Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pemkab Lotim Berlakukan Tiket untuk Nikmati Wisata “Betalet” di Pantai Kerakat

165

Foto Wisata “betalet” Pantai Krakat

SELONG, DS – Menimbun sebagian badan ke dalam pasir pantai, atau dalam bahasa Sasak lebih dikenal dengan istilah ‘betalet’, kini mulai menjadi salah satu wisata andalan di Pantai Kerakat, Desa Pohgading Timur, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur.

Dipercaya, dengan membenamkan sebagian badan ke dalam pasir yang mengandung bijih besi tersebut dapat mengobati berbagai penyakit. Tak heran banyak masyarakat yang beramai-ramai mendatangi pantai ini untuk berwisata sekaligus berobat.

Letaknya yang berada di sebelah timur pulau Lombok, menjadikan pantai Kerakat sebagai lokasi yang tepat untuk menikmati suasana matahari terbit atau sunrise.

Menilik potensi ini, Pemkab Lombok Timur telah mengalokasikan tak kurang dari Rp. 2 miliar untuk pengembangan destinasi wisata baru ini.

“Untuk pengembangannya itu memakai DAK (Dana Alokasi Khusus). Sekitar Rp. 2 miliar masuk ke sana,” ucap Kepala Dinas Pariwisata, Mugni.

Selama ini tidak diberlakukan biaya retribusi untuk berwisata ke pantai Kerakat. Namun, mulai 01 Oktober mendatang, Pemkab Lombok Timur akan memberlakukan tiketing bagi pengunjung.

Meskipun tidak besar, penarikan retribusi ini diharapakan akan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Serta meningkatkan pendapatan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan desa.

“Sejak tanggal 01 Oktober, sudah mulai diterapkan peraturan daerah tentang retribusi bagi masyarakat yang berkunjung ke sana. Hanya Rp. 5000. Nanti yang akan mengelola Pokdarwis bersama desa termasuk untuk parkiran,” terang Mugni.

Dengan presentase pembagian, 60% masuk sebagai PAD. Sedangkan 40% sisanya diberikan kepada Pokdarwis Pondok Kerakat, dan Pemerintah Desa Pohgading Timur. Dari besaran 40% tersebut, akan dibagi antara Pokdawis, dengan Pemerintah Desa. 30% akan menjadi milik pokdarwis, dan 10% akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes).

Keputusan pemberlakuan tiket masuk bagi pengunjung Pantai Kerakat, telah disosialisasikan kepada Pokdarwis Pondok Kerakat. Serta telah dilayangkan permakluman kepada Pemerintah Desa Pohgading Timur.

“Tetapi sebelum itu, kita sudah hubungi pokdarwis sekaligus sebagai sosialisasi,” kata Samsul Hakim, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Dispar Lotim.

Sebelumnya, untuk pengunjung Pantai Kerakat tidak diberlakukan tiket masuk. Praktis, Pemkab Lombok Timur hanya mendapatkan pemasukan dari sewa lapak yang telah dibangun pada lokasi tersebut.

“Yang kita ambil dari sana adalah sewa lapak. Itu yang masuk ke Pemda. Sebesar Rp. 400 ribu perlapak petahun,” tutur Samsul.

Sebanyak 15 lokal lapak tersedia di Pantai Kerakat, yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan usaha bagi masyarakat setempat. Dengan memenuhi kebutuhan makanan dan minuman bagi pengunjung. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.