Kamis , 17 Oktober 2019
Home / Pendidikan / Santri Lombok Harus Tahu Ilmu Pangan
HBK saat didampingi istrinya bersilaturahminya di salah satu Ponpes di Lotim

Santri Lombok Harus Tahu Ilmu Pangan

MATARAM, DS – Hari Santri Nasional yang diperingati serentak pada 22 Oktober lalu, harus dijadikan momentum bagi seluruh santri yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia untuk mengabdi pada negerinya.

Politisi Gerindra H. Bambang Kristiono (HBK) mengingatkan, agar santri tidak hanya pintar membaca Alquran (mengaji). Namun, mereka harus mengerti akan urusan hajat hidup orang banyak. Salah satunya di bidang pertanian.

“Santri yang baik, juga harus mengerti soal padi. Urusan pangan yang menjadi hajat hidup orang banyak, harus dipahami oleh para santri,” ujar dia menjawab wartawan.

Menurut HBK, Pulau Lombok selain dikenal sebagai pulau seribu Masjid, juga dikenal sebagai pulau seribu Pondok pesantren (Ponpes). Itu terlihat, di berbagai penjuru di Pulau Lombok, selalu ada berdiri Ponpes.

Oleh karena itu, Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra ini mengungkapkan, tidak hanya dalam urusan agama. Namun sekarang ini, sudah saatnya para santri terlibat aktif dalam urusan keumatan. Diantaranya dengan melibatkan diri dalam urusan pangan.”Ya, mulailah terlibat dalam urusan pangan. Pahami padi, jagung, ubi, kedelai dan banyak lagi,” terangnya.

Caleg Nomor Urut 1 Partai Gerindra Dapil NTB-2 (Pulau Lombok) itu mengakui, komitmen tentang kepedulian pangan sudah dilakukan oleh ormas terbesar Nahdlatul Ulama (NU) dengan terlibat dalam gerakan reforma agraria. Selanjutnya, tinggal Ponpes menyusun konsep melibatkan santri dalam urusan pangan.

“Iya dong, kalau di tingkat daerah peran Ponpes ini sangat penting dalam mendorong santri aktif mengurus dunia pertanian,” ucapnya.

HBK mengambil contoh, gerakan membentuk santri peduli pertanian seperti dilakukan Ponpes Miftahul Huda di Tasikmalaya. Ada pelatihan dan pendampingan kepada para santri yang mondok di pesantren tersebut. Tujuannya agar para santri bisa mandiri dan menjadi narasumber utama bagi masyarakat dalam mengembangkan pertanian.”Sehingga, Ponpes-ponpes di Lombok harus mulai memberikan pelatihan santri-santrinya tentang pertanian,” kata dia.

HBK menambahkan, pembekalan agama yang diberikan di Ponpes, akan kian kuat manakala santri paham dunia pertanian. Santri yang dikenal mandiri dan tahan banting, dibutuhkan kehadirannya di tengah masyarakat Pulau Lombok yang sebagian besar adalah petani.

“Jadi, santri yang sudah paham seluk beluk dunia pertanian, bisa mengajak masyarakat Pulau Lombok untuk membangun kedaulatan pangan, karena jika santri yang mengatakan sesuatu di umat itu pasti di dengar,” tandasnya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Joki Cilik Tewas di Pacuan Kuda, LPA NTB Sebut Ada Dugaan Eksploitasi Anak

MATARAM, DS – Muhammad Sabila Putra (10) meninggal dunia akibat terjatuh dari kuda saat pacuan. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: