Kamis , 2 April 2020
Home / Pendidikan / Mantan Gubernur NTB Minta Pemprov NTB dan Pemkot Mataram Jangan Pernah Lupakan Sejarah
HL. Serinata

Mantan Gubernur NTB Minta Pemprov NTB dan Pemkot Mataram Jangan Pernah Lupakan Sejarah

MATARAM, DS – Pemerintahan pemprov NTB dibawah kendali Gubernur Zulkieflimansyah dan pemkot Mataram di bawah Wali Kota H. Ahyar Abduh, diharapkan tidak pernah melupakan sejarah yang merupakan salah satu bukti jati diri dan harga diri provinsi NTB.

“Jadi, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Jika itu terjadi, maka pemerintahan di NTB dan di Mataram akan kehilangan jati diri dan harga diri,” ujar Mantan Gubernur NTB HL. Serinata menjawab wartawan, Rabu (4/9).

Menurut dia, penekanan tentang pentingnya mengingat sejarah kepemimpinan bagi dua pemerintahan itu perlu disuarakannya. Hal itu menyusul, ada upaya gubernur Zulkieflimanyah dalam periode kepemimpinannya akan menghilangkan pondasi pembangunan yang sudah diletakkan oleh kepala daerah pendahulunya.

Kondisi serupa juga terjadi pada saat upacara bendera peringatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-26 Kota Mataram di Lapangan Sangkareang, Mataram, Sabtu (31/8) lalu, dimana nama mantan penjabat Wali Kota Mataram Hj. Putu Selly Andayani tidak dibacakan pembawa acara untuk masuk pada sejarah daftar para pemimpin di ibukota provinsi NTB tersebut.

“Bangsa yang melupakan sejarah, maka ia telah kehilangan jati diri dan harga diri sebagai sebuah bangsa dan negara. Saya mengingatkan, ini karena provinsi NTB kita perjuangkan sejak tahun 1958 dengan penuh perjuangan,” tegas Serinata.

Ia menjelaskan, pentingnya mengingat sejarah tersebut dimaksudkan agar seluruh masyarakat NTB tidak melupakan cita-cita besar dilahirkannya provinsi NTB dan Kota Mataram. Apalagi, capaian program pembangunan yang sudah dirintis para pemimpin NTB terdahulu.

Selain itu, upaya mengingat sejarah tersebut merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap para pendiri dan para pemimpin daerah yang telah mengorbankan seluruh jiwa raga demi mewujudkan kemajuan di provinsi NTB maupun di Kota Mataram.

“Para pendiri dan pemimpin daerah dengan seluruh potensi yang ada telah bekerja keras demi satu tujuan agar rakyat NTB dapat menuju kemakmuran, keadilan, dan sejahtera,” kata mantan Ketua Partai Golkar itu.

Serinata menyatakan, era pemerintahan baik itu di provinsi NTB dan di Pemkot Mataram adalah saat ini meningkatkan kualitas untuk mengejar ketertinggalan provinsi NTB dengan daerah lainnya di Indonesia.

Sehingga, kata dia, peningkatan mutu kualitas pendikan, dan menurunnya angka kemiskinan harus menjadi gerakan bersama-sama antara seluruh masyarakat NTB, termasuk juga lembaga DPRD dengan kalangan eksekutifnya.

“NTB itu kita perjuangkan sejak tahun 1958. Sayang jika terus begini saja kondisinya tanpa ada loncatan peningkatannya. Pokoknya, pesan saya lima tahun kedepan ini, semua program yang sudah ditetapkan dan menjadi pekerjaan rumah NTB harus bisa naik semuanya,” ucap Serinata.

Ia mengapresiasi sikap Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh yang responsif untuk meminta maaf terkait kealpaanya dalam menyebutkan nama periode kepemimpinan yang terlewatkan saat HUT Kota Mataram beberapa hari lalu.

“Pola komunikasi antara pemerintahan baik sebelum dan yang sudah menjabat itu harus terus dilakukan. Makanya, saya sarankan saling kunjung mengunjungi dalam bingkai silaturahmi dan forum lobi-lobi antar pemimpin daerah dan masyarakatnya harus di intensifkan. Insya Allah, jika semua kita kembalikan pada musyawarah tak akan ada lagi kebekuan kok, pasti akan cair semua masalah itu,” tandas Serinata.

Ia menambahkan, bercermin dari sejarah, maka khusus kalangan generasi muda dituntut selalu meningkatkan keilmuan dan keterampilan agar mampu mengambil peran dalam perjalanan bangsa. Namun sebagai bangsa yang beragama, sejarah juga menuntun kalangan generasi muda untuk selalu menghormati orang tua.

“Bagaimana cara kita untuk mempertahankan bangsa dan daerah  ini tetap berdiri kokoh? Diantaranya, harus belajar dengan sungguh-sungguh, berbakti kepada orangtua dan guru, bekerja keras, serta tidak lupa berdoa,” ungkap Serinata.

Ia juga memotivasi kalangan generasi muda untuk tidak pernah takut mengambil peran dan mencoba untuk mengukir prestasi. “Sebagai generasi muda, jangan pernah takut untuk berbuat, apalagi takut salah dan gagal. Sebab dalam catatan sejarah, tidak ada orang yang menuai sukses besar tanpa kerja keras,” pungkas Serinata. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Pandemi Wabah Virus Corona, Dewan Pers Ajak Insan Pers Bersatu

Beberapa hari yang lalu, tepatnya Rabu, 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: