Jumat , 21 Februari 2020
Home / Pemerintah / Tak Main-main, Sekda NTB Dipilih Presiden Jokowi
Gubernur NTB Zulkieflimansyah saat mengambil sumpah Sekda NTB HL. Gita Aryadi

Tak Main-main, Sekda NTB Dipilih Presiden Jokowi

MATARAM, DS – Gubernur NTB Zulkieflimansyah resmi melantik mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu NTB, HL. Gita Aryadi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB.

Bang Zul sapaan akrabnya mengatakan terpilihnya Gita menjadi Sekda sebelumnya melewati berbagai proses seleksi. Proses tersebut dilakukan secara terbuka dan kompetitif.

Selain mempertimbangkan hasil seleksi, proses ini juga dilakukan dengan melihat rekam jejak calon sekda. Meski demikian, finalisasi akhirnya melalui Tim Penilai Akhir (TPA) baik dari Kemendagri maupun Sekretariat Kabinet.

“Tapi, yang jelas ujungnya itu adalah di pak Presiden yang menentukan pilihannya. Dan itu, enggak main-main dibahas dengan komprehensif,” ujar Zul menjawab wartawan usai melantik di Gedung Sangkareang, Komplek Kantor Gubernur NTB, Kamis (19/12).

Gubernur mengaku, tiga orang yang diajukannya ke Kemendagri merujuk hasil Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya, merupakan figur-figur hebat dan memiliki kompetensi yang sama. Bahkan, sebelumnya lima orang pejabat yang juga mengikuti proses seleksi calon Sekda NTB, juga adalah pejabat terbaik di lingkup Pemprov NTB.

Namun, kata Zul, lantaran pejabat eselon satu di lingkup Pemprov di Indonesia, ada kepentingan dari pemerintah pusat. Makanya, penilaiannya akhirnya dilakukan melalui TPA. Sebab, ia sempat berbicara dengan para Menteri Kabinet Indonesia Maju. Termasuk berbicara dengan Presiden Jokowi, yang menjelaskan jika proses penilaian calon sekda definitif dari NTB merupakan salah satu daerah yang paling sulit.

“Jadi, terpilihnya, pak Gita, itu takdir. Saya sudah mengkonfirmasi langsung ke pak Presiden dan para menterinya, semuanya menjawab masih dilakukan pengkajian secara komprehensif. Sehingga, susah diputuskan dan perlu waktu memilih ketiga figur yang diusulkan sebagai calon sekda NTB itu,” jelas Gubernur.

Terkait adanya kabar jika terpilihnya Lalu Gita Aryadi lantaran adanya surat rekomendasi PBNU yang ditandatangani oleh Ketua Umum PBNU Prof KH Said Agil Siradj yang sebelumnya marak beredar, menurut Zul, rekomendasi dukungan PBNU pada Gita Aryadi belum bisa dipastikan kebenarannya. Namun hal tersebut bisa juga menjadi pertimbangan untuk dibahas secara komprehensif oleh Tim Penilai Akhir (TPA).

“Silahkan siapapun boleh menafsirkan macam-macam, namun itu belum tentu benar. Tapi, kalau mau pasti, ya tiga orang yang kita usulkan ke Kemendagri sebagai calon Sekda NTB adalah orangnya Gubernur juga Wagub NTB,” tegas Gubernur.

Ia berharap kontestasi pemilihan Sekda NTB yang akhir-akhir ini marak disuarakan semua kalangan agar mulai dihentikan. Mengingat, jika terus hal itu disuarakan, maka bisa menjadi sinyal dan alarm, manakala masyarakat dan kaum elit di NTB melupakan sesuatu yang besar.

“Marilah kita mulai kurangi tradisi kayak gitu, sudahi riuh rendah peristiwa politik mulai hari ini. Ingat, siapapun yang jadi pemimpin publik, itu adalah cara dia berekespresi pada masyarakat dan untuk kembali lagi mengabdi pada masyarakat. Sekali lagi selamat untuk Mik Gita dan selamat bekerja,” tandas Zulkieflimansyah.

Sementara Sekda NTB HL Gita Aryadi mengatakan, jika tantangan NTB kedepan cukup berat dari sisi perekonomian, lantaran fiskal NTB masuk katagori rendah. Oleh karena itu, ia bertekad akan melanjutkan road map perekonomian NTB pada era tahun 2022-2023 menjadi tahun kebangkitan ekonomi NTB.

Mengingat, pada tahun 2020 saat ini, investasi yang masuk ke NTB sudah berada pada jalur yang tepat. “Marilah kedepan itu kita bekerja keras untuk mengatasi tantangan sosial dan ekonomi NTB untuk menatap kemajuan dan kebangkitan ekonomi. Insya Allah, saya akan perbanyak dialog dengan berbagai pihak, termasuk bagaimana kita menyudahi kontestasi politik ini dengan fokus pada agenda besar yang sudah ada di depan mata kita bersama,” tegas Gita.

Ia menargetkan, di akhir perkhidmatan Gubernur Zulkieflimansyah dan Wagub Sitti Rohmi Djalilah pada tahun 2023, provinsi NTB akan masuk pada era keemasannya. Hal itu menyusul, pihak ITDC sudah mulai menghasilkan banyak kamar-kamar baru, atraksi budaya semakin masive dilakukan, pariwisata berkembang baik, pabrik Smelter di KSB sudah beroperasi. Termasuk, sejumlah investasi-investasi lainnya juga sudah mulai bisa direalisasikan.

“Saya enggak akan mau umbar sesuatu dulu sebelum berbuat. Insya Allah, tugas spesial pada saya sebagai warga kelahiran Lombok Tengah guna bagaimana meredam situasi perubahan nama bandara dari Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid (Bizam) juga akan saya selami apa letak persoalannya. Sehingga ada solusi terbaik bagi rakyat NTB,” ujar Gita Aryadi. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Wapres bersama Gubernur NTB Tinjau RTG di Dusun Gontoran Barat

MATARAM,DS – Usai memberikan kuliah umum di Universitas Mataram (Unram) Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: