Berbagi Berita Merangkai Cerita

Penghalangan Bagi Masker Paslon, Bawaslu Mataram Klarifikasi Korban Pengancaman

24

MATARAM, DS – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mataram masih melakukan pendalaman materi terkait adanya insiden pelarangan kampanye yang menimpa tim pemenangan pasangan nomor urut dua, Hj. Putu Selly Andayani dan TGH. Abdul Manan (Salam) saat membagi-bagikan masker di Pasar Karang Sukun, Kota Mataram pada Minggu (15/11).

Ketua Bawaslu Mataram Hasan Basri mengatakan, pada minggu ini, para pihak yang merasa diancam saat aksi simpatik yang merupakan bagian dari kampanye sehat seperti anjuran pemerintah akan diundang untuk memberikan klarifikasinya.Hal ini dimaksudkan agar pihaknya bisa mengetahui secara utuh rekonstruksi persoalan. Apalagi, kampanye tersebut telah mengantongi dokumen Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari kepolisian.

“Pastinya, siapa saksi-saksi yang ada di lapangan saat insiden penghalang-halangan pembagian masker di Pasar Karang Sukun akan kita undang semuanya untuk memberikan klarifikasinya. Insya Allah, dari jadwal yang ada, tadi pada minggu-minggu ini, pemanggilan klarifikasi akan kita lakukan,” ujar Hasan saat dihubungi wartawan melalui telpon selulernya, Selasa (17/11).

Menurut Hasan, kendati belum ada pihak yang memberikan pelaporan secara resmi pada Bawaslu setempat, ia mengaku telah mengetahui kejadian di Pasar Karang Sukun tesebut melalui media sosial (Medsos) dan grup whataspp.

“Pastinya, sebelum ada keterangan dari para pihak, kami enggak berani pada taraf menyimpulkan apakah insiden di Karang Sukun itu masuk pada ranah pelanggaran atau ranah administrasi semata,” tegas Hasan seraya
memastikan tidak akan membiarkan masalah di Karang Sukun sebagai insiden sekilas saja. Untuk itu, sejak Senin (16/11) dan Selasa (17/11) telah dilakukan rapat internal secara maraton dengan jajaran Bawaslu.

Bawaslu akan mendalami apa yang sesungguhnya terjadi. Namun, tidak dari informasi di media sosial. Melainkan langsung dari para pihak. “Jadi kalau ada pengancaman, diancam oleh siapa. Gimana model pengancamannya. Siapa saksinya. Itu yang kita klarifikasi,” kata Hasan.

Setelah melakukan klarifikasi dari para pihak, Bawaslu kemudian akan menggelar rapat pleno untuk memutuskan telah terjadi pelanggaran atau tidak. Jika diputuskan telah terjadi pelanggaran pun, muaranya ada dua. Apakah pelanggaran administratif, atau tidak pidana pemilu.

Hasan menyatakan, untuk pelanggaran administratif, rekomendasi Bawaslu akan diteruskan ke pemangku kepentingan terkait. Semisal terkait ketidaknetralan Aparatur Sipil Negara, akan diteruskan ke KASN. Atau jika terkait Kepala Lingkungan, akan diteruskan ke Wali Kota Mataram.
Sementara jika terkait dengan tindak pelanggaran pemilu, maka akan diteruskan ke Sentra Gakumdu. Di mana di dalamnya selain Bawaslu ada unsur kepolisian dan juga kejaksaan.

“Yang jelas, aksi menghalang-halangi kegiatan kampanye tidak dibolehkan. Bahkan, aksi pelarangan tersebut dapat dipidana dengan penjara,” jelas Hasan.

Secara khusus, Hasan Basri memastikan, pihaknya telah mengingatkan kepada seluruh kandidat dan, LO, dan tim pemenangannya, untuk tidak melakukan tindakan yang menghalang-halangi kampanye. Bawaslu juga menyosialisasikan hal serupa kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Keempat calon ini adalah putra-putri terbaik Kota Mataram. Mereka berhak melakukan kampanye di mana saja di Kota Mataram. Kecuali di tempat yang memang dilarang sepeti tempat ibadah,” tandasnya.
“Beda pilihan itu sunnatullah. Jangan karena beda pilihan, lalu menghalang-halangi kegiatan kampanye,” sambungnya.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, aksi pelarangan kampanye bagi-bagi masker paslon Salam terjadi pada Minggu (15/11). Saat itu, kendaraan ambulans GuDeK milik pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan langsung didatangi sejumlah orang begitu parkir.

“Kendaraan kami semula diminta tidak parkir di area parkir pasar. Alasannya karena tidak ada tempat,” kata Imam Budi Gunawan, koordinator Ambulans GuDek Pasangan Salam kepada wartawan, Selasa (17/11).

Imam yang memimpin lima anggota tim pemenangan dalam kendaraan ambulans itu kemudian membawa kendaraan keluar areal parkir pasar. Namun, kembali dilarang. Kali ini, lebih jelas. Yakni dilarang melakukan aksi kampanye di tempat tersebut. Termasuk membagikan masker kepada para pengunjung pasar.

Alasan yang dikemukakan pihak yang melakukan pelarangan kata Imam, pasar disebut telah menjadi basis dukungan salah satu pasangan calon yang bermukim di lingkungan dekat Pasar Karang Sukun.

Imam bersama tim Salam bergeming. Mereka tidak mau memindahkan kendaraan. Pasar adalah tempat publik. Aset milik pemerintah pula. Tempat perjumpaan bagi banyak warga dari berbagai tempat. Bahkan bukan tidak mungkin warga dari luar Kota Mataram juga ada yang berkegiatan di sana. Apalagi pasar Karang Sukun yang demikian kesohor. Sehingga mengklaim pasar sebagai basis dukungan kandidat bagi Imam adalah tindakan tidak masuk akal.

Adu argumen pun terjadi. Saat kendaraan hendak bergerak kembali masuk area pasar, kendaraan Ambulans GuDek dihadang. Disebutkan bahwa kehadiran kendaraan Ambulans yang memasang foto pasangan Salam bisa memancing keributan.

“Saya bertanya. Keributan apa yang akan kami hadirkan dalam aksi simpatik ini. Tapi malah kami menerima jawaban yang bernada ancaman. Katanya, terserah, kalau sudah diingatkan,” tutur Imam.

Tak ingin memantik keributan, Imam pun menepikan kendaraan. Kebetulan di dekat Pasar Karang Sukun, ada bengkel milik Ketua Ranting PDI Perjuangan. Di sanalah kendaraan tersebut diarahkan. Tapi di sana, aksi kampanye simpatik tetap belum bisa dilakukan.

Sampai kemudian sejumlah personel kepolisian hadir. Kepada mereka, Imam pun menyampaikan apa yang dialami dirinya besama tim. Dengan pengawalan aparat kepolisian, kendaraan itu pun memasuki area parkir pasar. Dan memulai kampanye simpatik membagikan masker kepada para pengunjung pasar. Suka cita para pengunjung pasar menerima bantuan masker dari pasangan calon nomor dua ini.

Mereka bahkan ada yang dengan senang hati mengacungkan Salam dua jari kala menerima bantuan masker. Hanya saja, pada saat yang bersamaan, seorang warga yang tidak mengenakan baju, mencoba merangsek ke tengah-tengah pembagian masker untuk kembali menghalang-halangi kampanye simpatik tersebut.

Namun, aksinya lebih lanjut dapat dicegah. Meski demikian, aksi pembagian masker pun terus berlanjut hingga siang. Di sela pembagian masker tersebut, tim kampanye Salam membacakan pesan Calon Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani yang terkait penegakan protokol kesehatan, dan agar masyarakat selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Imam menegaskan, pihaknya tidak pandang bulu dalam membagikan masker. Mereka juga tidak bertanya, apakah pengunjung pasar dari Mataram atau tidak. “Kami hadir untuk membantu masyarakat. Kami tidak pandang bulu, apakah warga Mataram atau tidak, kami membagikan masker untuk mereka,” tegasnya.

Pembagian masker tersebut kata Imam, adalah wujud nyata pasangan Salam untuk menjalankan kampanye sehat. Hingga pekan ini, total lebih dari 75 ribu masker telah dibagikan pasangan Salam untuk warga di Kota Mataram. Masker-masker tersebut selain dibagikan kendaraan ambulans GuDek yang berkeliling tiap akhir pekan, juga dibagikan tim pemenangan yang menggunakan kendaraan roda tiga dengan berkeliling seluruh lingungan di Kota Mataram.

“Tentu kami sangat menyesalkan, aksi pelarangan kampanye seperti yang kami alami di Pasar Karang Sukun masih terjadi,” kata Imam.
Dia mengenal di antara orang-orang yang melakukan aksi pelarangan tersebut. Dua orang di antaranya dia tahu namanya. Keduanya kata Imam, bekerja di salah satu instansi milik Pemkot Mataram.

Imam menegaskan, tim pemenangan Salam sama sekali tidak gentar dengan aksi-aksi pelarangan tersebut. Bahkan ketika aksi-aksi pelarangan tersebut mengarah pada aksi premanisme lantaran disertai dengan nada ancaman.

“Tapi publik di Mataram harus tahu. Bahwa ada pihak yang tidak siap berdemokrasi. Merusak dan mencederai pilkada dengan aksi pelarangan kampanye seperti yang menimpa kami,”ucapnya.

Dia pun meminta atensi pada para penyelenggara. KPU dan juga Bawaslu. Juga pihak keamanan. Sebab, aksi seperti ini bukan hanya sekali terjadi.
Pasangan Salam sendiri, lanjut Imam memastikan komitmen kuat untuk menjadikan pilkada di Mataram menjadi kenduri demokrasi yang bermartabat. Namun, jalan untuk menuju pilkada bermartabat menjadi sulit dicapai, manakala sebagian pihak malah lebih sibuk melakukan aksi melarang acara kampanye kandidat lain. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.