Selasa , 18 Juni 2019
Home / Pemerintah / Sebut Iswandi Punya Kompetensi Keuangan Alasan Gubernur Lantik Penjabat Sekda NTB
Gubernur Zulkieflimansyah saat melantik dan mengambil sumpah Penjabat Sekda NTB di RRU komplek kantor gubernur NTB

Sebut Iswandi Punya Kompetensi Keuangan Alasan Gubernur Lantik Penjabat Sekda NTB

MATARAM, DS – Gubernur Zulkieflimansyah resmi melantik H. Iswandi Ibrahim sebagai Penjabat Sekda NTB menggantikan mantan Sekda Dr. Rosidy Sayuthi yang kembali sebagai tenaga pendidik di Universitas Mataram (Unram).

Pelantikan/pengambilan sumpah jabatan Penjabat Sekda NTB dilakukan Gubernur Zulkieflimanyah di ruang rapat utama (RRU) kantor gubernur NTB disaksikan seluruh kepala OPD lingkup pemprov dan Forkopinda setempat.

Zul mengatakan, dipilihnya Iswandi sebagai Penjabat Sekda NTB setelah sebelumnya menunjuk satu orang pejabat pemprov NTB, yakni Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda NTB, lantaran masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan terkait kelanjutan pemasukan dan keuangan daerah yang saat ini mengalami persoalan.

“Selain saya kenal lama dengan pak Iswandi, dia juga punya kompetensi dibidang keuangan. Jadi, pilihan pada pak Iswandi saya rasa sangat tepat dan paslah jika dia yang kita pilih untuk memegang jabatan Penjabat Sekda, karena kita memang butuh kesinambungan pemerintahan yang tetap berjalan tanpa ada gonjang-ganjing didalamnya,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

Zul mengatakan penunjukan Iswandi yang nota benanya adalah Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) provinsi NTB sebagai Penjabat Sekda, bukanlah hal yang baru. Menurut dia, Sekda selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov memang butuh adanya penyegaran.

“Semoga dengan dilantiknya pak Iswandi jangan malah membuatnya terlena dan berubah. Karena biasanya, kadang ada banyak orang yang berubah karena jabatan dan juga cara jalannya juga ikut-ikutan berubah,” kata Gubernur berpesan pada Penjabat Sekda itu.

Berbagi Tugas dengan Wagub
Dalam kesempatan itu, Zul menyatakan antara dirinya dan Wagub Sitti Rohmi Djalilah telah ada kesepakatan adanya pembagian tugas dan peran masing-masing terkait pemerintahan di lingkup Pemprov NTB.

Menurut Zul, tugas Wagub adalah fokus memperbaiki internal birokrasi dibantu langsung oleh penjabat Sekda Iswandi. Sementara, dirinya akan fokus bolak-balik ke Jakarta untuk melakukan lobi anggaran dan program dengan pihak Kementerian dan Dirjen sehingga ada kegiatan yang berasal dari Pemerintah Pusat bisa masuk ke Wilayah NTB.

Meski demikian, pembagian peran pada Wagub dan Penjabat Sekda tersebut tetap harus ada laporan yang dilakukan secara berkala padanya.

“Saya kan sudah 15 tahun tinggal di Jakarta. Jadi, hampir semua Menteri dan Dirjennya adalah kawan baik saya, maka sangat sayang jika kita disini ngurus tanda tangan yang beda. Padahal, di Jakarta itu banyak hal-hal besar yang bisa kita perbuat untuk masyarakat NTB dengan cara memperbanyak silaturahmi menemui mereka,” tegas Gubernur. “Sekali lagi, jangan sampai peluang yang besar dengan relasi yang kita punya akan terlewatkan, gara-gara saya terus ribut ngurus hal-hal kecil. Diantaranya, tanda tangan surat yang beda dengan perihalnya. Jadinya, kapan kita bisa terbang jika tanda tangan surat dan persoalan administrasi yang tidak subtanstif terus saya kerjakan,” jelasnya.

Gubernur menuturkan, selama beberapa bulan menjabat di NTB, dirinya disibukkan pada hal-hal yang tidak sesuai dengan pekerjaan utamanya. Misalnya, adanya surat yang beredar terkait permintaan oknum yang mengatasnamakan anak Gubernur menghendaki menyeberang gratis ke Poto Tano-Kayangan.

Zul mengakui, sangat terganggu terkait beredarnya surat-surat yang viral di media sosial tersebut. Padahal, di era saat ini sangat mudah dan gampangnya seseorang melakukan praktik-praktik merubah tanda tangan apalagi sekadar permintaan nyeberang gratis dengan menggunakan kop surat resmi OPD yang bersangkutan.

“Mudah-mudahan pak Sekda dan timnya bisa menyelesaikan masalah internal. Sehingga dengan kita punya jaringan dan koneksi serta pengalaman yang ada selama ini bisa maksimal kita lakukan akselarasi program melalui dana APBN di Jakarta. Bahkan, kepala dinas juga bila perlu kita minta agar kegiatannya juga banyak dibiyai APBN, sehingga tidak melulu memakai dana APBD saja. Pokoknya, kedepan itu, tugas saya dan kepala OPD pemprov NTB harus banyak menjemput bola kesana (Jakarta, red),” tandas Zulkieflimansyah. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Gubernur Persilahkan Pansus Ranperda Bongkar Kartel Jahat Proyek Jalan NTB

MATARAM, DS – Panitia khusus (Pansus) DPRD Provinsi NTB telah menolak salah satu Rancangan peraturan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: