Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pendataan Penduduk Lotim Telan Rp 750 Juta dari Dana Covid

47

SELONG, DS – Ketua DPRD Lombok Timur, Murnan, masih meragukan data penerima bantuan sosial (bansos) di Lombok Timur. Karena belum jelasnya penambahan maupun pengurangan data penerima pada berbagai jenis bansos yang disalurkan untuk penanganan Covid-19.


Ditemui di ruangannya, Rabu (01/07/2020), Murnan masih meragukan keakuratan pendataan penduduk yang menelan anggaran sebesar Rp. 750 juta yang bersumber dari anggaran penanganan Covid-19 tersebut. Meskipun ia telah meminta data tersebut, namun dirinya mengaku belum menerima data yang diharapkan.


“Kita belum lihat. Dua pekan yang lalu saya minta ke pak Sekda dan Dinsos. Tapi sampai saat ini belum saya dikasi. Ya, saya ragukan kalau masalah data itu,” tukasnya seraya menambahkan DPRD Lombok Timur bahkan meminta dinas sosial untuk lebih transfaran terkait data penerima bansos tersebut. Padahal data tersebut dijanjikan untuk divalidasi sesuai kondisi di masyarakat.


“Kemarin katanya mau di real-kan. Penerimanya sesuai dengan data di lapangan. Cuma sampai dengan hari ini, di data tambahan yang di BPNT, BLT, dan BST itu, termasuk JPS Gemilang, itu kan ada tambahan. Tambahan itu yang kemana,” pungkasnya.


Penganggaran sebesar Rp. 750 juta tersebut, diniatkan agar data kependudukan Lombok Timur benar-benar valid. Sehingga, selain bansos dapat tersalurkan dengan tepat, data tersebut juga dapat menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan Lombok Timur.


Hingga saat ini, ia mengaku belum mengetahui apakah sudah terjadi singkronisasi data antar instansi. Dimana, setiap instansi terindikasi memiliki data yang berbeda. Terutama, pada data kemiskinan penduduk.


“Jangan sampai saling lempar tanggung jawab juga. Pusat bilang tergantung Kabupaten. Kabupaten bilang tergantung pusat. Ini mana yang benar,” kata dia. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.