Senin , 19 Agustus 2019
Home / Pendidikan / Kabupaten dan Kota Berlomba-lomba Berinovasi Layanan Adminduk (2); KSB Bisa Sambil Rekreasi, Loteng Sempat Juara Lewat Inovasi Online
Kadis Dukcapil Lombok Barat H.Muridun ketika memaparkan inovasinya

Kabupaten dan Kota Berlomba-lomba Berinovasi Layanan Adminduk (2); KSB Bisa Sambil Rekreasi, Loteng Sempat Juara Lewat Inovasi Online

MATARAM,DS-Inovasi pelayanan adminduk tidak berhenti dilakukan dihari kerja, bahkan hari libur pun menjadi lahan yang tak terabai. Sebutlah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Lombok Barat, nyaris mengabaikan hari libur hanya karena ingin bekerja untuk rakyat.

Pasalnya, hadir ditengah-tengah masyarakat menjadi keniscayaan bagi aparatur Dukcapil. Karena itu, ada upaya memayungi inovasi lewat kreasi kerja yang beragam. Salah satunya rekreasi sambil bekerja. Artinya, sembari rekreasi dihari sabtu dan minggu, mereka ikut bekerja.

“Ada pelayanan keliling untuk masyarakat lansia dan difabel yang langsung didatangi,” kata Kabid Inovasi Adminduk Disdukcapil KSB, Muis pada Gelar Inovasi Adminduk dan konsolidasi Forum Dukcapil untuk Pencapaian Target Adminduk 2019 NTB, di Hotel Lombok Raya, Rabu (24/7), yang digelar Kompak.

Terdapat pelayanan Jempur bola dan pelayanan terintegrasi. Diberlakukan pula tanda tangan elektronik untuk percepatan pelayanan adminduk. “Walau tak ada kepala dinas, dokumen bisa dicetak,” ujar Muis. Persoalannya hanya pada dokumen kematian. “Tidak seperti mendapat akta kelahiran, akta kematian masih sulit. Cita-cita kami jika lurah melayat (ke rumah duka) langsung bawa akta kematian. Capaian akta kematian sementara ini baru 29 persen,” papar Muis.

Sementara itu Kadis Dukcapil Lobar tidak kalah dalam melakukan inovasi. Salah satunya adalah Gerasak yang menarget tiga titik. Dua diantara titik itu di Kecamatan Lingsar (Desa Gegerung) dan Kecamatan Labuapi (Kr Bongkot). “Bersama stakeholder lewat corong masjid antusias masyarakat luar biasa,” kata Kadis Dukcapil Lobar, H.Muridun.

Pihaknya pun menggunakan jam istirahat dimalam hari untuk melayani masyarakat lewat program Lamar (pelayaan malam hari). Hal ini karena ada permintaan masyarakat yang langsung datang mengemukakan keinginan itu.
“Dan kami mengalah. Jadi dua kali seminggu masyarakat ditunggu,” katanya seraya menambahkan Dukcapil Lobar juga melayani pada pusat-pusat keramaian seperti pada event Perang Topat dan momentum lain setelah melakukan koordinasi dengan camat dan kades.

Hal yang terpenting adalah adalah program Minyak Harum (minta satu dapat banyak dan layani dengan tersenyum). Mengapa? “Ini ampuh. Dulu akta 50 persen setalah inovasi kini 100.62 persen. KTP sudah 92.82 persen,” ungkap Muridun.

Sekalipun anggaran terbatas, ia mengaku tak pernah bosan melayani masyarakat. Pasalnya, dokumen kependudukan merupakan hal penting untuk berbagai urusan. “Apapun urusan itu termasuk untuk umrah, haji dan sekolah,” katanya.

Hanya saja masih ada sejumlah kendala. Selain kendala finasial, masyarakat dinilainya masih malas mengurus dirinya karena merasa belum butuh. “Kalau butuh baru datang. Bagaimana kalau blangko KTP tidak ada? Itu yang jadi aoal,” tambahnya.

Kepala Dinas Dukcapil Lombok Tengah, Baiq Anidya Nindiana, S.Sos, menguraikan program inovasi Pagah atau Pelayanan keluarga hemat. Pelayanan untuk anak yang dilakukan juga untuk seluruh keluarganya. Artinya, ketika mengurus akta kelahiran anak, ada dokumen lain yang bisa diperoleh seperti KK hingga mencapai total empat dokumen kependudukan.

Jika pun kadang warga hanya mau mengurus satu dokumen, “Kita kasih tahu kemudahan- kemudahannya,” katanya seraya menambahkan pelayanan akta secara online pertama terjadi di Loteng. “Inovasi ini dapat juara 1 di Jatim,” katanya.

Sedangkan Kadis Dukcapil Kabupaten Sumbawa, Zulkifli, mengemukakan bahwa percepataan kepemilikan dokumen identitas hukum juga dilakukan Sumbawa. Bahkan Perda Penyelenggaraan dan Pelaksanaan Adminduk sudah disahkan DPRD setempat sebagai paying hokum percepatan.

Dari aspek inovasi pihaknya menggunakan jurua Silamo dan Racik (Rekam cetak KTP elektronik). Dilakukan pula pelayanan malam Sabtu dan Minggu. Dampaknya, dari 156 ribu anak sudah 91.24 perswn persen lebih punya akta kelahiran. Selain itu, ada inovasi kerjasama dengan KPU dengan saling memberi data. ian

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Hadiri Acara Hari Anak Nasional, Wagub Berikan Motivasi

Mataram,DS – Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: