Sabtu , 23 November 2019
Home / Pendidikan / Soal 9 Pelajar SMP Kena Narkoba di Mataram Fraksi PDIP Sebut Deteksi Dini Pemkot Lemah
Nyanyu Ernawati

Soal 9 Pelajar SMP Kena Narkoba di Mataram Fraksi PDIP Sebut Deteksi Dini Pemkot Lemah

MATARAM, DS – Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram, Nyanyu Ernawati mengaku, prihatin dengan kasus tertangkapnya sembilan pelajar SMP di kamar kos-kosan di Lingkungan Taman Kapitan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram pada Jumat (4/10) lalu.

Menurut Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Mataram itu, penangkapan yang dilakukan oleh aparat kepolisan itu menandakan kasus penyalahgunaan narkoba kategori pelajar di ibukota provinsi NTB kian meningkat. Dan, masuk katagori sangat memperihatinkan.

Sebab, kata Nyanyu, hal tersebut tidak sesuai dengan jargon Kota Mataram yang maju, religius dan berbudaya.

“Tentunya kita sangat prihatin. Kedepan kita harapkan agar tidak ada lagi kasus narkoba kategori pelajar dan bahkan yang lainya. Mengingat, Mataram itu adalah kota yang religius tapi tercoreng karena narkoba, ” ujar Nyanyu menjawab wartawan, Selasa (8/10).

Ia menyatakan Pemkot Mataram melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) jangan tutup mata terkait kasus tertangkapnya pelajar SMP di Kota Mataram tersebut. Oleh karena itu, Nyanyu meminta agar kegiatan penyuluhan bahaya narkoba dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Mataram yang sempat dilakukan beberapa waktu lalu di sekolah-sekolah agar mulai diaktifkan kembali.

Menurut Nyanyu, pihaknya bersepakat manakala negara Indonesia sekarang ini sedang darurat Narkoba. Sehingga, ia sangat setuju bila pemerintah menyatakan perang terhadap peradaran Narkoba.

“Disinilah perlu komitmen pemerintah daerah untuk berperan aktif dan jihad melawan penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Jangan setengah-setengah lagi,” tegasnya.

DPRD Mataram juga mendorong BNN dan Kepolisian untuk menindak tegas pihak yang terlibat serta mengusut tuntas dan menindak tegas jaringan peredaran narkotika sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Selain itu juga meminta Polres Mataram dan Badan BNN melakukan pembinaan dan rehabilitasi terhadap mereka yang pemakai dan ketergantungan atau kecanduan menggunakan narkotika, guna pemulihan dari ketergantungan atau kecanduan narkotika,” jelas Nyanyu.

Ia meminta bahwa Kepolisian dan BNN harus lebih intensif melakukan pengawasan terhadap peredaran Narkoba. Salah satunya dengan melakukan razia secara berkala, terutama di sekolah.

“Mendorong kepada masyarakat, terutama guru dan orangtua, agar berkoordinasi dengan BNN guna memahami baik alur peredaran narkotika sampai kepada ciri-ciri fisik anak pemakai bahkan yang sudah ketergantungan narkotika, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap pengaruh pergaulan di lingkungan maupun dari internet, guna meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap murid-murid di sekolah dan anak-anak di rumah,” terang Nyanyu.

Untuk itulah, lanjut dia, peran semua lapisan masyarakat sangat diperlukan untuk bahu membahu memberantas peredaran narkoba di Kota Mataram.

“Laporkan ke aparat penegak hukum jika ada melihat indikasi penyalahgunaan narkoba dilingkungan masing-masing,” ucap Nyanyu.

Diketahui, sembilan pelajar SMP di Kota Mataram, NTB, diamankan polisi karena kedapatan menggelar pesta sabu di sebuah kamar kos-kosan. Satu di antara mereka bahwa seorang remaja perempuan.

Polisi menggerebek sebuah kamar kos-kosan di Lingkungan Taman Kapitan, Kota Mataram. Saat digerebek polisi menemukan alat hisap sabu berupa bonk sebagai barang bukti.

“Penggerebekan ini berawal dari laporan anak hilang oleh orang tuanya,” kata Kapolsek Ampenan, AKP M Narol, kepada wartawan, kemarin. RUL

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Kedepan Polisi Tak Identik dengan Badan Tegap

MATARAM,DS-SDM Polri kedepan tidak lagi dilihat dari kesemaptaan fisik dan kecerdasan akademisnya tetapi juga harus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: