Berbagi Berita Merangkai Cerita

Percepatan Infrastruktur Pulau Sumbawa Kuras APBD Rp 1 Trilyun

0 120

MATARAM, DS – Program percepatan pembangunan infrastruktur dengan pola pembiayaan tahun jamak akan difokuskan Pemprov NTB ke wilayah Sumbawa. Tak tanggung-tanggung dana APBD yang akan dikucurkan untuk merealisasikan program yang dimulai pengerjannya pada tahun 2020 hingga tahun 2023 tersebut mencapai Rp 1 trilyun.

Panitia Khusus (Pansus) percepatan pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi dengan pola pembiayaan tahun jamak yang bertugas mengawal rencana besar Gubernur Zulkieflimansyah itu memastikan tidak akan main-main terkait efektifitas program tersebut.

Oleh karena itu, pansus yang kebanyakan anggotanya merupakan Komisi IV DPRD NTB bidang Infrastruktur, Kehutanan dan Lingkungan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah ruas titik jalan yang masuk pada program pembiyaan tahun jamak di wilayah Kabupaten Sumbawa.

Salah satunya, beberapa titik jalan provinsi yang longsor dan amblas di ruas Sumbawa Besar-Semongkat-Batudulang sepanjang 24,90 kilometer.

“Yang pasti, sebelum perda yang diajukan oleh eksekutif ini disahkan, kami ingin mengecek langsung kondisi jalannya. Ini penting agar dana yang dikucurkan akan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Pimpinan Pansus percepatan pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi dengan pola pembiayaan tahun jamak DPRD NTB, Nurdin Ranggabarani, kepada wartawan, Senin (27/5).

Nurdin yang masih berada di Sumbawa dengan anggota pansus lainnya mengakui ruas Sumbawa Besar-Semongkat-Batudulang akan dialokasikan dengan anggaran pembangunan dan pemeliharaannya mencapai Rp 30 miliar.

“Jadi, tadi kita cek untuk melihat penyebab ambrol dan longsornya jalan itu. Makanya, tadi kita minta agar Kepala Balai Jalan Provinsi Pulau Sumbawa pak Taufieq Hidayat memperhatikan kemiringan tebing, karena jika tidak ada pemangkasan dan perbaikannya, serta selanjutnya disiapkan saluran irigasi, dikhwatirkan jika ada air hujan dari atas tebing perbukitan akan turun langsung ke bawah menggerus ruas jalan itu,” jelasnya.

Menurut Nurdin, kunjungan akan berlanjut ke ruas jalan Semongkat-Batudulang-Punik juga di wilayah Sumbawa.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB H Azhar menambahkan, perbaikan jalan dengan pola tahun jamak ditargetkan selesai dalam tiga tahun ke depan, mulai 2020-2023. Total dana yang dibutuhkan sekitar Rp 1 triliun. ”Sebanyak 75 persen proyek perbaikan jalan di Pulau Sumbawa,” ujarnya.

Jalan di Sumbawa lebih panjang tapi kemantapan jalannya masih kurang. Perbaikan jalan di Lombok tetap ada, namun dananya lebih banyak diambilkan dari APBN. Dana dari pusat akan cukup melimpah di Lombok dengan adanya proyek KEK Mandalika. “Jadi, sesuai rencana pak Gubernur, maka dana-dana dari APBD khususnya perbaikan jalan banyak dialihkan ke Sumbawa,” tandas Azhar. RUL.

Leave A Reply