Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pengurus Demokrat di NTB Ramai-ramai Gunduli Kepala

34.561

FOTO. Ketua DPD Demokrat NTB TGH. Mahally Fikri memimpin aksi cukur gundul sebagai bentuk nazar atas sikap DPP yang telah memecat inisiator KLB.

MATARAM, DS – Langkah pemecatan terhadap tujuh orang kader senior oleh DPP Partai Demokrat, dirayakan dengan aksi cukur gundul oleh sejumlah pengurus DPD dan DPC Partai Demokrat Provinsi NTB, Rabu (3/3).

Aksi cukur gundul yang diawali oleh Ketua DPD Demokrat NTB TGH Mahally Fikri dan diikuti para pengurus, kader dan seluruh Ketua DPC Demokrat di NTB. Diantaranya, Ketua DPC Demokrat Kota Mataram Ahmad Zaini dan Mustakim Patawari itu dihajatkan membayar nazar karena upaya pelengseran terhadap Agus Harimurti Yudhoyono dari posisi ketua umum tidak berhasil dijalankan oleh Gerakan Pengambilalihan Pimpinan Partai Demokrat (GPK-PD).

Sehingga, seusai menyantuni 100 fakir miskin dan anak-anak yatim piatu di wilayah Kecamatan Narmada di Bale Biru Selat, dilanjutkan dengan aksi spontan memotong rambut hingga gundul.

“Sebagai kader, saya senang Ketum berhasil menggagalkan kudeta. Saya tidak mau Demokrat dilemahkan lewat cara-cara yang tidak beradab. Aksi cukur gundul ini nazar kami untuk setia pada kepemimpinan AHY dan Pak SBG,” tegas Mahally Fikri pada wartawan disela-sela aksi cukur gundul.

Enam kader yang dipecat itu masing-masing adalah Yus Sudarso, Damrizal, Tri Yulianto, Jhony Allen Marbun, Syofwatil Mohzaib dan Ahmat Yahya. Mereka dipecat karena terlibat Gerakan Pengambilalihan Pimpinan Partai Demokrat (GPK-PD).

Selain mereka, Marzuki Alie, mantan Sekjen DPP Demokrat, juga dipecat dengan tidak hormat karena pelanggatan kode etik dan AD/ART.

Mahally tidak menampik, jika oknum GPK-PD terus mengajak pihaknya bersama para Ketua DPC di NTB untuk bergabung pada barisan mereka. Namun, tawaran dengan iming-iming uang besar dengan menyebut akan mengusung Jendral (Pur) Moeldoko sebagai Ketua DPP kedepannya, tak di indahkannya.

Sebab, rencana KLB memang diatur dalam AD/ART Partai Demokrat. Hanya saja, ada ketentuan dan syarat-syaratnya. Yakni, minimal 3/4 pemilik suara.

“Kalau misalnya di Kabupaten Blora menggaungkan KLB silahkan, itu kan karena Ketua DPC marah akibat tidak dicalonkan sebagai calon bupati. Nah, kalau di NTB, memang kita juga dikontak langsung oleh orang kepercayaan Jhony Allen Marbun, termasuk saya juga diajak. Tapi, saya dan semua pengurus Demokrat NTB komit dan loyal dengan DPP. Yakni, Mas AHY dan Pak SBY,” jelas Mahally.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD NTB, mempertegas kembali sikap bahwa pengurus dan kader DPD dan DPC Demokrat NTB loyal kepada AHY yang terpilih sebagai ketua umum pada Kongres ke V Demokrat tahun 2020.

“AHY adalah ketua umum yang sah, maka kami menolak segala macam upaya untuk melengserkan beliau. Selama menjabat ketum, AHY sangat memperhatikan kebutuhan kader di daerah. Termasuk, kami di NTB,” ucap Mahally.

Ia menambahkan, aksi cukur gundul dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada DPP Partai Demokrat yang dengan tegas memecat para kader yang berkhianat.

Selain itu, pihaknya juga mensyukuri langkah Hakim Pengadilan Praya yang telah membebaskan 4 IRT asal Wajageseng, Lombok Tengah pada kasus pelemparan spandek perusahaan tembakau baru-baru inu.

“Aksi cukur gundul dan santunan ratusan fakir miskin anak yatim ini adalah bentuk kami tidak mau Demokrat seperti partai lain yang menjadi lemah karena dirongrong masalah dualisme kepengurusan,” tandas Mahally Fikri. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.