Minggu , 22 September 2019
Home / Pemerintah / Nama Selly Tak Disebutkan di Sejarah Kepemimpinan Mataram
Wali Kota Ahyar Abduh saat menjadi Irup Hut Kota Mataram

Nama Selly Tak Disebutkan di Sejarah Kepemimpinan Mataram

MATARAM, DS – Ada yang berbeda pada saat upacara bendera peringatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-26 Kota Mataram di Lapangan Sangkareang, Mataram, Sabtu (31/8). Pasalnya, nama penjabat Wali Kota Mataram Hj. Putu Selly Andayani, tidak disebutkan oleh pembawa acara sebagai salah satu pemimpin yang pernah menjabat di ibukota Provinsi NTB tersebut.

Padahal, pelaksana tugas (Plt) wali kota Mataram yang di SK-kan oleh Gubernur Serinata kala itu, H. Rifai, disebutkan oleh pembaca acara. Akibat tidak disebutkannya nama Selly selaku penjabat wali kota yang di SK-kan oleh Mendagri itu, kontan para tamu undangan yang menghadiri kegiatan tersebut bertanya-tanya.

“Ada apakah gerangan, kok bisa nama ibu Selly yang pernah menjabat sebagai penjabat wali kota enggak disebutkan sebagai orang yang pernah memimpin di Mataram,” kata salah satu pejabat teras di lingkup Pemkot Mataram yang enggan namanya dikorankan.

Hal yang sama juga dilontarkan Ketua Bawaslu Mataram, Hasan Basri. Menurut dia, jika merujuk sejarah daftar para pemimpin di Mataram, mulai wali kota pertama, HL. Mujitahid, selanjutnya Lalu Masud, H. Muhamad Ruslan, plt H. Rifai, Ahyar Abduh dan seharusnya Hj. Putu Selly Andayani jika merujuk sejarah singkat Kota Mataram.

“Setahu saya, sebelum kedua kali pak Ahyar menjadi wali kota, kan ibu Selly sempat menjabat sebagai penjabat Walikota Mataram. Tapi, saya tidak tahu apa pertimbangan tidak disebutkan nama ibu Selly itu,” ujar Hasan.

“Yang pasti, tadi itu banyak tamu undangan juga bertanya-tanya, kenapa pembaca acara tidak menyebutkan nama ibu Selly,” sambungnya.

Sementara itu, saat membacakan sambutan Gubernur NTB Zulkieflimansyah. Wali kota Ahyar Abduh menyatakan, pada usia ke-26 tahun, maka api pembangunan di Kota Mataram harus terus dinyalakan menjadi lebih gemilang serta lebih baik, demi cahaya kesejahteraan serta kemakmuran masyarakat setempat yang terus berkilau.

“Untuk itu, tugas pemerintah daerah beserta seluruh pemangku amanah pembangunan Kota Mataram dituntut untuk terus menjaga kebersamaan, bekerja keras, berikhtiar cerdas, bersungguh-sungguh, dan merawat sikap konsisten dalam pencapaian target-target pembangunan,” ungkap Ahyar.

Menurut dia, perkembangan pembangunan Kota Mataram dari waktu ke waktu terus mengalami kemajuan. Berbagai capaian penting selama kurun waktu terbentuknya Kota Mataram sampai dengan saat ini, kiranya cukup untuk menggambarkan seberapa besar potensi dan kondisi daerah itu.

Berbagai penghargaan pembangunan yang telah diraih, katanya, tentu menjadi suatu capaian yang akan diukir sejarah. Namun, katanya, hal yang pasti, hasil pembangunan yang paling bernilai semenjak diikhtiarkannya Kota Mataram 26 tahun silam adalah pembangunan senantiasa dihajatkan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Kota Mataram.

“Semoga di usia yang terbilang cukup matang ini, Kota Mataram akan semakin lebih memacu diri untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya,” ujar Zul dalam sambutan tertulisnya.

Gubernur menyatakan, banyak mimpi besar yang mungkin bisa diwujudkan bersama. Yakni, pada tahun 2021, provinsi NTB akan menjadi tuan rumah gelaran MotoGP yang merupakan salah satu ajang olahraga paling bergengsi di dunia, yang diperkirakan menghimpun ratusan ribu pengunjung ke NTB.

Selain itu, kata dia, akan mewujudkan pembangunan “smelter” dengan banyak industri turunannya, ada rencana membangun global hub yang akan menjadi salah satu terobosan besar dalam sejarah kelautan.

“Semua itu, hanya sebagian dari daftar pekerjaan rumah yang perlu tuntaskan bersama. Untuk menyongsongnya, perlu membangun jalan-jalan baru, hotel-hotel baru, menambah kapasitas bandara, dermaga, dan sarana-sarana lainnya,” tandas Gubernur. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Catatan 1 Tahun Pemerintahan Zul-Rohmi (2) Industrialisasi, Meretas Kebuntuan Kreativitas

Ketika musim panen tiba, Zulkarnaen kembali tersentak. Tumpukan nenas berdesakkan di dalam karung, menggunung bak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: