Pengaruh Perkembangan BPR Terhadap Fenomena Politik Tak Signifikan

Ali Bin Dachlan

Mataram,DS-Komisaris BSK Grup, Dr.H.Moch.Ali Bin Dachlan,mengemukakan pengaruh Bank Perekonomian Rakyat (BPR) terhadap fenomena politik jelang pemilu, pileg dan pilkada tak signifikan. Namun, kebijakan yang kemungkinan diterapkan calon presiden ada pengaruhnya terhadap dunia usaha dan dunia usaha memiliki pengaruh terhadap dunia perbankan.

“Kalau sesuatu yang tidak ada hubungan dengan perkembangan ekonomi tidak ada masalah (bagi BPR),” ujar Ali BD disela-sela rapat evaluasi akhir tahun BSK Grup di HotelLombok Raya, Sabtu (30/12).

Kata Ali, salah satu indikator kelesuan ekonomi adalah jumlah kredit yang berkurang , sebaliknya pertumbuhan ekonomi meningkat bisa dilihat dari meningkatnya kredit. Fakta yang terjadi di lingkungan BSK Grup tahun 2022-2023 adalah masih adanya trasisi akibat Covid 19.

Rapat evaluasi akhir tahun BSK Grup

Sementara itu, persaingan antara BPR di NTB,menurut Ali, tidak terlalu kuat karena selain jumlah BPR yang relative minim di NTB juga masing-masing memiliki wilayah jangkauan tersendiri. Terkait merger Bank Samawa Kencana dengan Bank BIAS, kata Ali, hal itu semata untuk efisiensi atau bukan akibat persaingan tersebut.

Menurut Ali, perkembangan BPR tidak lepas dari keberadaan UMKM. Hal itu juga yang diikmati bank umum yang memiliki kebijakan meringankan dalam penyaluran kredit seperti KUR. Namun, BSK tidak melakukan kebijakan sebagaimana bank umum. Apakah hal itu menjadi ancaman bagi BPR, kata Ali, “Kalau orang anggap sebagai ancaman, kita tidak.”

Walaupun demikian, kata Ali BD, UMKM tetap menjadi basis BPR dalam meraih nasabah.
“BPR masih menjadi bagian dari masyarakat kelas menengah ke bawah,” katanya. Dalam perkembangan nasabah, sejak BSK didirikan puluhan tahun lalu, jumlah nasabah sudah mencapai puluhan ribu.

“Sebagai BPR pertama sejak Kebijaksanaan Ekonomi Oktober (Pakto) 1980, BSK menangani nasabah sampai di pasar-pasar. Anehnya kebiasaan yang dilakukan BPR dilakukan pula oleh bank umum,” ujarnya. “Setiap yang kita lakukan ditiru, tetapi tidak apalah,” katanya.

Modal BSK dalam mempertahankan dan mengembangkan jumlah nasabah adalah pelayanan dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, karyawan BSK melakukan berbagai inovasi di antaranya menyalurkan zakat ratusan juta rupiah dalam setahun. ian

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.