Rabu , 11 Desember 2019
Home / Pendidikan / Milenial Harus Kuasai Iptek di Era Revolusi Industri 4.0
Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani saat menjadi pembicara pada Workshop Series 'Inovasi Bisnis Pada Revolusi Industri 4.0, untuk dosen, pebisnis dan milenials' di Universitas Islam Al Azhar Mataram

Milenial Harus Kuasai Iptek di Era Revolusi Industri 4.0

MATARAM, DS – Dunia yang telah memasuki era revolusi industri 4.0 nampaknya bukan lagi isapan jempol belaka. Berbagai teknologi yang menjadi tanda dimulainya revolusi industri 4.0 sudah mulai diterapkan di berbagai lini.

Oleh karena itu, pembangunan sumber daya manusia menjadi vital dilakukan untuk menghadapi bonus demografi. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, bonus demografi akan menjadi ancaman dimasa depan

“Disinilah kaum milenial dimanapun berada, termasuk di NTB harus berperan aktif mengembangkan SDM Ipteknya dalam menghadapi revolusi industri 4.0,” ujar Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani saat menjadi pembicara pada Workshop Series ‘Inovasi Bisnis Pada Revolusi Industri 4.0, untuk dosen, pebisnis dan milenials’ di Universitas Islam Al Azhar Mataram, Rabu (13/11).

Menurut Selly, era revolusi industri 4.0 yang tentunya banyak faktor yang harus disiapkan, satu diantaranya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) juga turut menyasar para generasi milenial yang diharapkan mampu menjadi salah satu pilar dalam mendorong keberhasilan Indonesia untuk bersaing secara global.

“Jadi, sebagai bagian dari SDM, para milenial harus bisa menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). Karena Iptek diyakini mampu membuat mereka memiliki kompetensi untuk menghadapi revolusi industri 4.0,” kata dia.

Ia menuturkan, lantaran pentingnya pengembangan SDM itu maka Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu telah pula memasukkan hal tersebut sebagai fokus dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Sehingga, kata dia, salah satu fokus visi Indonesia yang disampaikan Presiden Jokowi menghadapi revolusi industri 4.0 itu harus bisa di implementasikan di daerah. Termasuk, oleh para dosen, pebisnis dan milenials yang ada Universitas Islam Al Azhar saat ini.

“Menghadapi era Industri 4.0, generasi milenial di NTB harus menjadi SDM yang hebat. Karena pada era 4.0, industri yang menjadi lapangan kerja, menuntut produktivitas yang tinggi, efisien dan efektif. Tentu itu semua menuntut SDM yang siap menjadi penerap teknologi yang terkini,” tegasnya.

Jangan Kejar PNS

Selly menjelaskan, NTB merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki sumber daya yang melimpah. Sehingga, ia ingin agar anak-anak muda tidak membatasi kemampuan dirinya untuk bisa memajukan daerahnya.

“Anda mahasiswa yang punya inovasi, jangan berhenti hanya di selembar kertas yang dimanfaatkan untuk melamar sebagai PNS. Ke depan ini persaingan yang luar biasa,” tegasnya seraya beralasan, dalam beberapa tahun kedepan penduduk dunia diperkirakan bertambah hingga 10 persen. Mengetahui itu, ia yakin persaingan di dunia kerja pun juga semakin berat.

Ia juga menjelaskan dunia sudah mulai memasuki revolusi industri 4.0, dimana tenaga kerja manusia mulai tergantikan dengan teknologi. Namun, Selly meyakini banyak faktor-faktor yang tidak dapat tergantikan apabila pekerjaan dilakukan dengan menggunakan robot.

“Humanity. Ini yang tidak bisa digantikan robot. Robot hanya alat, tidak ada togetherness. Jadi, bagaimana kita mencapai sebuah negara yang besar itu tergantung kalian, bukan kami yang sudah out of generation,” ucapnya.

Maka dari itu, ia meminta pihak-pihak universitas untuk mempelajari kembali apakah kurikulum yang diberikan dalam beberapa tahun kedepan masih relevan dengan kondisi perkembangan saat ini mengingat mahasiswa tidak dapat hanya mengandalkan ilmu yang diperoleh di kampus, namun juga perlu menggali dan mempelajari kompetensi lainnya dari berbagai sumber untuk meningkatkan kreativitasnya.

“Mahasiswa tidak boleh hanya mengandalkan ilmu yang diajarkan di kuliah saja, tapi bagaimana mahasiswa menjadi kreatif, inovatif. Ada beberapa literasi yang harus dikuasai di era Revolusi Industri 4.0 yaitu literasi data, literasi teknologi, literasi bahasa dan literasi manusia,” tandas Putu Selly Andayani. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Dirjen Kemasyarakatan Beri Semangat Baru ke Penghuni Lapas Terbuka

Lombok Tengah,DS – Direktur Jenderal Pemasyarkatan (Dirjen) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Sri Puguh Budi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: