Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 4 Jun 2019 16:30 WITA ·

Pemudik di Bandara Lombok Sepi


					Gubernur saat mengecek kesiapan Bandara Internasional Lombok menyambut pelaksanaan mudik tahun ini Perbesar

Gubernur saat mengecek kesiapan Bandara Internasional Lombok menyambut pelaksanaan mudik tahun ini

LOTENG, DS- Aktivitas di Bandar Internasional Lombok (BIL) pada Senin (3/6), belum tampak lonjakan penumpang maskapai penerbangan yang hendak mudik Lebaran 2019.

Aktifitas bandara tampak lengang, hanya terdapat beberapa penumpang maskapai penerbangan yang menunggu jembutan setelah mendarat, serta terdapat sejumlah pekerja yang melakukan rutinitas, seperti cleaning servis.

Di gerbang keberangkatan tampak sejumlah petugas menunggu penumpang yang hendak melakukan boarding. Secara bergantian penumpang masuk, namun suasana tampak lengang.

Laporan dari petugas posko Lebaran yang terdapat di BIL sejak posko didirikan susana masih sama, tidak tampak ada lonjakan penumpang. Tidak hanya gerbang keberangkatan, pintu gerbang kedatangan pun tampak sepi. Tidak ada keluarga atau kerabat yang menunggu kedatangan keluarganya.

Diduga masih tingginya harga tiket menjadi penyebab pemudik lebih memilih kendaraan umum lainnya seperti melalui jalur darat dan laut. Sehingga, jumlah penumpang yang menggunakan transportasi udara mengalami penurunan mencapai 22 persen dibandingkan tahun 2018 lalu.

Senior Airport Opration and Services Dephed BIL, Misranadi menyebutkan, berkurangnya jumlah pemudik di LIA diduga karena harga tiket pesawat yang melonjak tinggi. “Pada mudik tahun ini memang ada tren penurunan jumlah penumpang dari tahun sebelumnya. Kalau masyarakat bilang karena harga tiket pesawat yang mahal,” ujar Misranadi menjawab wartawan, Senin (3/6).

Ia menyebutkan penurunan jumlah penumpang yang tercatat sejak tanggal Rabu (29/5) dan sampai hari ini mencapai 22 persen dengan jumlah 26.425 penumpang. “Penurunan jumlah pemudik dibandingkan tahun periode sebelumnya pada tahun 2018 mencapai 22 persen dengan jumlah penumpang 26.425 sejak tanggal 29 Mei kemarin sampai saat ini,” kata Misranadi.

Sedangkan jumlah pesawat yang beroperasi turun hingga 24,5 persen dengan jumlah operasi pesawat 237 terhitung sejak Rabu (29/5). “Menurut kami penurunan jumlah pemudik dibandingkan tahun sebelumnya dikarenakan masih mahalnya harga tiket pesawat,” tandas Misranadi. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Harga Jagung Anjlok, Gubernur NTB Beri Solusi Jalur Ekspor

15 Mei 2022 - 19:09 WITA

Bakal Buat Baper, Sultan Food Siap Luncurkan Minuman yang Segar-Segar

13 Mei 2022 - 17:39 WITA

Gubernur NTB : Ide Besar Muncul Saat Diskusi Sederhana

12 Mei 2022 - 06:34 WITA

Organisasi Perempuan NTB Diharap Bantu Pemberdayaan Ekonomi

11 Mei 2022 - 08:20 WITA

Temui Delapan Tim HBK Peduli di Pulau Lombok, HBK Ingin Program Membantu Rakyat Terus Dilakukan

5 Mei 2022 - 13:52 WITA

Kebakaran Renda, Gubernut NTB Perintahkan Salurkan Bantunan

2 Mei 2022 - 00:10 WITA

Trending di Ekonomi