Jumat , 28 Februari 2020
Home / Pendidikan / Praktik Pemotongan Dana Pendidikan Masih Terjadi Beasiswa Rp 4,2 juta Diterima Rp 700 Ribu, Duh!
Adhar Hakim

Praktik Pemotongan Dana Pendidikan Masih Terjadi Beasiswa Rp 4,2 juta Diterima Rp 700 Ribu, Duh!

MATARAM, DS – Praktek penyimpangan penyelenggaran pelayanan publik di bidang pendidikan di NTB masih tinggi. Ombudsman Perwakilan NTB menyebut pemotongan masih banyak terjadi mulai tingkat SD, SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi.

Bahkan, praktek penyelewengan juga terjadi di level perguruan tinggi. Salah satunya, beasiswa bidik misi ini dilakukan dengan cara memotong uang beasiswa. Semestinya, mahasiswa menerima jumlah uang sebesar Rp 4,2 juta per semester, kenyataannya mereka hanya menerima Rp 700 ribu.

“Ada sekitar 90-an mahasiswa yang menjadi korbannya,” ujar Kepala Ombudsman Perwakilan NTB, Adhar Hakim, menjawab wartawan, Jumat (3/12). “Kasus di sektor pendidikan, modus pemotongan yang digunakan bermacam-macam. Mulai pungutan uang prakerin, uang komite dan lainnya,” sambung dia.

Adhar menjelaskan, modus yang dipakai oleh oknum pegawai di Unram tersebut, yakni memotong beasiswa dengan alasan biaya administrasi. Caranya, pelaku mengatasnamakan mahasiswa penerima beasiswa bidik misi pemilik ATM dari bank. Selanjutnya, oknum pegawai tersebut dengan leluasa menarik dananya melalui ATM.

“Setelah diambil sebagian, kartu ATM diserahkan kepada penerima beasiswa. Dan saat dicek mahasiswa, diketahui dana yang tersisa hanya Rp 700 ribu,” jelasnya.

Adhar Hakim menduga pemotongan tersebut sudah berlangsung lama. Bahkan, praktek tersebut diduga tidak dilakukan oleh satu orang, namun melibatkan banyak orang.

Meski demikian, kasus pemotongan beasiswa ini tanpa diketahui oleh Rektor Unram. “Kita sudah meminta keterangan kepada Rektor Unram, Kepala Biro dan Kepala Bagian semuanya tidak tahu dan itu clear. Bahkan, Rektor mengaku kecolongan,” terangnya.

Pascaterbongkarnya kasus tersebut. Rektor Unram langsung mengambil langkah cepat dengan membebaskan sementara oknum pegawai yang terlibat.

“Terkait langkah hukum kepada pihak berwenang, kita serahkan kepada Rektor Unram,” ucapnya.

Adhar menjelaskan, penelusuran pemotongan beasiswa bidik misi ini setelah Ombudsman NTB menerima banyak laporan dari mahasiswa, sehingga untuk mengetahui kasus sebenarnya pihaknya kemudian melakukan investigasi selama tiga bulan.

“Sehingga ditemukanlah bahwa benar ada pemotongan yang dilakukan oleh oknum pegawai di bagian Rektorat Unram,” tandasnya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Gubernur Anjurkan Kades di NTB Studi Banding ke Desa yang Lebih Maju

Mataram,DS- Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menganjurkan dan mendorong para kepala desa se-NTB untuk melakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: