Jumat , 15 November 2019
Home / Pendidikan / Perempuan Hebat dan Tangguh Tak Lupakan Kodratnya
Selly (dua dari kanan)

Perempuan Hebat dan Tangguh Tak Lupakan Kodratnya

MATARAM, DS – Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani mengungkapkan sikapnya memaknai hari pahlawan yang diperingati serentak di Indonesia pada Minggu (10/11). Ia berpesan kepada seluruh wanita di NTB agar tidak melupakan kodratnya sebagai ibu.

Menurut Hajjah Selly, sesukses apapun wanita dalam kariernya dan berpenghasilan lebih tinggi dari suami, wanita tidaklah lupa bahwa dirinya seorang ibu rumah tangga. Bukan berarti lupa mengurus rumah tangga dan pendidikan anak-anaknya.

“Karena itu sudah kodratnya kaum perempuan. Meski memiliki penghasilan yang lebih banyak dari suami, kalau sudah di rumah harus tetap sebagai ibu rumah tangga,” ujarnya saat menjadi pembicara pada dialog memperingati hari pahlawan dengan tema “Pahlawan Perempuan Punya Peran” di Mataram, Minggu (10/11).

Alumnus Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini berharap, para wanita di NTB ini bukan hanya hebat dalam pekerjaan di luar rumah, tapi juga tangguh dalam mendidik anak-anaknya. “Ini kenapa, dengan seorang ibu yang hebat dalam mendidik anak-anaknya, kelak anak-anak di NTB ini juga akan hebat-hebat,” tegas Selly seraya mengungkap agar warga NTB menjadi orang-orang hebat maka pihaknya terus berupaya mendorong kaum hawa menjadi perempuan-perempuan tangguh melalui sejumlah program kemandirian kewira usahaan yang diluncurkan melalui I-Shop Dinas Perdagangan NTB.

Kata Hajjah Selly, perempuan tetap bisa menghasilkan uang tambahan tanpa harus melupakan kodrat mereka melalui usaha rumahan yang dipasarkan melalui ponsel milik mereka. “Dengan adanya usahan rumahan apapun ketrampilan mereka. Kita akan bantu pasarkan melalui I-shop milik kami. Salah satunya, produk sambal olahan dari Loteng yang bisa menembus pasar dunia hanya dengan menggunakan ponsel di rumah,” kata dia.

Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai jasa-jasa para pahlawan. Dia menegaskan bahwa pahlawan telah berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban bagi seluruh bangsa Indonesia untuk terus mengisi kemerdekaan, dengan semangat juang pahlawan.

“Terutama perjuangan kaum perempuan dalam memberantas kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, kesenjangan dan yang lainnya tanpa melupakan kodrat mereka. Disinilah makna Hari Pahlawan bagi kaum hawa itu,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga NTB (TP-PKK NTB), Hj. Niken Saptarini Widyawati dalam sambutannya, mempertegas bahwa peran ibu sangat penting sehingga pantas dianggap sebagai pahlawan.

“Pahlawan adalah orang yang berjasa, orang yang bermanfaat dan memiliki kontribusi bagi bangsa dan negara. Paling relevan dari pahlawan adalah ibu kita. Semua orang lahir dari rahim ibunya, yang sejak kehamilannya hingga kita besar merawat kita sampai berhasil seperti sekarang,” ujar Niken.

Istri Gubernur Zulkieflimansyah itu menyatakan, menjadi pahlawan tidak harus berperang, semua orang bisa menjadi pahlawan, salah satunya melalui pendidikan. Pendidikan adalah sebuah sarana untuk menuju kesuksesan, dan pendidikan awal dari seseorang adalah ibu.

Niken mengatakan pendidikan perempuan adalah salah satu hal terpenting dalam hidup. Bukan hanya untuk berkarir namun juga untuk bekal mendidik masa depan anak-anak.RUL

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Selly Ajak Generasi Millenial Teladani Pribadi Rasulullah

MATARAM, DS – Ribuan santri dan masyarakat Karang Genteng, Kota Mataram, antusias mengikuti acara peringatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: