Senin , 19 Agustus 2019
Home / Pendidikan / Tolak Keppres 29/2018, Jurnalis Mataram Tandatangani Petisi Lawan Kebijakan Jokowi 
Belasan jurnalis di Mataram membentangkan spanduk yang sudah mereka tandatangani untuk menolak terbitnya Keppres yang meringankan hukuman pembuh wartawan asal Bali

Tolak Keppres 29/2018, Jurnalis Mataram Tandatangani Petisi Lawan Kebijakan Jokowi 

MATARAM, DS – Jurnalis, mahasiswa, dan aktivis anti-korupsi di Kota Mataram menandatangani petisi menuntut Presiden Joko Widodo mencabut remisi untuk Nyoman Susrama, pembunuh jurnalis AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Penandatanganan petisi di atas spanduk putih sepanjang 30 meter di sela-sela Konferta ke – IV Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram di Taman Budaya NTB itu dilakukan guna menolak terbitnya Keppres Nomor 29 tahun 2018. Lantaran, akibat Keppres itu, hukuman pembunuh jurnalis asal Bali yang awalnya dihukum seumur hidup, kini berubah menjadi hanya 20 tahun penjara.

“Untuk itu, kami mendesak Keppres itu agar dicabut, karena mencedrai rasa keadilan dan bertentangan dengan perjuangan kemerdekaan pers,”  ujar Maya Oktavira, salah seorang peserta yang menandatangani petisi itu.

Menurut dia, munculnya Keppres itu kian menjadi ancaman bagi kebeberasan pers. Karena tidak menutup kemungkinan, remisi dan berbagai pengampunan akan diberikan kepada pelaku kejahatan terhadap jurnalis lainnya.

“Jika sudah seperti ini, dimana rasa keadilan bagi jurnalis dan keluarganya yang menjadi korban? Dimana rasa keadilan bagi jurnalis yang hari ini masih terancam kebebasannya?” kata Maya bertanya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah AJI Bali–Nusra, Abdul Latif Apriaman, menegaskan tidak ada ruang sedikit pun bagi pembunuh jurnalis begitu mudah merencanakan menghirup udara bebas.

“Yang pasti, kita lawan Keppres yang berpotensi akan segera membebaskan pembunuh jurnalis. Cabut remisi untuk pembunuh jurnalis,” ucapnya lantang.

Menurut Latif, terbitnya Keppres ini jelas membungkam kebebasan pers. Lantaran, sepengetahuannya, korban AA Prabangsa adalah jurnalis yang dibunuh karena memberitakan kasus korupsi melalui medianya, yakni Radar Bali.

“Terbitnya Keppres remisi yang menyayat perasaan, lantas jurnalis menjadi surut. Jurnalis tak pantang surut menyuarakan kebenaran penuh tanggungjawab dan integritas,” kata dia lantang.

Aksi semakin berwarna dengan performa anggota AJI Mataram, Adi Njer. Lagu diiringi musik akustik “apa kabar para pewarta”, lirik besutan Pikong ini tentang kisah para jurnalis yang harus tetap bekerja dengan semangat. “Tegarlah tegar, segarlah segar. Biar penguasa tersadar, bahwa keadilan harus ditegakkan, agar sejahtera milik bersama”.

Aksi ditutup dengan membentangkan spanduk dan flayer penolakan Keppres remisi bagi pembunuh jurnalis. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Hadiri Acara Hari Anak Nasional, Wagub Berikan Motivasi

Mataram,DS – Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: