Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pengurus Demokrat NTB Ikrar Setia kepada AHY

100

/FOTO. Para pengurus DPD dan DPC Partai Demokrat se-NTB menyatakan solid dan setia pada kepemimpinan AHY sebagai Ketua DPP yang sah. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS –  Isu pengambilalihan pucuk pimpinan Partai Demokrat membuat para pengurus daerah berbondong-bondong memberikan simpati dan dukungan bagi Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Beberapa pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) hingga 10 Dewan Pengurus Cabang (DPC) Demokrat NTB tersebut pun melakukan ikrar kesetiaan kepada AHY.

Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri mengatakan pihaknya tak berdampak pada prahara itu. Mahally mengklaim sebanyak 10 pengurus DPC Partai Demokrat se-Provinsi NTB tetap berkomitmen mendukung AHY yang sah terpilih dalam kongres 2020.

“Semua pengurus DPC dan DPD Partai Demokrat NTB tetap setia kepada Mas AHY, pemimpin yang terpilih secara sah dalam kongres tahun lalu,” kata Mahally saat dikonfirmasi, Sabtu (6/2) kemarin.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD NTB itu menegaskan kesetiaan kepada putera sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut dilakukan kader partai di NTB dengan mengucapkan sumpah dan ikrar yang dilanjutkan penanda tanganan prasasti hingga surat bermeterai bersama pimpinan DPC se-NTB.

“Terkait adanya upaya kudeta Ketum AHY, kami DPD Partai Demokrat NTB perlu menyampaikan mengenai situasi dan kondisi seluruh kader Partai demokrat di Provinsi NTB tetap solid,” tegas Mahally.

Sementara itu, Sekretaris DPD Demokrat NTB Zainul Aidy menambahkan, surat bermeterai dan prasasti dukungan setia pada kepemimpinan AHY selaku Ketua Umum DPP Demokrat akan dikirimkan pihaknya ke DPP dalam waktu dekat ini.

“Insya Allah, Senin surat bermaterai dan prasasti disertai dokumen vidio ikrat setia kader Demokrat di NTB akan kita kirim ke Jakarta,” tandasnya.

Diketahui,  isu kudeta pucuk pimpinan Partai Demokrat berhembus kencang usai AHY mengungkapkan ke publik terkait upaya tersebut.

Ia mengatakan terdapat kader aktif hingga mantan anggota Demokrat menjadi pelaku dari upaya kudeta tersebut. Bahkan, nama Kepala Staf Presiden Moeldoko turut terseret diduga menjadi inisiator kudeta tersebut.

Moeldoko sendiri sudah membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan jangan sedikit-sedikit mengaitkan dengan istana.

“Jangan dikit-dikit istana. Dalam hal ini saya mengingatkan sekali lagi, jangan dikit-dikit istana dan jangan ganggu Pak Jokowi,” kata dia. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.