Pemprov Siapkan Fase Kedua, Pusat Nilai NTB Masuk Aman Kasus Covid-19

2 min read

MATARAM, DS – Pemprov NTB menyiapkan fase kedua guna mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19 menyusul jumlah orang yang diperiksa mengalami peningkatan di semua wilayah Indonesia.

“Jadi, untuk mengantisipasi itu, kita (NTB) harus siap dengan seluruh skenario, termasuk skenario terburuk apabila ada warga NTB yang positif Covid-19,” ujar Gubernur NTB Zulkieflimansyah usai memimpin Rapat Koordinasi bersama Kapolda NTB, Danrem 162/Wb bersama stakeholders terkait mengenai Penanganan Virus Covid19, di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB (23/3).

Gubernur meminta masyarakat tidak alergi terhadap orang yang dinyatakan positif Covid-19. Sebab, jika nantinya ditemukan orang positif terinfeksi virus maka yang penting untuk dilakukan adalah mengidentifikasi, melakukan trassing serta melokalisir korban.

“Pokoknya, jangan sampai ada persepsi yang salah sehingga menimbulkan kepanikan yang berlebihan,” tegas Zul. “Kalau dibikin seakan-akan yang terkena dampak ini berbahaya, jangan sampai informasinya seakan-akan orang yang terkena virus ini adalah pesakitan,” sambungnya.

Terkait kesiapan NTB menghadapi fase kedua wabah Covid-19. Gubernur mengakui, Provinsi NTB siap menghadapi situasi terburuk. “Segala sesuatu disiapkan pada skenario yang terburuk, “ ucapnya.

Gubernur tak lupa mengingatkan tentang kebijakan social distancing agar seluruh kegiatan-kegiatan keramaian supaya tidak dilaksanakan sementara waktu. Termasuk tempat-tempat hiburan, tempat peribadatan, dan berbagai acara-acara yang memungkinkan orang berkumpul dan berkerumun.

“Dimanapun, mau tempat hiburan, tempat ibadah, tempat kawinan yang memungkinkan orang berkerumun dan berkumpul. Jadi itu yang dihindari,” jelasnya.

*Masih Biru

Sementara itu, Kepala BPBD NTB, H. Ahsnul Khalik, mengatakan, terkait adanya dua kabar yang beredar jika ada dua warga NTB yang positif virus corona, hal itu dipastikan tidak benar.

“Sesuai koordinasi saya dengan Jubir Nasional serta Kepala BNPB RI tidak ada data NTB terkena virus corona. Itu artinya, Provinsi NTB masih masuk katagori biru alias zero kasus,” tegas Ahsanul saat memberikan ketrangan persnya, petang.

Meski demikian, khusus warga Lotim yang masuk katagori PDP, menurutnya, sesuai protap oleh Pemkab Lotim telah dilakukan penyemprotan desinfektan di sekitar rumah yang bersangkutan. “Sebaiknya, kita janganlah berandai-andai sebelum pengumuman resmi dari Pusat,” kata Ahsnul

Kuatkan Komunitas

Dalam kesempatan itu Ahsanul Khalik menjelaskan tentang penguatan peran komunitas untuk menghadapi wabah pada situasi skenario terburuk. Para tokoh seperti tuan guru, tokoh masyarakat kemudian ormas-ormas yang ada, diminta perannya dalam membantu menekan laju penyebaran Covid-19.

Menurutnya, dana desa sudah bisa dipakai untuk membantu pemerintah menangani penyebaran virus ini seperti melakukan penyemprotan desinfektas. “Sudah ada arahan dari pak Gubernur, pak Sekda, itu dana dana desa sudah boleh dipergunakan untuk kewaspadaan covid19. Sudah ada edarannya dari kementerian desa,” jelasnya. RUL.

Tinggalkan Balasan