Penting Peran Camat dan Kades Turunkan AKI, AKB dan Stunting

HM Juaini Taofik

Selong, DS- Pj. Bupati Lombok Timur H. Muhammad Juaini taofik menekankan pentingnya peran camat, kades serta pendukung seperti KUA, pendamping, dan Puskesmas dalam percepatan penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) serta stunting.

Pj. Bupati sebelum membuka pertemuan pembentukan dan evaluasi jejaring skrining layak hamil, ANC, dan stunting pada Rabu (20/12), memberikan penekanan pada implementasi Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) no.21 tahun 2021 tentang penyelenggaraan pelayanan kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan, dan masa sesudah melahirkan, pelayanan kontrasepsi, dan pelayanan kesehatan seksual.

Permenkes tersebut, jelasnya, dimaksudkan menjamin kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik. Karena itu ia meminta kepala desa, kader dan kompenen terkait lainnya dapat mendorong ibu maupun calon ibu memeriksakan kesehatan dan kehamilannya di Polindes maupun Posyandu sebagai bagian dari skrining kesehatan mencegah stunting dan menurunkan AKI maupun AKB.

Sementara kepada kader dan pendamping Juaini meminta untuk mengoptimalkan berbagai sarana dan prasarana yang telah tersedia, termasuk pemanfaatan elektronik siap nikah dan hamil (elsimil).

Diharapkannya, usai kegiatan tersebut, camat, kepala desa, kepala Puskesmas, dan stakeholder lainnya dapat menyampaikan kepada masyarakat, sehingga ke depan masyarakat dapat memahami pentingnya skrining layak hamil, ANC, dan penangananan stunting dengan tujuan agar AKI, AKB dan dapat diturunkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Fathurrahman, melaporkan bahwa angka kematian ibu dan bayi di Lombok Timur masih di bawah target nasional maupun provinsi. Belum optimalnya penurunan AKI dan AKB disebabkan kondisi kesehatan ibu baru diketahui pada saat hamil. Sejatinya kesehatan calon ibu sudah harus dipersiapkan minimal sejak menjadi calon pengantin.

Karena itu tidak hanya petugas kesehatan, dibutuhkan pula dukungan seluruh stakeholder terkait seperti kader, PLKB, desa, dan pihak lainnya. Ia berharap adanya dukungan semua pihak dan stakeholder agar memberikan solusi dan inovasi sehingga angka kematian dapat menurun secara signifikan.

Kegiatan yang bertempat di Pendopo Bupati itu diikuti 240 peserta dari 119 desa di Sembilan kecamatan yaitu Aikmel, Sambelia, Pringgasela, Jerowaru, Labuhan Haji, Masbagik, Wanasaba, dan Terara. Selain Camat dan kepala desa, dilibatkan pula Puskesmas serta KUA di masing-masing kecamatan.hmlt

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.