Berbagi Berita Merangkai Cerita

Penerbitan IMB Perumahan Di Rensing Raya Dinilai Cacat Administrasi

0 33

SELONG,DS-Munawir Haris, Kepala Desa Rensing Raya, Kecamatan Sakra Barat, beberapa waktu lalu kepada Duta Selaparang, mengutarakan keberatannya terhadap terbitnya Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) milik pengembang Perumahan Rensing Residence yang ada di desanya. Pasalnya, pengembang perumahan tersebut tidak pernah mengajukan rekomendasi IMB kepada dirinya selaku kepala desa. Rekomendasi IMB tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah Desa Rensing.

Padahal perumahan Rensing Residence dibangun di wilayah Desa Rensing Raya. Lokasi pembangunannya tepat berada di samping Kantor Desa Rensing. Anehnya, IMB yang diterbitkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Lombok Timur menyebut Desa Rensing Raya lah yang mengeluarkan rekomendasi.

“Rekomendasi terbit dari Desa Rensing, tapi di IMB-nya itu mengatakan atas dasar rekomendasi Desa Rensing Raya,” ujar Munawir.

Munawir juga menyebut pihak Desa Rensing telah mengakui kesalahannya karena menerbitkan rekomendasi IMB untuk perumahan yang dibangun bukan di desanya.
Ia pun menilai, penerbitan IMB oleh DPMPTSP Lotim bagi pengembang Rensing Residence, cacat administrasi. Karena tidak sesuai antara rekomendasi dari Desa, Kecamatan, dan IMB yang diterbitkan DPMPTSP.

“Itu kan mal administrasi itu,” ujarnya seraya menambahkan DPMPTSP seharusnya datang ke lokasi untuk survey lokasi pembangunan perumahan di wilayah desa yang dimaksudkan dalam rekomendasi tersebut.

Penerbitan IMB melalui rekomendasi Pemdes Rensing menimbulkan kekhawatiran bagi Pemdes Rensing Raya akan munculnya kebingungan bagi warga yang berdomisili di perumahan tersebut dalam pengurusan administrasi kependudukan. Serta, adanya kemungkinan terjadi saling klaim wilayah antara Desa Rensing dan Desa Rensing Raya. Terlebih Desa Rensing Raya merupakan pemekaran dari Desa Rensing.

“Yang saya khawatirkan kedepannya wilayah saya akan tergerus. Orang-orang yang berdomisili di sana juga akan mengatakan alamatnya di Rensing. Sedangkan wilayah itu masuk Rensing Raya,” kata Munawir.

Sedangkan, dalam proses pembangunan perumahan, jalan usaha tani yang dibangun melalui Dana Desa mengalami kerusakan karena kerap dilalui kendaraan bermuatan besar. Padahal jalan yang dibangun bertujuan untuk memperlancar mobilitas petani dalam mengangkut hasil pertanian. Dan tidak diperuntukkan bagi kendaraan bermuatan besar seperti dam, escavator, dan sejenisnya.

“Jalan kita mulai rusak. Akibat dari angkutan dam-dam ini yang keluar masuk,” keluhnya. Munawir pun berharap agar pengembang dapat menjalin komunikasi dengan Pemdes Rensing Raya. Serta, perlunya pembenahan kesalahan administrasi dalam proses penerbitan IMB-nya.

“Kami menginginkan ada kerjasama yang baik dari pihak pengembang, karena sampai saat ini belum ada komunikasi dengan kami,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terkait penerbitan IMB yang tidak sesuai dengan rekomendasi dari Desa dan Kkcamatan, Kepala Dinas (Kadis) PTPMPTS, Muksin, mengatakan akan memperbaiki kekeliruan tersebut. Dan meminta agar permasalahan rekomendasi tidak menjadi faktor penghambat investasi.

“Hal-hal yang ada kekeliruan seperti itu kita perbaiki. Supaya jangan menjadi ekspose yang kesannya prinsip. Karena sekarang ijin ini harus cepat, tepat,” ujarnya seraya berjanji memediasi Pemerintah Desa Rensing Raya dengan pengembang Perumahan Rensing Residence.

“Sekarang tinggal saling mengharmonisasi, kita panggil pengusahanya. Nanti kita akan komunikasikan itu,” janjinya. Dd

Leave A Reply