Senin , 16 Desember 2019
Home / Pendidikan / Mahasiswa Unram Tewas Terseret Air Bah Sungai saat Survei Acara UKM di Lotim
Inilah jenazah dua mahasiswa Unram saat tiba di rumah Sakit Unram pada Sabtu malam. Keduanya, meninggal terseret arus sungai saat survei acara UKM KPS Fakultas Hukum Unram

Mahasiswa Unram Tewas Terseret Air Bah Sungai saat Survei Acara UKM di Lotim

MATARAM, DS – Sepasang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram) tenggelam terseret arus di aliran sungai yang mengubungkan antara mata air Jeruk Manis menuju Kokok Tereng di Dusun Gawah Buak, Desa Jeruk Manis, Kabupaten Lombok Timur, saat melakukan survei lokasi pendidikan dasar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Pemerhati Sosial (KPS).

Kedua korban, yakni Reza Andika Firdaus (29) dan Widia lasmita (23) ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (2/11) malam. “Dua korban bersama tiga orang orang lainnya hendak melakukan survei untuk kegiatan jurit malam yang berlokasi di aliran sungai yang menghubungkan antara mata air Jeruk Manis menuju Kokok Tereng di dusun Gawah Buak, desa Jeruk Manis, Lombok Timur,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Timur AKP Made Yogi Purusa Utama menjawab wartawan dalam siaran tertulisnya, Minggu (3/11).

Menurut Yogi, rombongan yang terdiri dari lima orang mahasiswa itu turun ke lokasi di aliran sungai guna melakukan survei lokasi jalur untuk kesehatan jurit malam. Namun, setelah kedua mahasiswa sampai di lokasi. Selanjutnya, datang air sungai secara tiba-tiba yang menghanyutkan korban.

“Sesampai di lokasi, tiba tiba air bah datang dan menghanyutkan korban. Sementara tiga orang temannya lainnya hingga kini masih belum bisa dimintai keterangan, karena mengalami trauma,” ungkapnya.

“Saksi berjumlah 3 orang belum bisa diminta keterangan karena masih dalam kondisi trauma,” sambung Yogi.

Kedua korban ditemukan oleh petugas pada pukul 19.30 Wita, dalam keadaan meninggal dunia dan tersangkut di batu sungai.
Terpisah, Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswanda, mengatakan kronologis kejadian bermula saat kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Pemerhati Sosial (KPS) menggelar pendidikan kaderisasi di desa Jeruk Manis.
Lima orang saat itu tengah berada di sungai sekitar pukul 15.00 Wita. Tiba-tiba air deras datang akibat banjir. Tiga orang berhasil menyelamatkan diri, sementara Mita (Widia Lasmita) terjebak.

Reza yang merupakan Ketua KPS FH Unram berusaha menyelamatkan Mita yang terseret arus. Namun sayangnya dia ikut terbawa arus sungai yang deras.

Mahasiswa dan warga berusaha melakukan pencarian terhadap dua korban. Sekitar pukul 18.25 Wita, Mita ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di aliran sungai dusun Kampung Baru, Desa Jeruk Manis. Penemuan jenazah 100 meter dari lokasi tenggelam.

Pukul 19.15 Wita, Reza ditemukan dalam kondisi meninggal oleh warga Kampung Baru. Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Desa Kotaraja. Kejadian tersebut akibat intensitas hujan yang tinggi menyebabkan aliran sungai deras.

Jenazah Mita langsung dibawa di kampung halamannya di Dompu. Sementara jenazah Reza dibawa di Rumah Sakit Unram kemudian diberangkatkan ke Sumbawa. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Sekda KLU Hadiri HUT DWP 2019

Tanjung, DS – Mewakili Bupati Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) Drs. H. Suardi, MH …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: