Jumat , 28 Februari 2020
Home / Pendidikan / APRESIASI KARYA GURU, GUBERNUR SEDIAKAN TUNJANGAN INOVASI
Lomba gelar inovasi inspirasi dari guru bertemakan “Memanfaatkan Inovasi untuk Meningkatkan Hasil Pembelajaran Terkait Literasi dan Numerasi di NTB”, di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur. Pada acara yang berlangung Selasa (25/4-2017)

APRESIASI KARYA GURU, GUBERNUR SEDIAKAN TUNJANGAN INOVASI

MATARAM,DS-Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr.TGH. M.Zainul Majdi mengapresiasi karya dan perjuangan guru yang tanpa lelah menciptakan inovasi dan kreasi dalam proses pembelajaran. Aperasiasi itu disampaikan TGB sesaat setalah mendengarkan pemaparan dan melakukan dialog hasil inovasi 3 orang guru, yakni guru Azis dari Sumbawa, Guru Aswin dari KLU dan Bu Guru Henny dari KSB.

Mereka telah menciptakan Inovasi pembelajaran yang sangat menginspirasi untuk memanfaatkan potensi yang tersedia di sekitar sebagai medium pembelajaran yang efektif. Atas Inovasi dan karya yang menginspirasi itu, Gubernur berjanji mengalokasikan anggaran khusus dari Pemerintah Provinsi NTB bersama kabupaten/kota untuk Tunjangan Inovasi bagi guru yang benar-benar bekerja.

Lomba gelar inovasi inspirasi dari guru bertemakan “Memanfaatkan Inovasi untuk Meningkatkan Hasil Pembelajaran Terkait Literasi dan Numerasi di NTB”, di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur. Pada acara yang berlangung Selasa (25/4-2017), Gubernur menyatakan inovasi pembelajaran yang diciptakan oleh para pendidik kreatif tidak hanya bermanfaat untuk anak didik di sekolah itu, tetapi bermanfaat untuk semua anak didik di NTB.

Untuk itu, TGB langsung bertanya satu persatu kepada guru yang telah menciptakan inovasi pembelajaran terpilih. Pertama kepada pak Guru Abdul Azis dari Sumbawa, yang mencptakan inovasi pembelajaran Metematikan menggunakan segala benda yang ada di sekitarnya, yang sangat mudah ditemukan. Misalnya mengajarkan berat benda, digunakan batu kali, atau tepung atau benda lainnya sebagai medium pembelajaran.

Gubernur menanyakan apa yang mendorong memilih medium tersebut sebagai media pembelajaran. Azis menjelaskan, setelah dia mengindenfikasi persoalan yang dihadapinya, ternyata ia melihat banyak potensi di sekitarnya yang mudah ditemukan, sering dilakukan, tetapi tidak dipraktekkan untuk mendukung pendidikan. “Akhirnya setelah mencoba mempraktekkan hal itu, baru 2 bulan berjalan, hasilnya sungguh luar biasa,” tuturnya. “Dari 21 siswa dikelas 5 ternyata 19 siswa meraih prestasi baik, dan tinggal 2 siswa yang belum tercapai,” terang Azis.

Demikian juga bu Guru Henny dari Sumbawa, yang menciptakan inovasi pembelajaran matematika dengan memanfaatkan stake es cream untuk mendorong minat dan merangsang kemampuan berhitung siswa. Berbeda dengan bu guru Henny, pak Guru Aswin dari KLU, justru dihadapkan pada masalah anak yang tidak percaya diri (PD) berbicara di depan kelas.

Pada mulanya, Lulusan sarjana Pendididikan (S.1) STKIP Hamzamwadi Pancor itu merasa sangat sulit menghadapi siswa yang tidak punya nyali berbicara didepan umum.

