Senin , 22 April 2019
Home / Pendidikan / LPA Berhasil Tarik Ijazah Siswa yang Ditahan Sekolah Sejak 2014
Inilah berkas ijazah Anggi yang berhasikl ditarik

LPA Berhasil Tarik Ijazah Siswa yang Ditahan Sekolah Sejak 2014

MATARAM,DS-Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB berhasil menarik ijazah atas nama Anggi Widiastuti, alumni siswa SMKN 1 Mataram, yang ditahan pihak sekolah sejak tahun 2014. Siswa tak mampu ini ditengarai menunggak biaya pembangunan gedung dengan total Rp 2,5 juta.

Aktifis LPA NTB, Mahsan, Rabu (9/4), mengakui Anggi memang menunggak salah satu biaya sekolah itu. Biaya pembangunan gedung itu sendiri, hingga tahun kelima  ia menamatkan sekolah, belum dilunasi karena kedua orangtuanya tergolong tidak mampu. Selama itu juga ijazah Anggi ditahan pihak sekolah.

LPA NTB yang menerima pengaduan orangtua Anggi atas nama Safar kemudian menindaklanjutinya dengan mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB dan menemui Kasi Kurikulum setempat, Umar. Kasi Kurikulum menerima pengaduan itu menegaskan bahwa ijazah itu bisa diambil. Ia pun menilai bahwa perbuatan menahan ijazah siswa tergolong zolim.

Berbekal “pembelaan” dari pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan itulah Mahsan kemudian mendatangi sekolah. Selain itu, Umar juga membantu menelpon kepala SMKN 1 Mataram, Munawar, S.Pd. Berkat pendekatan yang dilakukan kepala sekolah akhirnya mengeluarkan ijazah Anggi.

Menurut Mahsan, Anggi sempat mencari pekerjaan setamat sekolah, akan tetapi ia kesulitan karena ijazah terakhirnya yang ditahan itu. Akhirnya, selama 5 tahun Anggi hanya menganggur. Orangtuanya sendiri, untuk menghidupi rumah tangganya, mencari penghasilan dari profesi sebagai buruh bangunan.

Mahsan yang sempat mempertanyakan alasan penahanan ijazah tersebut menerima jawaban kepala sekolah. Alasannya, Anggi tidak membayar biaya bangunan gedung sebesar Rp 2,5 juta. Pihak Anggi sendiri berulang kali pernah berupaya mengambil  namun hasilnya nol karena tidak membawa biaya “tebusan”.

Berkat pendekatan aktifis LPA NTB Anggi tidak perlu menebus ijazah itu. Ijazah Anggi itu sendiri oleh Mahsan kemudian langsung diserahkan kepada yang bersangkan.

“Alhamdulillah saya bisa dapatkan ijazah anak saya,” cetus Safar menyukurinya

Namun, diperkirakan masih ada ijazah siswa lain yang ditahan pihak sekolah. Tidak hanya siswa yang lulus than 2014, melainkan juga 2013. Mahsan mengaku sempat melihat tumpukan berkas ketika pihak sekolah berusaha membongkar berkas ijazah tahun 2014. ian

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Percepat Penegerian Politeknik, Gubernur NTB Dampingi Menristekdikti ke KLU

Lombok Utara,DS – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah mendampingi Menteri Riset, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *