Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 21 Jul 2019 19:48 WITA ·

Perempuan Bergerak NTB Tangguh dan Mantap Terwujud


					Wagub Sitti Rohmi Djalilah bersama Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hj. Niken Widyawati Zulkieflimansyah usai seminar peran Organisasi Wanita dalam Pemberdayaan Perempuan serta Peran Perempuan dalam Revitalisasi Posyandu Perbesar

Wagub Sitti Rohmi Djalilah bersama Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hj. Niken Widyawati Zulkieflimansyah usai seminar peran Organisasi Wanita dalam Pemberdayaan Perempuan serta Peran Perempuan dalam Revitalisasi Posyandu

MATARAM, DS- Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah mengajak seluruh perempuan NTB untuk bangkit dan terus bergerak membangun ketahanan keluarga sebagai instrumen terpenting mewujudkan NTB tangguh dan mantap.

Menurut Rohmi, ditengah geliat pembangunan NTB untuk bangkit dan pulih pasca gempa, maka saatnya kaum perempuan tampil sebagai pelopor gerakan pendidikan dan pembangunan karakter bangsa.

“Juga revitalisasi posyandu yang sedang digiatkan pemerintah daerah,” ujar Wagub saat membuka seminar peran Organisasi Wanita dalam Pemberdayaan Perempuan serta Peran Perempuan dalam Revitalisasi Posyandu, di Fave Hotel Mataram, Sabtu (20/7).

Rohmi mengaku, prasyarat terwujudnya NTB tangguh dan mantap adalah ketahanan keluarga. Sebab, dari kelurga yang berketahanan itulah akan lahir generasi emas.Yakni, generasi yang sehat, cerdas serta memiliki karakter kepribadian yang kuat.

Perempuan sebagai seorang ibu, kata Umi Rohmi adalah sekolah dan guru pertama bagi putra-putrinya. Untuk itu, peningkatan kualitas diri perempuan harus tetap di pupuk terus menerus.

“Sebab anak-anak akan terbentuk, sangat bergantung bagaimana mereka menerima arahan dari seorang ibu, termasuk dalam pendidikan ataupun kesehatannya,” kata Wagub.

Terkait dengan program Revitalisasi Posyandu, wagub mengenalkan konsep baru atau inovasi pengelolaan posyandu dari fungsi regulernya, yang selama ini hanya bergerak pada pelayanan menimbang berat bayi, memeriksa ibu hamil, dan ibu menyusui menjadi posyandu keluarga yang aktif sebagai wahana untuk barbagi dalam segala aspek kehidupan.

Diantaranya penanganan berbagai masalah kesehatan mulai dari KIA, KB, Imunisasi, Gizi dan Diare hingga program pendidikan dan penanganan sosial lainnya. Kegiatan tersebut juga akan diintegrasikan dengan program dari lintas sektor, yaitu Kelas Remaja, Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja (PUP), program Keluarga Sakinah, Ketahanan Pangan, Pertanian serta peran aktif Tokoh Agama (Dai Kesehatan).

“Tapi, idak cukup sampai disitu, OPD yang memiliki program yang sama ditingkat desa juga akan disinergikan untuk mendorong terwujudnya inovasi pelayanan posyandu mandiri tersebut,” jelas Rohmi.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hj. Niken Widyawati Zulkieflimansyah, mengatakan di era ini perempuan sudah seharusnya mendukung penuh program-program pemerintah. Karena hal tersebut merupakan identitas diri pada perempuan maju, terangnya.

Kita para ibu sangat besar perannya dalam membangun dan mendukung program pemerintah. “Kini saatnya kita bergandengan tangan untuk memberikan kontribusi kebaikan demi terwujudnya NTB gemilang,” kata Niken.RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ini Ajakan Gubernur NTB kepada Santri Mambaul Ulum

22 Mei 2022 - 06:35 WITA

Sukses Harus Diimbangi Kerja Keras Tak Kenal Menyerah

20 Mei 2022 - 07:31 WITA

Rekrutment Beasiswa NTB Dilakukan Secara Transparan

17 Mei 2022 - 17:45 WITA

Mimpi Besar Anak NTB, Itu Harapan Gubernur

12 Mei 2022 - 16:30 WITA

Pembangunan Pondok Pesantren Tidak Boleh Berhenti,Ini Alasannya

10 Mei 2022 - 16:13 WITA

Gubernur Hadiri Silaturahim Pendidikan YPH PPD NWDI

7 Mei 2022 - 16:55 WITA

Trending di Pendidikan