Senin , 22 April 2019
Home / Pemerintah / Wapres JK Akui Puas Pembangunan RTG Alami Kemajuan
Wapres Jusuf Kalla saat berdialog dengan perwakilan warga dan Kades Teratak saat kunjungannya ke wilayah terdampak gempa di dusun Montong Dao, desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Loteng

Wapres JK Akui Puas Pembangunan RTG Alami Kemajuan

LOTENG, DS – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengunjungi korban terdampak gempa di dusun Montong Dao, desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (6/4). Wapres yang dalam kunjungan kerjanya didampingi Gubernur Zulkieflimansyah berkeliling meninjau progres rehab dan rekonstruksi berupa pembangunan rumah tahan gempa yang kini masih berjalan di wilayah setempat.

Dalam pantauannya, Wapres mengaku puas terkait perkembangan pembangunan rumah tahan gempa (RTG) di wilayah setempat. Apalagi, di lapangan, secara fisik hampir seluruh bangunan sudah dalam tahap selesai. Hanya saja ada beberapa yang masih harus dikerjakan kembali seperti misalnya pengecatan, hingga pemasangan atap, dan keramik.

“Alhamdulillah, di wilayah sini progres percepatan rehab dan rekon pasca gempanya mengalami kemanjuan signifikan. Jujur saya puas, paling tidak minimal tiga minggu kedepan kekurangan yang belum selesai akan bisa cepat tertangani,” ungkap JK.

Dalam dialognya dengan warga yang telah lama menunggu kedatangannya itu.Wapres mengatakan, pemerintah sangat memperhatikan apa yang terjadi kepada masyarakat. Termasuk, adanya bencana gempa yang menimpa warga di Pulau Lombok dan Sumbawa.

“Karena itu kita pemerintah akan selalu membantu apabila ada musibah, tentu kita berdoa janga sampai ada musibah tapi kalau terjadi maka pemerintah, baik pusat, daerah, TNK, PU dan sebagiannya dan relawan-relawan itu selalu siap sedia untuk mmebantu masyarakat,” ujar Jusuf Kalla.

Pemerintah akan selalu membantu apabila ada peristiwa, seperti bencana alam gempa bumi menimpa masyarakat di NTB. “Tentunya, kita berharap tidak ada peristiwa, tapi kalau terjadi maka pemerintah baik pusat daerah kabupaten, PU, relawan-relawan itu siap sedia untuk membantu masyarakat,” kata Wapres.

JK meminta agar masyarakat di NTB turut membantu dan mendoakan semua yang bekerja, baik tentara, gubernur, bupati dan relawan agar semua berjalan lancar. “Apa yang diberikan untuk disyukuri dipelihara dengan baik dan doakan semua yang bantu. Insya Allah selesai semua pada waktunya,” ucap Kalla.

Data Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman Berbasis Komunitas (Rekompak) Kementerian PUPR menyebut 1.379 kepala keluarga (KK) terdampak gempa di delapan desa di Kecamatan Batukliang Utara.

Di desa Teratak merupakan wilayah dengan jumlah warga terdampak terparah dengan jumlah 801 KK. Per Sabtu (6/4), jumlah rumah yang sudah terbangun di Desa Teratak sebanyak 105 rumah yang terdiri atas 45 Risha dan 60 Riko. Sementara rumah yang sedang dalam proses pembangunan ialah 20 Risha, 259 Riko, dan 16 Risba.

Sebagai gambaran, dampak gempa yang melanda NTB pada akhir Juli hingga Agustus 2018 mengakibatkan 216 ribu rumah penduduk rusak, dengan rincian 75 ribu rumah rusak berat, 33 ribu rumah rusak sedang, dan 108.306 rumah rusak ringan.

Tujuh dari sepuluh kabupaten di NTB terdampak gempa, meliputi Kota Mataram, KLU, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat di Pulau Lombok; serta Kabupaten Sumbawa Barat dan Sumbawa di Pulau Sumbawa.

Dalam rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah memberikan bantuan stimulan untuk warga terdampak gempa dengan nominal Rp 50 juta untuk rumah rusak berat, Rp 25 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp 10 juta untuk rumah rusak ringan.

“Ini tentu apa yang diberikan agar dipelihara dengan baik. Disyukuri, dipelihara degan baik, dan tentu didoakan kepada semua yang membantu ya, itu semuanya insya Allah, akan selesai semua pada waktunya. bagus sekali,” jelas Wapres kepada seluruh masyarakat terdampak gempa di wilayah setempat.

Merujuk, data BPBD NTB hingga Jumat (5/4), jumlah total rumah yang selesai dibangun sebanyak 15.241 unit. Terdiri dari rumah kategori rusak berat 3.831 unit, rumah kategori rusak sedang 2.417 unit dan rumah kategori rusak ringan 8.993 unit. Rumah dalam pengerjaan 50.623 unit terdiri dari rumah kategori rusak berat 15.678 unit, rumah kategori rusak sedang 9.613 unit dan rumah kategori rusak ringan 25.332 unit. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Gubernur NTB : Jangan karena Target Jagung Kita Rambah Hutan

SUMBAWA,DS-Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi jajaran Kepala OPD lingkup Provinsi NTB dan OPD lingkup …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *