Berbagi Berita Merangkai Cerita

Penundaan Ibadah Haji, Bupati Lombok Timur Minta Masyarakat Lapang Dada

8

SELONG, DS – Bupati Lombok Timur, H.M Sukiman Azmy mengimbau masyarakat berbesar hati atas terundanya pelaksanaan ibadah haji dari tahun 2020 ke tahun 2021.

Menurut Sukiman, keputusan penundaan pelaksanaan ibadah haji tentunya telah melewati kajian yang panjang oleh Pemerintah Pusat. Terlebih, Pemerintah Arab Saudi sendiri hingga saat ini belum memberikan kejelasan terkait kepastian pelaksanan ibadah haji tahun ini.

“Lebih baik terimalah ini yang terbaik bagi kita. Saya kira pemerintah juga sudah menghitung sedemikian rupa. Belum ada kejelasan dari Saudi kepastian pelaksanaan ibadah haji, maka kita memutuskan lebih cepat lebih baik,” kata Bupati.

Pemerintah Arab Saudi juga tentunya memikirkan besarnya resiko penyebaran Covid-19 yang terjadi ditengah kerumunan jutaan umat muslim yang tengah menjalankan ibadah.

Jika ada satu orang jamaah haji pembawa virus, maka besar kemungkinan akan menjangkiti orang lain yang juga telah menjalankan ibadah haji. Terlebih jutaan orang tersebut berasal dari berbagai negara.

“Saya sudah berfikir sejak awal, bagaimana mungkin Masjidil Haram itu dipadati oleh 4 juta manusia, alam kondisi berdesak-desakan. Satu orang terjangkit dengan Covid-19 ini, tentu separuh dari 4 juta itu akan kena,”ucap Sukiman.

Masih menurut Sukiman, sekitar 1.200 jamaah haji Lombok Timur, 60% diantaranya merupakan usia rentan penularan. Karena berusia diatas 60 tahun. Yang artinya, memiliki kekebalan antibodi yang lebih rendah dibandingkan usia dibawahnya.

“Calon jamaah haji ini, terima bahwa itulah yang terbaik. Daripada kita kesana, kemudian tidak pulang. Kembali hanya nama yang pulang. Kenapa? 60% jamaah kita ini usia rawan. Usia 60 tahun keatas. Bayangkan kalau 60% ini terpapar dan tidak kembali ke tanah air, seperti apa?” terangnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.