“Jangankan berbicara hanya sekedar untuk menjawab pertanyaan guru saja berani, malahan menangis bila ditanya,” cerita Azwin.
Awalnya ia dibuat bingung, tetapi dengan adanya program inovasi, ia kemudian mencoba menciptakan inovasi melalui penayangan foto-foto yang dilaminating atau gambar video untuk merangsang keberanian siswa. Ternyata dari inovasi itu, dengan modal HP pribadi, dalam 2 bulan proses pembelajaran dengan menggunakan medium foto dan gambar-gambar tadi, mampu mengubah kondisi siswa yang tadinya tidak berani atau tidak mau tampil didepan kelas — malahan sebelum disuruh atau diminta — justru siswa sendiri yang minta tampil didepan untuk bercerita atau berbicara.

Menyimak pengalaman dan cerita para guru inovatif tadi, TGB menegaskan bahwa semua karya-karya guru yang menginspirasi itu, sumbernya dan bahan-bahannya berada didekat dan tersedia di lingkungan kita masing-masing.

“Tuhan Yang Maha Esa, ternyata telah melengkapi berbagai kebutuhan lebih dari cukup untuk hidup dan berkarya, sekaligus media pembelajaran ditempat dimana kita tinggal,” ungkapnya. Untuk itu, Gubernur yang juga Ahli Tafsir Alqur’an itu mengajak para guru untuk terus mencermati dan menggali berbagai potensi yang ada di sekitarnya sebagai medium pembelajaran, pinta TGB.

Sebagai bentuk apresiasi dan komitmen pemerintah Provinsi NTB, maka pihaknya akan segera mengatur diadakannya tunjangan inovasi bagi guru-guru yang inovatif, yang mana teknis pemberiaan tunjangan serta besaran tunjangan dan jangka waktu pemberiaannya akan segera dirumuskan pihaknya bersama-sama pemerintah Kabupaten/Kota se- NTB.

PROVINSI INOVASI PERTAMA DI INDONESIA
NTB merupakan Provinsi Inovasi pertama di Indonesia yang mengimplementasikan program inovasi dalam proses pembelajaran. Program ini dimulai tahun 2016 lalu dan akan berakhir tahun 2019 mendatang, atas kerjasama Pemerintah Republik Indonesia melalui Kemendikbud dengan Pemerintah Autralia melalui DFAT pada program Inivasi.

Neryl Lewis, Konselor develovement Cooperation dari Kedutaan Australia menegaskan program inovasi di NTB dilaksanakan di 6 Kabupaten, yaitu KLU, Loteng, Sumbawa, KSB, Dompu dan Kabupaten Bima. Bentuk implementasi program ini adalah inovasi inspirasi dari guru, yakni memanfaatkan inovasi yang berasal dari guru itu sendiri untuk meningkatkan hasil pembelajaran terkait dengan literasi dan numerasi.

“Fokus kegiatannya adalah Belajar mengajar (PBM) literasi dan numerasi dikelas (SD dan SMP), kerjasama dengan guru, orang tua murid dan Pemda setempat, serta pilot project peningkatan proses pembelajaran dan riset untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ungkap Neryl.

Ia juga menegaskan salah satu hambatan pendidikan yang sering dijumpai dihampir semua daerah di Indonesia, adalah masih lemahnya budaya literasidan numerasi di kalangan masyarakat. Karenanya, wanita asal negeri kangguru tersebut sangat mengapresiasi inovasi dalam proses pembelajaran yang didukung sepenuhnya oleh pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota setempat.

“Ini merupakan contoh inovasi yang sederhana tetapi manfaatnya sangat luar biasa,” ungkap Neryl dalam sesi press conference didampingi Gubernur TGB. Ia berharap dan berkomitmen untuk mensuport dan mengawal, bagaimana inovasi yang baik ini dapat terus berlanjut dan menjangkau sebanyak mungkin masyarakat kita dan seluruh dunia pendidikan di sekolah. Hms/r.rabbah

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Gubernur Anjurkan Kades di NTB Studi Banding ke Desa yang Lebih Maju

Mataram,DS- Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menganjurkan dan mendorong para kepala desa se-NTB untuk melakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: