selain itu, Fraksi PKS juga menekankan pentingnya verifikasi faktual terhadap seluruh jenis pengadaan pekerjaan konsultan maupun kontraktor agar pemenang pekerjaan merupakan orang-orang yang benar-benar ahli dan kompeten di bidangnya,” tandas Suryadi JP. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.