Selasa , 10 Desember 2019
Home / Pendidikan / Anak-anak Lebih Gemar Bermain Gawai sehingga Lambat Menulis
Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah, bersama Program Director Inovasi, Mark Heyward, saat membuka pertemuan steering committee program Inovasi Nusa Tenggara Barat

Anak-anak Lebih Gemar Bermain Gawai sehingga Lambat Menulis

Mataram,DS – “Pak Mark, ini program yang sangat bagus karena menyentuh pendidikan dasar dan kita tahu literasi, numerasi dan inklusi ini menjadi isu yang penting, penting tapi sering kali kita abaikan,” ungkap Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah, kepada Program Director Inovasi, Mark Heyward, saat membuka pertemuan steering committee program Inovasi Nusa Tenggara Barat, di Ruang Rapat Utama Gubernur NTB, Kamis (31/10/2019).

Wagub mengemukakan pada era 4.0 anak-anak lebih gemar bermain gawai sehingga lambat menulis dan lebih tertarik pada gambar. Ia pun mengajak untuk lebih peduli.

“Bagaimana kita proteksi, supaya anak-anak kita betul-betul bisa belajar dari rumahnya (tematik) dua arah. Kemudian numerasi, bagaimana mereka mencintai matematika dan belajar menggunakan logika, sehingga benar-benar dari pemahaman dan kuat dasarnya,” tambah Wagub.

Program ini dinilai sangat bagus, terlebih mengikutsertakan perguruan tinggi dalam memberdayakan sumber daya di daerah yang menjadi hal yang penting sebagai ujung tombak dalam melanjutkan program ini kedepan.

“Saya yakin, universitas-universitas di NTB sudah semakin bagus kedepan dan dapat diberdayakan untuk mendampingi program ini,” tutur Wagub seraya berharap agar program ini dapat dilanjutkan dan dilaksanakan tidak hanya di enam kabupaten/kota tetapi bisa menyeluruh di 10 kabupaten/kota di NTB.

Sementara itu, Program Director Inovasi, Mark Heyward, menyampaikan bahwa pihaknya siap untuk melanjutkan kerjasama, mendesain bersama program yang dapat ditindaklanjuti sendiri.

“Kita siap untuk kerjasama dan bersama-sama kita akan cari bagaimana untuk peningkatannya dan kabupaten/kota yang tidak mengikuti tahap awal program ini. Kita harap juga nantinya akan turut berpartisipasi menjadi bagian dalam program ini,” ungkap Mark.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Rusman, SH, MH, mengajak kabupaten/kota untuk bersama-sama berinovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Saya berharap Inovasi menggerakkan kita untuk bagaimana hal-hal biasa kita jadikan hal yang tak biasa atau out of the box, untuk menemukan cara-cara luar biasa dan bersama kabupaten/kota kita membangun kemitraan yang baik dalam peningkatan pendidikan kita,” tutup Rusman.

Program INOVASI fase pertama di NTB telah berlangsung sejak 8 Juni 2016 dan akan berakhir pada 31 Desember 2019. Telah banyak capaian di bidang literasi, numerasi dan inklusi sebagai fokus utama program. Sebagian di antaranya telah ditindaklanjuti secara mandiri oleh pemerintah kabupaten dan provinsi.

“Melalui SC meeting ini, makna strategis yang ingin dicapai adalah pentingnya upaya meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi antar kabupaten dan provinsi dalam rangka mewujudkan inklusi sebagai bagian penting kesetaraan pendidikan bagi seluruh anak didik di NTB sebagaimana harapan Peraturan Gubernur No. 2 Tahun 2016,” ujar Edy Herianto, Provincial Manager INOVASI di NTB.

Rapat koordinasi ini juga digunakan untuk melakukan evaluasi dalam rangka mencapai suatu kerangka keberlanjutan program, selain juga menjadi wadah diseminasi praktik-praktik baik di tingkat kelas, sekolah, maupun gugus yang telah terbukti memberi dampak positif dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan – terutama dalam hal pembelajaran literasi, numerasi, dan inklusif.
hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Gubernur Harap NU Kawal Jalannya Pembangunan

Mataram,DS – Gubernur NTB , Dr. H. Zulkieflimansyah menjalin silaturrahim dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: