Pendidikan NTB “Tidak Baik-baik Saja”, Mahasiswa Unram dan UTS Demo – Duta Selaparang
Jumat , 24 Mei 2019
Home / Pendidikan / Pendidikan NTB “Tidak Baik-baik Saja”, Mahasiswa Unram dan UTS Demo
Aksi demo mahasiswa di Kantor Gubernur NTB

Pendidikan NTB “Tidak Baik-baik Saja”, Mahasiswa Unram dan UTS Demo

MATARAM, DS – Puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dua perguruan tinggi di NTB, yakni Universitas Mataram (UNRAM) dan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menggedor Kantor Gubernur NTB, Jumat (3/5).

Mereka mengaku kecewa dengan kepemimpinan Gubernur Zulkieflimansyah terutama dalam bidang pendidikan di NTB. Diantaranya, sistem zonasi, UNBK dan sarana prasarana (Sarpras) pendidikan yang dianggap mengecewekan. Selain itu, kebijakan soal penggajian guru (non PNS) di 10 pemda kabupaten/Kota dianggap masih sangat memprihatinkan.

Bahkan, dalam aksi unjuk rasa itu, mahasiswa juga mengkritisi kebijakan gubernur dibidang infratsruktur, jalan, dan listrik yang dianggap belum merata di semua wilayah di NTB.

Presiden Mahasiswa BEM Unram, Amri Akbar dalam orasinya menyatakan, seharusnya Pemprov NTB menjadikan pendidikan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan. Sehingga, sistem pendidikan itu yang harusnya diperhatikan oleh pemerintah.

“Sektor pendidikan kita di NTB masih belum menunjukkan titik yang memprihatinkan. Apalagi, sarana dan prasarana masih belum terlihat pemerataannya. Adapun system zonasi juga ternyata semakin menimbulkan rasa kecemburuan bagi segelintir pihak selama ini,” ujar Amri dalam orasinya.

Ia mengakui pasca bencana gempa bumi yang melanda NTB setahun lalu, terpantau lembaga pendidikan di NTB mengalami kerugian yang tidak sedikit nilainya. Amri mencontohkan, di Kabupaten Lombok Utara, sebagai salah satu daerah tertimbun gempa tidak ada pendanaan yang benar-benar jelas terhadap restorasi pendidikan di KLU.

Kemudian, permasalahan kesejahteraan guru di NTB masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov NTB. “Gaji guru non-PNS sangat tidak sebanding dengan jam mengajar yang mereka lakukan,” ucapnya.

Melihat situasi ini, mutu pendidikan yang merupakan salah satu misi dari Pemprov NTB menjadi terhambat dengan situasi tenaga pengajar hingga kini. Solusi dan langkah dari pemerintah NTB harus digencarkan demi untuk menjaga nilai eksistensi dari pendidikan itu.

“Bagaimana NTB Gemilang akan terwujud jika kenyataan masih seperti ini. Kami mahasiswa menantang narasi besar NTB Gemilang,” tegas Amri.

Ia menilai pendidikan di NTB sudah baik itu hanya klaim (pendidikan merata). “Kenyataan di sejumlah daerah seperti di KLU masih sangat memprihatinkan. Kemana bantuan senilai Rp 2 triliun untuk pendidikan itu? Begitu juga di Sumbawa, infrastruktur termasuk listrik dan sarpras pendidikan lainnya didaerah terpencil,” sambungnya.

Para mahasiswa juga menantang secara terang-terangan pemerintah provinsi untuk duduk dalam membedah konsep NTB Gemilang. “Ayo kita sama-sama buka data kita. Secara moral intelektual kami siap mempertanggungjawabkan segalanya,” jelas Amri.

Ia berharap, Gubernur Zulkieflimansyah yang dipilih oleh masyarakat agar berani duduk bersama dengan masyarakat membedah konsep pendidikan gemilang dengan konsep pendidikan rakyat terutama di pelosok Sumbawa, Sembalun termasuk di Lombok Utara.

“Di Sumbawa listrik saja tidak ada, di KLU sekolah di sana masih bocor disana sini,” ucapnya. Terkait hal ini ia menegaskan kembali, bahwa sistem kondisi pendidikan di NTB benar-benar dalam keadaan yang memprihatinkan.

“Perlu kami sampaikan, pendidikan di NTB tidak baik-baik saja. Selain itu, gaji guru non PNS saja hanya Rp 230 ribu pertiga bulan. Itu artinya mereka hanya mendapatkan Rp 70 ribu perbulannya. Apakah ini yang dinamakan NTB gemilang, pendidikan yang gemilang,” tandasnya.

Dalam aksi yang tepat berada di depan Pendopo Gubernur itu, keinginan mahasiswa bertemu Gubernur tidak bisa terkabulkan. Padahal, mereka sudah lelah berteriak dihadapan aparat kepolisian dan SatPol PP NTB untuk bisa difasilitasi bertemu dengan Gubernur.

“Kami tahu pak Gubernur lagi didalam pendopo, tolonglah bisa duduk bersama kami disini. Jika tidak, kami akan tetap disini,” tandas Amri disambut kompak teriakan ‘Hidup Mahasiswa’ oleh masa aksi itu. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Diklatsar CPNS, Gubernur Ceritakan Harimau, Ular, Tikus, dan Lebah

MATARAM,DS-Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB Ir. H. Rosiady Sayuti, M.Sc., …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: