Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pemulihan NTB Pascagempa Dilakukan Bertahap

0 4

MATARAM, DS – Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi (Rehab Rekon) untuk mempercepat pemulihan provinsi NTB pasca gempa akan dilakukan secara bertahap. Dipastikan, empat menteri koordinator (Menko) kabinet kerja akan melakukan tahapan-tahapan tindak lanjut pemulihan bencana secara keroyokan di NTB sesuai bidangnya masing-masing.

Wakil Gubernur NTB, H. Muhamad Amin Msi, mengatakan, jika merujuk hasil Rapat Rekonstruksi dan Rehabilitasi Provinsi NTB Pasca Gempa di Kantor Wapres RI di Jakarta pada Senin (27/8), percepatan pemulihan NTB pasca gempa menjadi fokus utama perhatian pemerintah.

Terlebih, Pasca dikeluarkannya Inpres Nomor 5 tentang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa Bumi di Lombok. “Dari rapat itu, ditergetkan, pembangunan pemulihannya harus tuntas sampai bulan Maret 2019. Sementara, pembangunan semua fasilitas umum, fasilitas kesehatan, sekolah, rumah ibadah, kantor pemerintah dan lain sebagainya akan mulai dibangun awal bulan depan,” ujar Amin menjawab wartawan, Kamis (30/8).

Pemprov NTB, kata Wagub, sangat mengapresiasi komitmen Pemerintah Pusat untuk mempercepat pemulihan NTB. Salah satunya melalui pemberian bantuan pada rumah yang rusak berat sebesar Rp 50 juta yang dilakukan secara bertahap.

Menurut Wagub, sesuai informasi Menko PMK Puan Maharani, sejak tanggal 25 Agustus yang lalu, wilayah NTB sudah masuk dalam tahap pemulihan.“Oleh karena itu direncanakan 1 bulan kedepan akan ada tahapan persiapan, pelatihan, bahkan penyiapan logistik bahan bangunan untuk bisa melakukan pembangunan rumah penduduk,” tandas Muhamad Amin.fm

Pusat Dampingi Bangun Rumah

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mendampingi masyarakat Lombok dan sekitarnya dalam pembangunan rumah kembali. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami bagaimana struktur rumah yang aman dari gempa.

“Gempa tidak membunuh, yang membunuh itu bangunan yang tidak kokoh saat gempa. Maka kita harus pastikan rumah ini lebih baik. Tugas Kementerian PUPR memastikan masyarakat membangun rumah itu dengan lebih baik,” kata Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis Hidayat Sumadilaga, di acara diskusi Rekonstruksi Fasilitas Dasar Pasca Gempa Lombok 2018, Kamis (30/8).

Hingga saat ini, jumlah rumah rusak yang terdata adalah 125 ribu rumah. Sementara itu, dari jumlah rumah rusak tersebut sebanyak 34 ribu sudah terverifikasi dan 12 ribu masyarakat telah mendapatkan dana stimulan untuk membangun rumahnya kembali.

Meskipun begitu, angka tersebut diperkirakan akan terus berubah seiring dilakukannya verifikasi. Oleh karena itu, salah satu kendala muncul yakni kurangnya fasilitator yang akan mendampingi masyarakat membangun rumahnya kembali.

Danis mengatakan pihaknya dalam proses untuk merekrut fasilitator. Kementerian PUPR membuka peluang seluas-luasnya bagi mahasiswa teknik yang ingin ikut menjadi relawan. Danis mengatakan, pihaknya membutuhkan relawan untuk membantu Kementerian PUPR dan menjadi fasilitator masyarakat Lombok yang membutuhkan.

Sementara itu, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Harmensyah mengatakan salah satu kendala yang dirasakan adalah kebutuhan tukang yang harus dilatih agar pembangunan bisa dilakukan secara cepat. Selain itu, dengan sistem pembangunan pemberdayaan masyarakat ini tentunya juga harus memperhatikan suasana yang masih berduka.

Kendalanya adalah tukang, kita harus latih sehingga ini juga hambatan percepatan pembangunan rumahnya. Kemudian juga karena masyarakat sekarang berduka, jadi percepatannya sedikit mengalami gangguan karena masyarakat ada di titik-titik pengungsian,” kata Harmensyah. RUL.

Leave A Reply