Berbagi Berita Merangkai Cerita

Penting Tingkatkan IPM Lotim, Bupati Sediakan Hadiah Umroh bagi 21 Guru

0 29

SELONG, DS- Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy menjelaskan pentingnya pendidikan, utamanya dilihat dari kebutuhan Lombok Timur mengingat posisi IPM Lombok Timur masih berada di urutan ke-9 dari 10 Kabupaten/Kota di NTB. Sektor kesehatan dan pendidikan masih menjadi tantangan. Mulai dari angka harapan hidup, angka kematian ibu dan bayi, harapan lama sekolah sampai rata-rata lama sekolah.

Di hadapan peserta workshop Peningkatan Mutu Pendidkan Daerah bagi Guru Plus SD dan SMP Lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur TA. 2020, Bupati mengingatkan guru sebagai pendidik memiliki peran penting dalam upaya ini, utamanya untuk mengejar angka rata-rata lama sekolah yang masih berada pada angka 6,69. Ia berharap lama sekolah bisa di angka 13,51.

Guru yang merupakan ujung tombak dunia pendidikan diharapkan dapat memberikan motivasi dan dukungan terhadap anak didiknya agar dapat menuntaskan pendidikan.

“Jangan sampai anak-anak kita berhenti sekolah karena alas an ekonomi, membantu orang tua mereka di sawah dan sebagainya,” ungkap Bupati seraya menambahkan peran guru mendukung upaya Pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan.

Dijelaskan Bupati Sukiman bahwa pihaknya telah menjalin kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi, baik di NTB maupun di luar NTB untuk peningkatan kualitas guru. Karena itu ia meminta para guru tidak membatasi diri untuk perbaikan pendidikan yang tidak hanya berdampak terhadap kualitas proses belajar mengajar, melainkan juga terhadap tingkat perekonomian guru itu sendiri. Sukiman bahkan berjanji akan memberikan apresiasi berupa umrah kepada 21 guru berprestasi yang diseleksi dari tiap-tiap kecamatan.

Bupati menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dan profesionalisme guru di daerah ini. Di sisi siswa Pemerintah Daerah Lombok Timur sejak 2019 lalu juga telah memberikan beasiswa kepada santri yatim piatu sejumlah seribu orang, yang tahun ini jumlahnya meningkat menjadi duaribu orang. Beasiswa ini disalurkan melalui berbagai pondok pesantren yang ada di daerah ini.

Sementara itu Staff Ahli Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bidang pendidikan dan Peningkatan Mutu Guru di Daerah, Himatul Hasanah, menyampaikan APKASI berjuang untuk pemenuhan kebutuhan guru yang diisi guru honorer dan guru tidak tetap yang jumlahnya 50 % di masing-masing kabupaten.

Kata dia, APKASI sejak lima tahun terakhir berjuang mengatasi kekurangan guru di hampir seluruh daerah di Indonesia yang mencapai 50%.

Workshop itu sendiri merupakan salah satu program unggulan APKASI untuk meningkatkan mutu pendidik. Acara yang berlangsung di Gedung Wanita, Senin (02/03), dihadiri Kepala BKPSDM Kabupaten Lombok Timur dan guru SD dan SMP. hm

Leave A Reply