Kamis , 17 Oktober 2019
Home / Pendidikan / TGB dan Kang Yoto jadi Pembicara APLF 2017
Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi MA

TGB dan Kang Yoto jadi Pembicara APLF 2017

MATARAM, DS – Dua kepala daerah di Indonesia. Yakni, Gubernur NTB Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi dan Bupati Bojonegoro Suyoto akan menjadi pembicara di forum internasional bertajuk Asia Pacific Leaders Forum (APLF) 2017.

Direncanakan, kegiatan yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta Pusat, pada Kamis (14/12) ini, TGB dan Kang Yoto akan memaparkan penerapan open government di wilayah mereka masing-masing.

Deputi II Kantor Staf Presiden Yanuar Nugroho mengatakan, ditunjuknya Gubernur NTB sebagai pembicara di forum internasional yang kini Indonesia menjadi tuan rumahnya, lantaran program-program pembangunan di NTB. Diantarannya, pengembangan produksi sapi, jagung, rumput laut, dan investasi yang kini meningkat telah dilakukan dengan prinsip-prinsip keterbukaan pemerintahan.

Yanuar mengaku, TGB dirasa berhasil menciptakan pemerintahan yang juga melibatkan warga. Karena itu, Gubernur NTB dua periode itu dinilai layak menyampaikan materi dalam forum yang juga dihadiri para pejabat negara-negara sahabat itu. “Bukan karena ada penerapan IT yang banyak panel-panel, tapi ini karena gubernurnya mau ngomong terbuka,” ujar Yanuar dalam siaran tertulis yang diterima wartawan, Rabu (13/12) kemarin.

Menurutnya, Suyoto atau yang akrab disapa Kang Yoto nantinya akan menjadi pembicara dalam panel bertema pengentasan kemiskinan. Bojonegoro merupakan contoh sukses wilayah yang pada 2008 masuk kategori miskin tapi kini bisa sejajar dengan kota-kota besar dunia, seperti Madrid dan Paris.

“Contoh di Bojonegoro, tiap Jumat di Pendopo Bojonegoro itu Kang Yoto dan SKPD duduk bersama, rakyatnya datang mereka boleh komplain apa saja,” kata Yanuar.

Ia mengatakan, pada awal-awal penerapan program itu, sebagian besar rakyat setempat komplain tentang kinerja pemerintah. Tetapi lama-kelamaan masyarakat justru bersimpati dan ikut memberi usul untuk pemerintah.

“Prinsipnya, (open government) kayak gitu, cuma mengubah cara berkomunikasi. Misal ‘punya uang segini akan dibangun apa?’ ditanyakan ke masyarakat,” jelas Yanuar.

Selain Tuan Guru Bajang dan Kang Yoto, ada sosok Wali Kota Makassar Ramdhan ‘Danny’ Pomanto. Danny dinilai baik dalam membuahkan kebijakan publik, dari desain, implementasi, hingga pelaporannya.

Untuk DKI Jakarta, yang akan menjadi pembicara adalah Kepala Bappeda Tuty Kusumawati dalam panel bertema membangun kepercayaan dan integritas publik. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih dalam konfirmasi untuk berbicara dalam panel penutupan.

Diketahui, Indonesia menjadi tuan rumah Asia Pacific Leaders Forum (APLF) 2017. APLF 2017 mengambil tema tentang open government dan sejumlah kepala daerah di Indonesia bakal menjadi pembicara.

“Open government ini satu-satunya jalan kalau kita mau efektif, wujud nyata reformasi, bagi publik itu keterlibatan publik,” kata Yanuar.

Indonesia merupakan satu di antara delapan negara yang memprakarsai open government partnership (OGP). Karena itu, tahun ini Indonesia ditunjuk untuk menjadi tuan rumah acara internasional tersebut.

Acara ini akan dihadiri para pejabat publik dari berbagai negara. Tokoh yang akan hadir di antaranya Wakil Presiden Afganistan Mohammad Sarwar Danish dan Menteri Kehakiman Georgia Kakha Kakhisvili.

Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Bappenas, Kementerian Luar Negeri, dan Kantor Staf Presiden. Ketiga lembaga ini telah mengumpulkan sejumlah tokoh nasional yang dinilai layak berbagi pengalaman menerapkan pemerintahan terbuka kepada delegasi negara-negara sahabat.

“Open government merupakan salah satu dari Nawacita Presiden Jokowi,” tandas Yanuar. fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Joki Cilik Tewas di Pacuan Kuda, LPA NTB Sebut Ada Dugaan Eksploitasi Anak

MATARAM, DS – Muhammad Sabila Putra (10) meninggal dunia akibat terjatuh dari kuda saat pacuan. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: