Sabtu , 24 Agustus 2019
Home / Pendidikan / Akhirnya, Sekolah akan Luluskan Aldi
Kepala Perwakilan Ombudsman NTB Adhar Hakim saat bertemu dengan Kadis Dikbud NTB Rusman untuk mengklarifikasi polemik ketidak lulusan Aldi Irpan, siswa kelas XII jurusan IPS SMAN 1 Sembalun, Lotim

Akhirnya, Sekolah akan Luluskan Aldi

MATARAM, DS – Pihak SMAN 1 Sembalun Kabupaten Lombok Tmur akan menganulir keputusannya terkait pencabutan ketidaklulusan Aldi Irpan, siswa kelas XII jurusan IPS, menjadi lulus. Keputusan itu dibuat menyusul ada pertemuan antara kepala sekolah (kepsek) SMAN 1 Sembalun Sadikin Ali dengan pihak Ombudsman NTB pada Kamis (23/5) lalu.

Aldi Irpan yang dikonfirmasi terkait rencana pembatalan kelulusannya itu mengaku telah mendapat kabar dari Koordinator Divisi Advokasi dan Hukum, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Joko Jumadi, terkait pihak sekolah yang akan membatalkan keputusan dan menyatakan Aldi lulus.

Oleh karena itu, Aldi berencana bertemu pihak sekolah mengenai keputusan pembatalan tersebut pada Sabtu (25/5). “Pokoknya, saya bersyukur banget bersama keluarga. Alhamdulillah,” ujar Aldi menjawab wartawan, Jumat (24/5).

Sebelumnya, Aldi merasa ketidaklulusannya lantaran sikapnya yang kerap mengkritik kebijakan sekolah. Sementara pihak sekolah menilai Aldi tak layak lulus lantaran kerap melakukan pelanggaran disiplin.
Koordinator Divisi Advokasi dan Hukum, LPA NTB, Joko Jumadi, membenarkan kabar pencabutan keputusan pihak sekolah tersebut. Keputusan pencabutan itu akan mengakhiri polemik yang terus berlangsung antara pihak sekolah dan siswa serta orang tuanya.

Menurut Joko, berdasarkan pertemuan kepala sekolah (kepsek) SMAN 1 Sembalun Sadikin Ali dengan Ombudsman NTB pada Kamis (23/5), pihak sekolah berjanji membatalkan keputusan sebelumnya.”Alhamdulillah akhirnya kepsek SMA 1 Sembalun sadar akan kesalahannya dan insyaallah hari Sabtu akan diserahkan keputusan kelulusan Aldi,” kata Joko.

Joko menyatakan, dewan guru di SMAN 1 Sembalun akan menggelar rapat pada Jumat (24/6) guna menganulir keputusan ketidaklulusan Aldi beberapa waktu lalu. “Tadi sore, kepala sekolah dipanggil Ombudsman dan dalam pertemuan tersebut kepsek akhirnya menyatakan besok akan menggelar rapat dewan guru untuk menganulir keputusan yang sudah dikeluarkan,” ucap Joko.

Terpisah, Kepala Perwakilan Ombudsman NTB, Adhar Hakim, mengaku sudah membuat kesepakatan dengan pihak sekolah berdasarkan hasil pertemuan. Pihak sekolah, kata Adhar, sudah menyetujui kesepakatan meluluskan Aldi yang dituangkan dalam berita acara hasil pemeriksaan.

“Tapi kami berikan peluang menyelesaikan sesuai mekanisme internal agar tidak ada lagi pelanggaran baru. InsyaAllah Sabtu akan dilakukan proses penyerahan,” ucap Adhar.

Adhar menyebutkan keputusan administrasi yang dibuat sekolah sebelumnya apabila melanggar hukum batal demi hukum. Adhar melihat ada mekanisme penilaian terhadap siswa yang kurang tepat dan tidak lengkap sesuai mekanisme yang ada. Sekolah, menurut Adhar, merupakan lembaga pendidikan yang setiap mekanisme administrasinya harus punya landasan yang tepat.

“Didik disiplin boleh-boleh saja, tapi tidak boleh berdasarkan subjektivitas personal. Harus ada dasar pijakan, harus juga menggunakan pendekatan-pendekatan yang lebih tepat,” kata Adhar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Rusman, mengaku belum mengetahui keputusan antara Ombudsman NTB dan pihak sekolah terkait nasib Aldi. Meski begitu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, kata Rusman, akan menghormati apapun keputusan yang diambil Ombudsman NTB dan sekolah perihal nasib Aldi ke depan. “Saya belum tahu itu, jika demikian adanya, saya hormati (keputusan) itu,” ungkap Rahman.

Diketahui, nama Aldi menjadi pembicaraan lantaran dinyatakan tidak lulus saat pengumuman pada Senin (13/5). Aldi merasa ketidaklulusannya lantaran sikapnya yang kerap mengkritik kebijakan sekolah. Namun pihak sekolah menilai Aldi tak layak lulus lantaran kerap melakukan pelanggaran disiplin. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Perempuan Harus Memiliki Posisi Tawar

SELONG,DS-Ketidakadilan gender dan kekerasan terhadap perempuan salah satunya disebabkan oleh lemahnya posisi tawar perempuan. Hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: