Berbagi Berita Merangkai Cerita

Penghuni Lapas Selong Membludak

0 3

SELONG,DS- Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Selong, membutuhkan penambahan jumlah ruang tahanan dikarenakan Lapas telah membludak alias mengalami over kapasitas. Daya tampung Lapas Selong sendiri sejumlah 139 orang namun diisi oleh 336 warga binaan. Oleh sebab itu, dibutuhkan penambahan block untuk menampung warga binaan yang ada.

Penambahan block juga diperlukan sebagai pendukung atas naiknya status dari Rumah Tahanan (Rutan) Menjadi Lapas. Selain penambahan block Lapas Selong juga memerlukan tambahan Sarana Prasana (Sarpras) keamanan.

Untuk itu, telah diajukan permohonan kepada Direktur Jendral (Dirjen) Permasyarakatan, Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham). Dalam pengajuannya, sebanyak 5 block diminta sebagai tambahan. Serta, sarpras lainnya sebagai penunjang keamanan Lapas.

“Kita ajukan permintaan untuk fasilitas Sarpras yang kurang. 5 Block hunian kita ajukan ke Dirjen Permasyarakatan,” tutur Kalapas Selong, Herdianto, saat menggelar media gathering bersama sejumlah awak media Kamis (27/02/2020).

Jika pengajuan penambahan block disetujui oleh Dirjen Permasyarakatan, Lapas Selong diperkirakan akan dapat menampung antara 500 sampai 600 warga binaan. “Sudah kami ajukan. Mudah-mudahan terealisasi di 2021,” harapnya.

Meskipun dengan kondisi over kapasitas, Herdianto yang baru sebulan diamanatkan untuk memimpin Lapas Selong, berupaya maksimal untuk menjaga kondusifitas Lapas. Salah satu caranya adalah dengan meniadakan tindakan diskriminasi terhadap narapidana. Terlebih, saat ini pihaknya tengah berusaha mewujudkan Zona Integritas (ZI), Wilayah Bebas dari Korupsi/ Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM).

Predikat WBK/WBBM yang tengah berusaha diraih Lapas Selong juga diiringi dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Serta mencegah terjadinya pungli dikawasan Lapas Kelas IIB Selong.

Mewujudkan suasana hangat menjadi salah satu upaya untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Termasuk dengan menerapkan 5S. Yakni, Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun. “Marwah WBK/WBBM itu bagaimana petugas melayani pengunjung dengan senyum, salam, sapa, dan sopan, santun,” ujar Herdianto.

Media gathering terpusat melalui teleconfrence yang terhubung langsung dengan Dirjen Permasyarakatan pada hari itu juga sebagai bagian kolaborasi antara media dan Lapas dalam mewujudkan resolusi permasyarakatan 2020. Dengan harapan, terjalinnya sinergitas antara Unit Pelayanan Tekhnis (UPT) Permasyarakatan dengan awak media. Dan sesuai dengan tema pada hari itu yakni ‘Kolaborasi Dukung Resolusi Permasyarakatan 2020’.

“Pagi ini kita laksanakan media gathering antara Kalapas dan rekan-rekan media, yang dilaksanakan serentak di seluruh UPT Permasyarakatan di Indonesia,” jelasnya. Dd

Leave A Reply