Senin , 19 Agustus 2019
Home / Pendidikan / Obsesi Penyelesaian DAK Tercepat
Kabid Pembinaan SD Dikbud Lotim, Muhir

Obsesi Penyelesaian DAK Tercepat

SELONG,DS-Ada obsesi baru yang ingin diwujudkan para pegawai di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur pasca mutasi yang dilakukan pada awal tahun ini. Obsesi yang ingin dicuatkan tersebut yakni mengupayakan agar pengerjaan proyek bantuan yang anggarannya diberikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dapat terselesaikan lebih cepat dari biasanya.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Muhir, semua proyek yang bersumber dari DAK akan dikebut pengerjaannya. Hal ini dilakukan untuk mengubah kebiasaan lama yang selalu merealisasikan pengerjaan proyek DAK pada akhir tahun.

Menurut Muhir, untuk tahun ini pengerjaan proyek DAK akan diselesaikan maksimal pada akhir triwulan kedua atau dalam masa 1 semester. Artinya, pada bulan Juni nanti, seluruh pengerjaan proyek DAK di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah rampung 100% dan pada semester berikutnya dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan program lainnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, berbagai rentetan prosedur pelaksanaan telah dilakukan dengan cepat sejak awal tahun. Mulai dari tahapan pemetaan sekolah yang menjadi sasaran bantuan dan perencanaan. Sehingga, proyek dengan alokasi anggaran yang mencapai Rp 7,335 miliar tersebut, dipastikan sudah mulai dilakukan pengerjaannya pada April mendatang.

“Proses perencanaan sudah dirampungkan, sebanyak 90 ruang dari alokasi anggaran sebesar Rp 7,335 miliar sudah ditetapkan pengalokasiannya yang akan menyasar 30 sekolah dasar. Kita ingin membuat rekor penyelesaian program DAK tercepat. Kita akan usahakan pada akhir triwulan II, semua pengerjaannya sudah tuntas,” ungkap Muhir.

Ditambahkan mantan Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Selong ini, upaya yang dilakukan Dikbud untuk membuat sejarah pelaksanaan proyek DAK tercepat tersebut mendapat dukungan yang kuat dari Bupati Lombok Timur. Sehingga, dengan dukungan tersebut, segala proses realisasi program DAK ini berjalan dengan lancar.

Selain itu, ditegaskan Muhir, bahwa pola yang diterapkan dalam pengalokasian bantuan yang bersumber dari DAK tersebut dengan sistem ketuntasan pada satu lokasi. Itulah sebabnya, alokasi 90 ruang yang menjadi jatah Lombok Timur itu diberikan bagi 30 sekolah. KRISMA AG

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Hadiri Acara Hari Anak Nasional, Wagub Berikan Motivasi

Mataram,DS – Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: