Menu

Mode Gelap

Dinamika · 26 Sep 2022 18:02 WITA ·

Pemprov NTB Tanggapi Isu “Catcalling” di Gili Trawangan


					Situasi Gili Trawangan. kmf Perbesar

Situasi Gili Trawangan. kmf

KLU, DS-Pesona Gili Trawangan yang berada di deretan gugusan pulau Tiga Gili, sudah tidak diragukan lagi. Keindahan pantai dan air lautnya yang jernih menjadi magnet bagi pelancong dunia. Begitupun kearifan lokal dan keramahan warga desa Gili Indah dalam menyambut pengunjung yang datang ke pulau yang dijuluki potongan surga oleh wisatawan dalam negeri hingga luar negeri.

Melihat potensi wisata yang luar biasa, warga dan pemerintah membangun lokasi tersebut secara perlahan. Adat dan budaya serta kearifan lokal menjadikan keunikan tersendiri ini. Suasana alami khas pantai Nusantara, banyak memikat semua orang untuk berlibur ke pulau ini.

Tidak hanya itu, untuk memanjakan pengunjung, Gili Trawangan juga menyediakan beragam akomodasi, restoran, dan aktivitas berlibur, seperti menyelam untuk melihat keindahan alam bawah lautnya yang sangat mempesona. Air lautnya sangat jernih dan bebas polutan sehingga biota laut hidup sangat nyaman tanpa terganggu.

Selain biota lautnya yang sangat terjaga kelestariannya, arus air laut nya pun bisa dibilang cukup tenang sehingga akan menambah keseruan Anda selama menyelam.

Di Gili juga pengunjung dapat menikmati udara segar dan bebas dari Kemacetan dan polusi Kendaraan. Pelaku wisata dan masyarakat setempat hanya menyediakan sepeda dan cidomo atau delman sebagai alat transportasi mengelilingi pulau dengan panjang 3 km dan lebar 2 km.

Selain wisata alam dan pantai, masyarakat disuguhi juga spot wisata yang eksotik, fasilitas penginapan yang murah hingg yang mahal. Begitupun dengan wisata kulinernya yang tidak kalah menarik. Rangkaian kuliner murah meriah khas local hingga internasional tersedia. Beragam menu makanan mulai dari menu seafood dengan ikan yang masih fresh, hingga makanan lain seperti ayam goreng dan bakar, bahkan makanan tradisional Lombok pun tersedia di sini.

Namun, beberapa hari yang lalu, dunia pariwisata NTB, dikejutkan oleh persoalan dugaan “catcalling” yang viral beberapa hari yang lalu di media sosial. Unggahan wisatawan perempuan Mia Earliana yang mengalami pelecehan verbal saat liburan di Gili Trawangan, Lombok Utara, dinilai merusak nama baik dan citra pariwisata yang sudah dikenal dunia internasional.

Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU), bergerak cepat mengembalikan nama baik dan citra pariwisata NTB akibat persoalan dugaan catcalling yang viral tersebut. Bahkan persoalan tersebut diatensi khusus oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah.

Melalui Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Yusron Hadi, melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pemda KLU, memastikan kebenaran informasi tersebut dan melakukan langkah dan upaya untuk menghadapi persoalan yang sudah viral didunia maya. Mereka menggandeng juga asosiasi usaha wisata di Gili Trawangan, pelaku wisata dan Kepala Desa Gili Indah, melakukan upaya pembinaan dan edukasi terkait persoalan tersebut kepada pelaku wisata dan masyarakat Gili Terawangan.

Upaya dan langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kejadian serupa tidak terulang dimasa yang akan datang. Yusron juga mengajak supaya para pelaku usaha wisata stakeholder terkait di NTB memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan, untuk menghadirkan hospitality yang berkualitas dan menjamin wisatawan nyaman ketika berlibur di NTB.

Yusron juga dengan tegas mengatakan bahwa kejadian itu sedang ditangani Polda NTB. Jadi, katta dia, tidak bisa menggeneralkan contoh dugaan persoalan ini terjadi dipulau Gili Terawangan secara keseluruhan, oleh oknum di tempat kejadian tersebut. Belum ada kejadian seperti yang dilakukan oleh masyarakat dan pelaku pariwisata di sana mengingat puluhan tahun masyarakat bersahabat dan ramah dengan wisatawan yang berkunjung.

Setelah unggahan video awalnya viral, Wisatawan perempuan yang diduga mengalami Catcalling tersebut, memposting klarifikasinya dan pernyataan bahwa Gili Terawangan aman untuk dikunjungi. Walaupun sebagian masyarakat NTB yang resah,terutama masyarakat pariwisata di Gili Trawangan merespon dan melaporkannya kepada pihak berwajib.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata Ekraf RI Sandiaga Salahudin Uno, mengapresiasi kinerja dan tanggapan cepat Pemprov. NTB bersama dengan Pemda KLU. Merespon cepat dan menelusuri dan mengatasi persoalan tersebut, serta melakukan upaya pembinaan dan kordinasi dengan pelaku wisata dan dunia usaha di Gili Trawangan.

Menpar Ekraf juga meminta agar pelaku wisata dan masyarakat menjaga bersama-sama citra baik, nama baik dan reputasi pariwisata Gili Trawangan, Provinsi NTB dan umumnya Indonesia yang ramah dan sudah dikenal sejak dulu, sebagai surganya pariwisata dunia.

Sementara itu, pengamat pariwisata Provinsi NTB, Taufan Rahmadi mengapresiasi upaya dan langkah cepat yang ditempuh Pemperov.NTB dan Pemda KLU, berkoordinasi menangani persoalan tersebut. Menurutnya, keluhan dan dugaan pelecehan yang dialami wisatawan tersebut, memang harus ditanggapi serius dan bijak oleh pemerintah, pemangku kebijakan dan pelaku wisata di Gili Trawangan.

Taufan Rahmadi mengaku sudah melihat respon cepat dari pemerintah propinsi NTB yang melakukan koordinasi dengan jajaran Pemkab KLU dan para pelaku wisata di 3 Gili untuk membicarakan langkah – langkah nyata dalam menanggapi hal ini.

Oleh sebab itu, keluhan ini harus ditelusuri asal usulnya agar publik mengerti duduk perkara sebenarnya, lalu jika memang ada oknum yang benar melakukan hal – hal yang membuat wisatawan merasa tidak nyaman, para pemangku awig-awig desa ataupun pejabat terkait melakukan teguran sekaligus pembinaan kepada oknum – oknum tersebut.

Ia yakin bahwa masyarakat di Gili adalah masyarakat yang ramah dan memahami bagaimana harus berprilaku yang santun kepada wisatawan, terlebih selama ini masyarakat di Gili sangat bergantung pada sektor pariwisata. Jadi, kata dia, sangat tidak mungkin mereka akan merusak periuk tempat mereka mengais rezeki

Pemerhati pariwisata tersebut meminta agar semua pihak melakukan konsolidasi antar stakeholder pelaku pariwisata pariwisata di Gili untuk memperkuat awig-awig yang menyesuaikan dengan kondisi terkini pasca pandemic. Selanjutnya penguatan kelembagaan DMO Gili yang bisa menjadi cikal bakal pembentukan Badan Otoritas Pengelola Wisata Tiga Gili yang bertugas menyepakati segala aturan- aturan terkait manajemen destinasi, mulai pengaturan masuk wisatawan, manajemen sampah, SOP mitigasi dan lainnya.

Kemudian, harus ada Gili Hotline untuk menjadi media komunikasi 24 jam bagi para wisatawan disaat mereka ingin mengadukan keluhan-keluhan yang mereka rasakan selama berwisata di Gili.

Sementara Polda NTB terus mendalami dugaan tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait video catcalling di Gili Trawangan yang dilaporkan oleh kelompok masyarakat Kabupaten Lombok Utara.

Konten video TikTok @miaerliana berdurasi 2 menit 50 detik tersebut, menimbulkan reaksi sejumlah masyarakat, dan melaporkannya ke Polda NTB terkait dugaan penghinaan dan atau pencemaran nama baik, berdasarkan dugaan pelanggaran pidana Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Pengunjung Wisata Gili Terwangan, Mia Erlina, yang merupakan pemilik akun @miaerlina, memosting kejadian catcalling disalah satu penginapan saat ia berwisata ke Gili Trawangan. Dalam video tersebut, ia meminta wisatawan tidak datang ke Gili Trawangan.

Humas Polda NTB, Artanto menjelaskan bahwa laporan tersebut masih ditelaah. Dalam waktu dekat, Polda NTB akan memanggil dan mengklarifikasi kedua belah pihak.

Catcalling termasuk dalam salah satu bentuk pelecehan seksual jenis street harrastment, yakni melontarkan komentar sensual dengan nada menggoda yang dilakukan di tempat umum. Pelaku catcalling disebut sebagai catcaller. Catcalling memang paling sering dialami oleh wanita. Catcalling merupakan bentuk pelecehan seksual di ruang publik, biasanya dilakukan di jalanan atau fasilitas umum lainnya. Pelakunya bisa siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan.kmf

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DKD PWI NTB Serahkan Bonus kepada Peraih Perunggu Porwanas XIII

26 November 2022 - 07:57 WITA

DPD GMNI NTB Gelar Diskusi “Strategi Pemuda Dalam Mendukung KTT G20 dan Pemulihan Nasional”

25 November 2022 - 16:33 WITA

Masifkan Penjaringan Atlit Golf Muda

23 November 2022 - 16:35 WITA

Press Trip JMSI NTB Banyuwangi-Malang (5-selesai), Porwanas XIII, Silaturrahmi dalam Laga

22 November 2022 - 06:05 WITA

Press Trip JMSI NTB Banyuwangi-Malang (4), Kota yang Hidup, Kuliner yang Menggoda

20 November 2022 - 22:42 WITA

NTB Ikuti Sepuluh Cabor Porwanas di Malang

20 November 2022 - 08:42 WITA

Trending di Dinamika