Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pemprov Buka Kelonggaram Ekonomi tapi Perketat Protokol Covid-19

13

Sekda NTB HL Gita Ariadi (kanan) didampingi Wagub Sitti Rohmi Djalilah saat memimpin rapat pimpinan OPD Pemprov yang dihadiri BPS NTB

MATARAM, DS – Pemprov berencana mulai melonggarkan aktifitas kehidupan perekonomian masyarakat di 10 kabupaten/kota di NTB. Hanya saja, pergerakan perekonomian tersebut tetap mengacu pada standar pencegahan penyebaran Covid-19.

          Sekda NTB HL. Gita Ariadi mengatakan, pilihan untuk melakukan pelonggaran aktifitas perekonomian, dipicu sikap berdiam diri tanpa adanya pemasukan juga akan memperparah kondisi kehidupan masyarakat. “Makanya, pelonggaran beraktifitas kita mulai sosialisasikan namun tetap mempertahankan Protokol Covid-19 wajib juga dijalankan secara ketat,” ujar Gita menjawab wartawan usai rapat koordinasi bersama OPD lingkup Pemprov dan Kepala BPS NTB, Selasa (16/6).

          Menurut Gita, merujuk laporan BPS NTB terkait perkembangan ekonomi masyarakat NTB ditengah pandemi Covid-19, maka postur ekonomi berupa perdagangan, pariwisata,  dan sektor perindustrian mengalami terjun bebas alias keterpurukan bila dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.

Dimana, realisasi pencapaiannya mengalami minus. Oleh karena itu, pilihan mendorong aktifitas ekonomi beriringan dengan kesehatan akan mulai dijalankan. Apalagi, ancaman pada sektor pertanian, yakni musim kemarau yang akan menganggu ketahanan pangan masyarakat juga sudah ada didepan mata.

“Maknya, sambil menangani kesehatan jika ada temuan kasus positif Covid-19, kebijakan beriringan dengan mulai pelonggaran pembukaan aktifitas masyarakar sesuai saran BPS akan coba kita mulai perlahan-lahan. Tapi syaratnya, protokol kesehatan akan kita jalankan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.  

          Ia menuturkan, program stimulus perekonomian yang dijalankan Pemprov NTB melalui program pembagian JPS Gemilang dengan memberdayakan produk IKM dan UKM, dinilai oleh BPS Provinsi NTB sudah tepat (On the track).

          Sebab, program itu sesuai kajian dan analisa BPS akan bisa menahan laju kehancuran ekonomi lebih dalam lagi di Provinsi NTB. “Jadi, pascaCovid-19 ini sudah saatnya kita akan mulai momentum untuk reborn terhadap seluruh lini kehidupan masyarakat. Insya Allah, pembukaan aktifitas ekonomi perlahan-lahan adalah kunci untuk kita bangkit dari keterpurukan lebih dalam kedepannya. Inilah maksud new normal yang digaungkan oleh Presiden Jokowi, yakni kita berdamai pada pandemi Covid-19 itu,” jelas Gita.

          Khusus di NTB, kata dia, sektor pariwisata akan menjadi fokus utama untuk dilakukan pembukaan bertahap. Sebab, sejumlah distinasi sudah mulai steril dari kuman selama pandemi Covid-19. Salah satunya, kawasan Tiga Gili (Trawangan, Meno dan Air). “Pembukaan distinasi itu tetap juga mengedepankan protokoler Covid-19. Nanti, melengkapi Tiga Gili juga ada Sembalun dan kawasan Gunung Rinjani. Termasuk, juga Museum Negeri milik Pemprov NTB,” tandas Gita Ariadi. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.