Berbagi Berita Merangkai Cerita

Perempuan Punya Sifat Keibuan Modal Kuat di Pilkada 2020

0 6

MATARAM, DS – Pada Pilkada di gelaran sebelumnya, hanya segelintir calon pemimpin daerah perempuan yang berhasil memimpin suara. Namun, pada Pilkada 2015 hingga tahun 2018 lalu, terjadi peningkatan yang cukup signifikan bagi perolehan suara calon pemimpin daerah perempuan.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Siti Zuhro mengatakan, hal itu terjadi karena pemilih memiliki ekspektasi yang tinggi. “Pemilih juga mengharapkan sebuah sifat pemimpin yang keibuan,” ujarnya menjawab wartawan melalui siaran tertulisnya, Jumat (20/12).

Tentu, lanjutnya, masyarakat yang memiliki eskpektasi itupun berbondong-bondong menjatuhkan pilihan pada calon pemimpin daerah perempuan. Itu artinya, Pilkada kali ini hingga seterusnya juga merefleksikan perubahan pada persepsi pemilih. “Kepercayaan pemilih kepada perempuan meningkat,” kata Siti Zuhro.

Saat ini masyarakat haus akan sosok pemimpin yang memiliki hati nurani. Dengan adanya pemimpin daerah perempuan, peminih berharap ekspektasi masyarakat akan sosok ber hati nurani dapat terjawab.

“Pantauan saya tren untuk sosok perempuan itu akan terjadi di Pilkada Serentak 2020. Karena sosok pemimpin perempuan seperti bu Risma sangat mengilhami masyarakat yang rindu sosok kepala daerahnya akan bisa seperti di Kota Surabaya,” jelasnya.

Menurut dia, pemilih benar-benar rindu akan adanya perubahan dan peningkatan di daerahnya masing-masing. Oleh karena itu, persepsi pemilih pun juga mengalami perubahan dari yang tadinya tidak terlalu memperhitungkan calon perempuan dalam Pilkada.

“Pemilih berharap perempuan dapat memberikan perubahan positif dan dapat menjawab tuntutan masyarakat,” tandas Siti Zuhro seraya berharap di Pilkada Serentak 2020, akan bisa lebih banyak lagi calon perempuan yang berani tampil di ajang Pilkada. Kata dia, para parpol juga akan siap melirik calon perempuan manakala elektabilitasnya baik serta kinerjanya, baik di eksekutif dan legislatif mencerminkan kebutuhan masyarakat.

“Menjadi pemimpin itu satu kuncinya. Yakni, ketegasan dan kejujuran. Nah ketegasan ini bukan dengan pakai main fisik, tapi ketegasan yang dimaksud adalah patuh serta bisa memberi contoh pada jajaran dan masyarakatnya. Insya Allah, parpol juga akan mikir memasang tarif tinggi. Karena, mereka juga mencari sosok ideal agar bisa memenangi kontestasi Pilkada,” pungkas Siti Zuhro. RUL.

Leave A Reply