Minggu , 22 September 2019
Home / Pendidikan / Ceria Anak-Anak Minoritas Jamaat Ahmadiyah NTB
Iman Surahman, salah satu pendongeng nasional tengah menghibur puluhan anak-anak jamaat Ahmadiyah di Mataram

Ceria Anak-Anak Minoritas Jamaat Ahmadiyah NTB

Puluhan anak berkumpul di hotel Lombok Astoria, Kota Mataram, Kamis (5/9) kemarin. Di sana mereka melakukan berbagai kegiatan mulai dari mendengarkan dongeng, menggambar, hingga bernyanyi.

Mereka terlihat sangat senang dan bersemangat. Senyum kecil hingga tawa terbahak-bahak selalu muncul dari wajah mereka. Sepintas, tidak terlihat bahwa mereka adalah anak-anak kaum minoritas jamaat Ahmadiyah yang merupakan korban kekerasan selama ini.

 

Fahrul Mustofa – Mataram

Para anak-anak yang datang dari tiga wilayah di NTB. Yakni, Lombok Barat, Lombok Timur dan Kota Mataram itu berkumpul bersama-sama dalam rangka Dialog Bersama Anak NTB yang difasilitasi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melalui Bidang Perlindungan Anak dan Kelompok Minoritas pada Asisten Deputi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Suyuti (13), bocah berasal dari desa Gegelang, kecamatan Lingsar, Lombok Barat yang kini tinggal di asrama pengungsian Transito Mataram, mengaku senang dapat berkumpul dengan teman-teman minoritas dari jamaat Ahmadiyah lainnya.

Menurutnya acara tersebut sangat bermanfaat. Dia mengatakan, acara ini menjadi ajang saling berbagi dengan teman-teman minoritas lainnya. “Senang, bisa kumpul sama teman-teman lain. Jadi tidak merasa sendiri sebagai kaum minoritas. Di sini kita bisa saling berbagi,” ujar Suyuti menjawab wartawan, kemarin.

Hal yang sama diungkapkan Aminah (14), jemaah Ahmadiyah asal Lotim. Menurut dia, acara ini baik sebagai ajang berbagi pengalaman. Aminah terlihat membaur dengan cepat di acara tersebut.

“Mungkin karena sama-sama minoritas, sama-sama satu nasib jadi bisa saling berbagi. Ya, ini bagus untuk kami,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Anak dan Kelompok Minoritas pada Asisten Deputi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Kementrian PPPA, Nanang Aminudin Rahman, acara ini dapat menjadi cara mereka untuk bisa bersosialisasi secara utuh.

Sebab, kata dia, selama ini kegiatan berbagi dan saling kumpul bersama tidak pernah menyentuh kaum minoritas seperti ini. Nanang juga berharap acara ini dapat menjadi ajang kampanye sehingga hak anak minoritas dapat lebih didengar oleh pemerintah. “Mereka punya hak, anak-anak minoritas sekalipun punya hak dan dilindungi undang-undang. Tidak boleh ada perlakuan diskriminasi terhadap anak-anak ini,” tandas Nanang. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Zul Minta Umat Hindu di Pulau Sumbawa Jaga Keindahan Lingkungan Gunung Tambora

MATARAM, DS – Umat Hindu berserta masyarakat yang berada di lingkar taman nasional Gunung Tambora …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: