Selasa , 18 Juni 2019
Home / Pendidikan / 120 Aktifis Mahasiswa Lolos Seleksi ke Malaysia, 16 Mahasiswa ke Tiongkok
Kabag Pemberitaan Biro Humas NTB (kiri) didampingi Sekretaris LPP NTB Sri Hastuti dan Staf Khusus Gubernur Firman saat memberikan keterangan pers pada wartawan

120 Aktifis Mahasiswa Lolos Seleksi ke Malaysia, 16 Mahasiswa ke Tiongkok

MATARAM, DS – Sebanyak 120 orang aktifis dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan lingkungan serta NGO di berbagai perguruan tinggi di NTB dinyatakan lulus seleksi untuk melanjutkan studi ke luar negeri melalui program beasiswa yang dilakukan Pemprov NTB.

Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB, Sri Hastuti, mengatakan, sebanyak 120 orang aktifis yang lulus seleksi tersebut telah mengikuti sejumlah tahapan proses seleksi yang dipersyaratkan oleh tim seleksi dari Pemprov dan LPP NTB.

“Umumnya mereka yang lulus dari berbagai organisani aktifis di NTB itu akan dikirim melanjutkan studi S-2 ke perguruan tinggi di Malaysia,” ujarnya menjawab wartawan, Selasa (11/6).

Sri menyatakan, ide awal dari program beasiswa bagi aktifis itu adalah memang rencana gubernur untuk memberikan kesempatan pada para aktifis yang selama ini melakukan aksi unjuk rasa untuk dapat mencerdaskan ilmu dan kemampuan akademik mereka.

Apalagi, kata dia, program seleksi reguler yang dilakukan oleh pihaknya melalui website yang ada justru minim peminat. Oleh karena itu, pola seleksi yang dilakukan untuk penjaringan beasiswa aktifis agak dibuat sedikit mudah. Yakni, semua tahapan dilakukan menggunakan bahasa Indonesia.

“Fokus seleksi diutamakan pada performance mereka. Tapi tetap tahapannya tetap sama kayak seleksi mahasiswa ke luar negeri selama ini,” kata Sri.

Menurut dia, proses penjaringan untuk studi magister S-2 ke Malaysia dilakukan pada tanggal 30-31 Mei tahun ini. Teknisnya, LPP selaku lembaga harian pelaksana yang digandeng pemprov telah melakukan seleksi wawancara pada sebanyai 413 orang mahasiswa yang telah terdaftar dalan 10 hari sejak Oktober lalu.

Tak hanya itu, lanjut Sri, tahapan proses seleksi lainnya diantaranya seleksi berkas, wawancara, bahasa (MUET) yakni bahasa Inggris telah pula dijalankan.

Khusus tes kemampuan bahasa Inggris yang diukur melalui nilai IELS/Toefel IBT untuk siswa yang biasanya melanjutkan studi Pelaksanaan Malaysia University English Test (MUET) dapat dilakukan di Mataram dan tidak sampai di negar Malaysia.

“Kenapa kita bisa lakukan disini, karena kita punya kerjasama dengan Kementrian Pendidikan Malaysia, sehingga MUET bisa dilakukan di Mataram dengan biaya hanya sebesar Rp 1.100.000 dari biaya sebenarnya mencapai Rp 3.000.000 per orangnya,” jelas Sri.

Terkait kuota awal sebanyak 20 orang untuk beasiswa ke Malaysia. Menurut Sri, setelah melakukan berbagai pertimbangan, maka kuota yang ada tersebut dipastikan akan ditambah dengan pola pemberangkatkan bertahap.

“Yang pasti, mahasiwa beasiswa studi S-2 untuk aktifis ke Malaysia ini semua biayanya. Mulai dari pemberangkatan, studi, visa dan kos mereka kita tanggung. Bahkan, selama disana kita akan dampingi untuk terus kita lakukan monitoring hingga kepulangannya,” tandas Sri Hastuti yang didampingi Staf Khusus Gubernur Firman dan Kabag Pemberitaan Hj. Hasniwati.

16 ke Tiongkok
Sementara itu, sebanyak 16 orang mahasiswa asal NTB juga dinyatakan lulus mengikuti program beasiswa lanjutan ke negara Tiongkok. Mereka diantaranya, sebanyak 11 orang untuk jenjang pendidikan magister (S-2) dan 5 orang untuk jenjang pendidikan doktoral (S-3).

Staf Khusus Gubernur, Firman, menjelaskan seluruh studi mahasiswa asal NTB tersebut dibiayai oleh pemerintah Tiongkok melalui kerjasama LPP NTB dengan China Goverment Scholarship.

“Nantinya, mahasiwa NTB akan melanjutkan studi mereka ke jurusa IT, Kedokteran, Sains, Ekonomi dan Bisnis sesuai mou yang sudah dilakukan oleh pemprov dengan pemerintah Tiongkok beberapa waktu lalu itu,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris LPP NTB Sri Hastuti berharap dengan adanya pengiriman mahasiswa NTB ke Tiongkok hal tersebut dapat membuka paradigma jika pendidikan di negera tirai bambu itu tidak seseram yang dibayangkan.

“Harapan kita anak-anak kita yang bisa mengenyam pendidikan di Tiongkok dapat menimba ilmu bisnis, sehingga saat balik ke NTB mahasiswa NTB akan bisa mengembangkan startup baru,” tandasnya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Danrem 162/WB Gelar Olahraga Bersama Kesatuan TNI

MATARAM, DS – Kesehatan merupakan faktor utama dalam melaksanakan semua aktivitas baik dirumah, dikantor maupun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: