Selasa , 31 Maret 2020
Home / Pendidikan / Gubernur Zulkieflimansyah Dikukuhkan sebagai Tokoh Peradaban
Pengukuhan Gubernur NTB sebagai Tokoh Peradaban

Gubernur Zulkieflimansyah Dikukuhkan sebagai Tokoh Peradaban

BIMA,DS-Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dikukuhkan sebagai Father of civilization atau bapak peradaban. Pengukuhan sebagai Bapak Peradaban dilaksanakan di Aula Kampus II STKIP Taman Siswa Bima di Palebelo Bima, Rabu (21/8-2019) dihadapan Wakil Bupati Bima, H.Dahlan M.Noer dan seluruh Civitas Akademika serta ratusan mahasiswa di kampus tersebut. Hadir pula sejumlah anggota DPRD Kabupaten dan Kota Bima serta para pejabat lingkup Pemerrintah Provinsi NTB.

Lembaga pendidikan tinggi swasta termurah di NTB yang memiliki 3.500 orang mahasiswa tersebut, menilai Gubernur NTB yang akrab disapa Doktor Zul tepat diberikan penghargaan sebagai Father of Civilization. Atas gagasan pembangunan NTB Gemilang NTB yang telah memberikan banyak perubahan dan kemajuan dibidang pendidikan di NTB dan di indonesia pada umumnya.

Kini NTB Gemilang itu sudah mulai tampak Wujudnya,” oleh Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr.Ibnu Khaldun, saat memberikan pengantar pada acara graduation gathering bertemakan sarjana beradab menuju NTB Gemilang menghadapi era industry 4.0.

Berbagai program strategis dan program unggulan NTB gemilang yang diluncurkan Pemda NTB, bagi segenap civitas Akafemika STKIP Taman Siswa Bima, sangat hebat. Misalnya program NTB Sehat Cerdas melalui program beasiswa pendidikan dengan mengirim anak-anak muda NTB untuk belajar di luar negeri. Sudah banyak akses jalur kerjasama pendidikan dengan Puluhan negara di dunia seperti Darwin, Polandia, Jepang, Cina, Malaysia, Korea dan negara-negara eropa lainnya.

“Ini merupakan babak baru menyongsong peradaban NTB Gemilang”, ujarnya.

Sementara itu Gubernur Zul sangat mengapresiasi kemajuan pesat yang dicapai STKIP Taman Siswa Bima. Lembaga pendidikan menjadi lebih terkenal, kata Doktor Zul karena namanya, Taman Siswa. Didalam nama itu, tertanam komitmen dan jiwa yang kuat bahwa pendidikan merupakan hak dan kebutuhan setiap warga masyarakat yang harus diperjuangkan dan diwujudkan bersama.

Itulah sebabnya, kata Gubernur, hampir semua agama besar di dunia menganjurkan untuk berhaji. Misalnya Islam ke Tanah Suci Mekah, Hindu/Budha ke india, Kristen ke Vatikan, Yaudi ke Yerusalem. Maksudnya agar ummatnya berpetualang, berziarah ke tempat baru untuk menaklukan hidup yang lebih besar dan mengenal perkembangan dunia luar yang begitu luas, kaya dan beragam. “Tidak hanya terkurung pada mindset atau pikiran yang kerdil,” terang gubernur.

Begitu juga Pemerintah Provinsi NTB melalui visi NTB Gemilang, saat ini telah mengirim anak-anak NTB sebanyak 300-400 orang mahasiswa yang akan berangkat ke luar negeri adalah petarung awal yang meretas jalan baru.

Pengiriman tersebut, kata Gubernur bukan karena kualitas pendidikan didalam negeri lebih rendah. Dibandingkan kualitas di luar negeri seperti Polandia, Inggris, Jepang, Korea, Cina. Bahkan dari sisi kualitas, tidak sedikit yang jauh lebih hebat dari negara-negara tersebut. Namun, pengiriman itu untuk membangun cara pandang atau mindset yang lebih luas, membangun jaringan dan kemampuan berinteraksi ditengah percaturan global yang kian kompetitif.

Gubernur Zul juga menekankan pentingnya mahasiswa untuk berani bermimpi atau bercita-cita besar dan jauh kedepan. “Pendidikan itu bagaimana digeluti dengan cara yang menyenangkan,” tandasnya. Namun, ia mengakui kadang-kadang untuk belajar ke luar negeri dipermasalahkan. “Kenapa jadi masalah?” kata Zul, “karena kita mimpi yang besar saja sudah takut. Kita harus percaya kepada harapan dan mimpi kita dengan energi yang positif sehingga mimpi besar bisa diekspresikan kedalam kenyataan.”

Setelah lulus di luar negeri pun, tidak harus kembali berkarir di daerah sendiri, tetapi akan menjadi orang-orang hebat di seluruh pelosok negeri. Tidak saja indonesia tapi juga dikancah internasional dunia. “Namun tetap rindu akan kampung halamannya. Sehingga kelak membawa kehebatan untuk membangun bangsa dan daerahnya,” ujarnya.

Wakil Bupati Bima, H.Dahlan M. Noer mengajak seluruh mahasiswa Bima untuk mulai mempersiapkan diri menjadi SDM yang unggul.Kata Wabup, tugas utama Pemda saat ini adalah meningkatkan pelayanan dengan SDM yang handal. “Masalah utama yang dihadapi pada saat ini adalah SDM,” tegasnya seraya menambahkan kedepan program beasiswa pendidikan luar negeri menjadi sangat penting digalakan dalam upaya membangun mindset SDM yang handal.hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

9 Orang Ikuti Tes UKK Pansel Direksi PDAM Lotim

SELONG,DS- Tahapan seleksi Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) telah masuk pada Tes Uji Kelayakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: