Menu

Mode Gelap

Lombok Timur · 28 Sep 2022 17:55 WITA ·

Perdes Ada, Namun Masih Saja Terjadi Perkawinan Anak di Lotim


					Sosialisasi Peraturan Pencegahan Perkawinan Anak di Nusa Tenggara Barat.pkp Perbesar

Sosialisasi Peraturan Pencegahan Perkawinan Anak di Nusa Tenggara Barat.pkp

Selong, DS-Kendati setiap desa di Lombok Timur telah memiliki Peraturan Desa terkait pencegahan perkawinan usia anak, masih ada saja perkawinan anak dilaksanakan. Karena itu sosialisasi peraturan pencegahan perkawinan anak perlu dilakukan, termasuk kepada Kepala Desa. Dengan demikian kasus serupa tidak akan terulang lagi.

Hal itu diungkapkan Bupati Lombok Timur H.M.Sukiman Azmy sebelum membuka Sosialisasi Peraturan Pencegahan Perkawinan Anak di Nusa Tenggara Barat yang berlangsung Selasa (28/9) di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur. Bupati berharap seluruh peserta kegiatan tersebut dapat mengikuti kegiatan dengan seksama sehingga membawa manfaat bagi keberlangsungan pemerintahan maupun kehidupan sosial masyarakat.

Sementara itu direktur advokasi dan hubungan antar lembaga BKKBN Wahidah P. yang hadir pada acara tersebut mengapresiasi keberhasilan Pemda Lombok Timur dan Provinsi NTB terkait regulasi pencegahan perkawinan usia anak yang dinilainya penting, termasuk dalam upaya percepatan penurunan stunting sebagai salah satu fokus pemerintah saat ini. Diingatkannya bahwa pencegahan stunting dimulai dari hulu seperti pada masa anak dan mempersiapkan calon pengantin, dan sebagainya.

Ditambahkannya, regulasi yang sudah ada akan menjadi referensi dan bahan diskusi pada kesempatan sosialisasi itu. Selain itu diharapkan regulasi yang sudah ada tidak hanya dapat diimplementasikan serta diintegrasikan dengan program terkait.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Gender Transformative Officer UNFPA Nurcahyo. Ia mengungkap bahwa pencegahan perkawinan usia anak membutuhkan kolaborasi semua pihak lintas unit karena merugikan banyak anak perempuan dan berdampak terhadap pendidikan yang selanjutnya akan mempengaruhi kesempatan mendapatkan pekerjaan layak dan pada akhirnya akan memperpanjang siklus kemiskinan. Apalagi mengingat Indonesia memasuki bonus demografi. Ia berharap pertemuan tersebut dapat mendiskusikan serta menghasilkan komitmen bersama untuk memperbaiki kualitas SDM.

Hadir pula pada acara ini perwakilan Indonesian Forum of Parliamentarians on Population and Development (IFPPD) Hj. Ermalena, OPD teknis terkait, serta lembaga swadaya masyarakat yang memiliki perhatian terhadap anak dan perkawinan anak.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bale Mediasi Lotim Menarik Perhattian Banjarmasin

29 November 2022 - 17:22 WITA

Sekda Lotim Ingatkan Gencarkan Sosialisasi Perdes

28 November 2022 - 20:33 WITA

Nota Kesepakatan KUA PPAS 2023 Ditandatangani

28 November 2022 - 16:04 WITA

Hari Guru di Lotim Membuat Ribuan Warga Tumpah Ikuti Jalan Sehat

28 November 2022 - 07:09 WITA

STQ Kecamatan Aikmel Digelar Akhir November

25 November 2022 - 16:22 WITA

Ini Pesan Sukiman Azmy kepada Wisudawan STIT Palapa Nusantara

24 November 2022 - 20:45 WITA

Trending di Lombok Timur