Senin , 18 November 2019
Home / Pendidikan / Zul Minta Umat Hindu di Pulau Sumbawa Jaga Keindahan Lingkungan Gunung Tambora
Ratusan umat Hindu di lingkar Taman Nasional Gunung Tambora saat mengikuti Pujawali di Pura Agung Udaya Parwata Tambora, desa Oi Bura di dekat kawasan perkebunan kopi Tambora

Zul Minta Umat Hindu di Pulau Sumbawa Jaga Keindahan Lingkungan Gunung Tambora

MATARAM, DS – Umat Hindu berserta masyarakat yang berada di lingkar taman nasional Gunung Tambora di Kabupaten Dompu dan Bima, diharapkan tetap menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di kawasan tersebut.  Hal itu disebabkan kawasan Gunung Tambora telah ditetapkan Unesco sebagai cagar biosfer dunia.

“Dengan kita tetap menjaga kelestariannya, maka Gunung Tambora kelak kembali dapat menjadi buah bibir dunia karena kehebatan dan prestasinya dibidang lingkungan, sekaligus menebar atmosfir kesejukan dan contoh baik bagi dunia,” ujar Gubernur Zulkieflimansyah dalam sambutannya yang dibacakan Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB, Gde Putu Aryadi pada puncak acara Pujawali di Pura Agung Udaya Parwata Tambora, desa Oi Bura di dekat kawasan perkebunan kopi Tambora, Selasa (17/9).

Gubernur tak lupa meminta doa pada umat Hindu yang tengah melaksanakan ritual keagamaan, agar dapat senantiasa diberi kekuatan, kesehatan serta bimbingan dan perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dalam memimpin NTB bersama Wagub dan jajarannya mampu mewujudkan NTB Gemilang secara sukses.

Zul mengingatkan akan peristiwa meletusnya Gunung Tambora pada sekitar 3,5 abad yang lampau, yakni pada tanggal 19 April 1815. Menurut dia, gunung Tambora pernah mengirimkan pesan dan pelajaran penting kepada ummat manusia di dunia. Dimana, letusannya yang maha dahsyat, bahkan sempat menghentikan perang dari pasukan Napoleon Bonaparta  dan setahun tanpa peralihan musim di eropa karena gelapnya dunia tertutup awan letusan Tambora.

“Dengan peristiwa itu, seolah tambora ingin bercerita dan menunjukkan kepada dunia, bahwa diujung Timur NTB, yakni di Tambora ini ternyata ada kekuatan Maha besar yang tidak hanya mampu mengubah peradaban masyarakat dunia. Tetapi juga dapat menjadikannya seperti apapun sesuai kehendak Illahi,” ungkap Gubernur.

Kini Tambora telah ditetapkan sebagai cagar biosper dunia yang meliputi  Kawasan  Teluk Saleh, Taman Wisata Alam Laut Pulau Moyo, Kawasan Perburuan Pulau Moyo (Samota). Termasuk taman Wisata Laut Pulau Satonda dan area sekitarnya yang menyimpan beragam potensi dan kekayaan bagi masa depan rakyat NTB yang gemilang.

Kekayaan  tersebut, kata Plt Kadiskominfotik agar tetap dijaga, dirawat dan dikelola dengan sebaik-baiknya tanpa menimbulkan kerusakan. Sehingga kelak akan kembali mengguncang dunia, mengabarkan tentang kehebatan dan prestasinya. “Juga kelestarian alamnya yang menebarkan atmosfir  kesejukan serta aura kedamaian yang dirasakan semua pihak dan dinikmati oleh generasi-generasi selanjutnya,” ucapnya.

Gubernur lantas mengajak ummat Hindu di pulau Sumbawa untuk benar-benar mengamalkan ajaran tri hita karana, yakni hidup dengan cara selalu menjaga hubungan harmonis dengan semesta alam dan lingkungan, tanpa pernah melakukan perusakan. Aryadi  juga mengingatkan pentingnya terus merekatkan toleransi beragama yang telah berlangsung sangat baik di Dompu- Tambora khususnya dan di  Pulau Sumbawa ini umumnya.

“Seperti disampaikan ketua FKUB tadi, saya 18 tahun bertugas di sini sudah merasakan, sungguh dou Mbojo dan masyarakat Samawa, sangat bersahabat, baik dan penuh toleransi. Maka jaga itu semua dan sesuaikan diri melalui ajaran desa, kala, patra,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PHDI NTB, Gde Mandra berharap kepada ummatnya di Tambora untuk senantiasa merawat lingkungan dengan baik, dan membina hubungan toleransi dengan umat-umat lainnya.

Kepada Ketua FKUB dan Para Pejabat Pemerintah  Kabupaten/Kota se-Pulau Sumbawa, Mandra menitip ummat hindu kiranya dapat dibina, diayomi dan dibimbing.

“Bila ada kekeliruan yang dilakukan ummat kami, mohon kiranya dapat dibina, ditegur dan dibimbing. Jika ada hal yang sulit diatasi atau dibimbing, kiranya dapat disampaikan kepada untuk kami lakukan pembinaan,” ujarnya  seraya menyampaikan terima kasih kepada FKUB dan Pemerintah Daerah di Bima dan Dompu atas pembinaan dan kerja sama yang telah terjalin baik selama ini.

Sebelumnya, ketua pantia, Jro Mangku Tambora mewakili ummat Hindu yang ada di Bima, Dompu, Sumbawa menitip aspirasi, keluh kesah dan harapan untuk disampaikan ke Gubernur Zulkieflimansyah terkait  perbaikan dan pengaspalan akses jalan sepanjang sekitar 4 Km  yang kondisinya rusak  berat agar bisa menjadi perioritas.

Terkait hal itu, Plt Kadiskomfotik NTB Gde Putu Aryadi berjanji akan menyampaikan hal tersebut kepada Gubernur sepulang dari kegiatan tersebut. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Menghidupkan Toleransi di Kalangan Milenial

MATARAM,DS-Pentingnya menghidupkan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus diterapkan oleh generasi milenial saat ini, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: