Sabtu , 23 November 2019
Home / Pendidikan / Menag Lukman Sebut Ajaran Agama Memanusiakan Manusia
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin didampingi Rois AM PWNU NTB TGH Turmudzi Badarudin saat memberikan keterangan pada wartawan

Menag Lukman Sebut Ajaran Agama Memanusiakan Manusia

MATARAM, DS – Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan, esensi ajaran agama yakni memanusiakan manusia mampu ditangkap dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh umat beragama di Indonesia.

“Bagaimana masing-masing umat beragama betul-betul mampu menangkap esensi dan substansi ajaran agama sehingga mampu mengaktualisasikan nilai-nilai agama dalam makna yang sesungguhnya, yakni agama yang memanusiakan manusia,” ujar Lukman menjawan wartawan di sela-sela soft launching sembilan gedung baru UIN Mataram di Auditorium UIN Mataram, Selasa (15/10).

Terkait pelaku penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto yang bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara diduga terpapar paham radikal, menurut Lukman, hal tersebut semestinya dapat menjadi pelajaran oleh semua pihak untuk lebih meningkatkan kewaspadaan.

Ia meminta kalangan akademisi, semua tokoh agama dan tokoh masyarakat agar mulai menggencarkan serta menggaungkan moderasi agama. Mengingat, semua ajaran agama di Indonesia, khususnya agama Islam sekalipun, tidak ada yang mengajarkan paham ekstrimisme maupun ekslusifisme. Bahkan, sikap berlebihan dalam kehidupan beragamanya.
Sedangkan, pada jajaran kementriannya, upaya untuk terus mendorong umat beragama memahami dan merealisasikan substansi ajaran agamanya akan terus menjadi agenda pihaknya.

Dengan cara itu, Lukman meyakini kerukunan antarumat beragama di Indonesia akan terus terjaga. “Inilah yang menjadi agenda semua kita. Termasuk, di jajaran Kemenag agar setiap umat beragama memiliki kesadaran seperti itu, sehingga harmonitas kerukunan hidup antarumat beragama senantiasa terjaga dengan baik,” jelas Menag.

Lukman menjelaskan, dalam praktiknya esensi agama jangan sampai dipahami untuk saling merendahkan bahkan saling meniadakan antarsesama umat manusia.”Agama aktualisasinya dalam rangka menjaga, memelihara, melindungi harkat, derajat, martabat kemanusiaan. Buka sebaliknya yakni agama yang digunakan untuk saling merendahkan bahkan saling meniadakan antarsesama yang hakikatnya bersaudara dan sesama umat manusia,” tegas dia menjelaskan.

Meski demikian, Lukman memahami dengan pola kehidupan saat ini yang kian kompleks. Dimana, pada era globalisasi, semua transparasi perkembangan era telekomunikasi begitu cepat. Maka, tentu akan bisa menimbulkan kompleksitas persoalan yang makin besar.

“Jadi, tentu transparansi telekomunikasi yang global itu akan bisa memahami cara kita beragama baik secara langsung jelas akan terpengarih pada hal itu. Makanya, beragama itu jangan buat kita semakin inklusif. Karena agama itu falsafahnya adalah mengayomi ditengah keberagaman kemajemukan saat ini,” tandasnya Menag.
“Yang pasti, tidak ada agama di Indonesia yang mengajarkan ekslusifisme, yakni mementingkan diri sendiri dan kelompoknya. Prinsip ajaran agama itu mengayomi, membuka diri dan merangkul semua kalangan seberagam apapun,” sambungnya.

Lukman mendoakan Wiranto beserta keluarga diberikan kesabaran, ketegaran, dan kekuatan dari Allah Swt. atas musibah yang dialami. “Saya juga sudah memerintahkan jajaran Kemenag untuk mengajak tokoh-tokoh agama, pemuka agama, dan pimpinan majelis agama untuk mendoakan tidak hanya seluruh penyelenggara negara, tetapi kepada setiap ASN yang telah memberikan dedikasi, pengabdian,” pungkasnya.

Menkopolhukam sekaligus Ketua Umum PP PBSI Wiranto diserang oleh orang tidak dikenal saat melakukan kunjungan kerja di Pandeglang, Banten, Kamis siang.

Akibat penyerangan tersebut, Wiranto dikabarkan terkena dua tusukan di perut dan sempat dirawat di RSUD Berkah, Pandeglang, kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.

Pelaku penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto yang bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara diduga terpapar paham radikal. “Terduga pelaku saat ini sudah diamankan di Polres Pandeglang dan masih diperiksa oleh Polres Pandeglang, Polda Banten dan dibantu Densus 88. Diduga pelaku terpapar radikal ISIS,” tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo, Kamis lalu. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Kedepan Polisi Tak Identik dengan Badan Tegap

MATARAM,DS-SDM Polri kedepan tidak lagi dilihat dari kesemaptaan fisik dan kecerdasan akademisnya tetapi juga harus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: