Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pemkab Lotim Ajukan Pinjaman untuk Infrastruktur

29
M.Azlan

SELONG, DS – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mendapatkan pinjaman dari Bank NTB sebesar Rp 112 milyar. “Pinjaman dari Bank NTB, ini masih dalam proses. Itu besarnya Rp 112 milyar. Yang Rp. 100 milyar akan dipergunakan untuk infrastruktur,” terang Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP), Lombok Timur, Muhammad Azlan, Rabu (08/07/2020).

Selain dari Bank NTB, Pemkab Lombok Timur juga berencana untuk mengajukan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Yang merupakan perusahaan pembiayaan khusus infrastruktur bentukan Kementerian Keuangan.

Langkah peminjaman ini diambil sebagai upaya menjaga pembangunan di Lombok Timur. Agar tetap dapat berjalan ditengah terpotongnya gelontoran anggaran dari Pemerintah Pusat, yang dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Selain itu upaya peminjaman Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 21,4 milyar juga kembali digelontorkan Pemerintah Pusat. Dana tersebut akan dimanfaatkan Pemkab untuk pembangunan infrastruktur, sarana perhubungan, pariwisata, dan ketersediaan air minum.

“Kita bersyukur juga di tahun 2020 ini, berdasarkan Perpres nomer 72, kita mendapat DAK sebesar Rp 21,4 milyar. Teridiri dari DAK Afirmasi, dan DAK Penugasan,” jelas Azlan.

Namun dari besaran DAK tersebut, tidak ada untuk pembangunan jembatan dari Gili Re ke Gili Beleq, di Desa Pare Mas, Kecamatan Jerowaru. Azlan hanya mengandaikan skema pembiayaan untuk pembangunan jembatan yang dijanjikan Bupati tersebut, mungkin berasal dari dana pinjaman dari dua sumber yang disebutkannya.

“Gak ada. Tetapi, mungkin kalau di prioritaskan tahun ini, ada skema pemerintah akan melakukan pinjaman melalui Bank NTB,” jawabnya, saat ditanya terkait adakah anggaran dari DAK 2020 yang diperuntukkan merealisasikan jembatan penghubung Gili Re dan Gili Beleq. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.