Senin , 19 Agustus 2019
Home / Pemerintah / Kabupaten dan Kota Berlomba-lomba Berinovasi Layanan Adminduk (1), Di KLU Saking Banyaknya Inovasi, Bakso Urat sampai “Belum Laku”
Kadis Dukcapil Lotim Sateriadi ketika memaparkan program inovasinya

Kabupaten dan Kota Berlomba-lomba Berinovasi Layanan Adminduk (1), Di KLU Saking Banyaknya Inovasi, Bakso Urat sampai “Belum Laku”

MATARAM,DS-Kabupaten dan kota di NTB berlomba-lomba melakukan inovasi di bidang pelayanan administrasi kependudukan. Dengan berbagai istilah, mereka menggeber kelebihan inovasi yang dilakukan dalam Gelar Inovasi Adminduk dan konsolidasi Forum Dukcapil untuk Pencapaian Target Adminduk 2019 NTB, di Hotel Lombok Raya, Rabu (24/7), yang digelar Kompak.

Dinas Dukcapil KLU misalnya, memaparkan jurus andalan Jaring Pekat lewat jalur pendidikan, kesehatan dan desa. Inovasi yang dimulai Juni 2016 berhasil menuntaskan ribuan anak tanpa dokumen akta kelahiran. Jika semula hanya 60 persen anak yang memiliki akta kelahiran, “kini cakupan sudah mencapai 90.72 persen dari 83 ribu lebih anak,” kata Sekretaris Dukcapil KLU, Trisnahadi, di hadapan sejumlah Kadis Dukcapil se NTB.

Selain Jaring Pekat, ada juga inovasi Jempolan Plus (Jemput bola kumpulkan berkas dan hasil diantar). Pihaknya tidak cuma menunggu di kantor melainkan langsung terjun ke desa, sekolah dan ponpes. Hal yang menggembirakan, kini Dukcapil bisa melakukan cetak langsung di tempat seperti KK, KIA dan akta kelahiran.

Ada juga jurus Penalti (Penerbitan akta tigapuluh menit jadi). Hal ini dilakukan di RSU KLU dengan penekanan persyaratan yang dibutuhkan lengkap. Inovasi lain berupa three ini one, Paten Plus di kecamatan yang terintegrasi dengan pelayanan adminduk dengan penempatan dua petugas di masing-masing kecamatan.

Saking banyaknya inovasi KLU, ada program Bakso Urat (Buat akta kelahiran secara online) yang baru digeber untuk masyarakat. Karena banyaknya program-program itu. “Alhamdulillah sampai kini belum ada warga yang mengakses Bakso Urat,” cetus Trisnahadi seraya membanggakan Program Jaring Pekat yang sudah menjadi program nasional.

Kadis Dukcapil Kabupaten Bima yang menerima kesepatan serupa untuk tampil di tengah panggung tidak kalah dengan inovasinya. Sebutlah inovasi Mesra (melayani masyarakat sampai serambi). Terdapat juga program Papa untuk Mama (pelayanan sampai tempat tidur). Jangan berpikir mesum dulu, karena hal ini ditujukan jika ada warga disabilitas karena mereka hanya bisa terbaring di tempat tidur.

“Jika menemukan hal ini isi dompet pun dikasih,” kata Kadis Dukcapil Kabupaten Bima, Drs.Salahidin.
Dengan kehadiran Dukcapil bahkan hingga jauh ke tempat tidur mereka, mereka merasa kehadiran negara ada. “Walau harus lewat gunung dan laut hingga 5 jam (perjalanan) Dukcapil melayani memastikan hak sipil dengan memberi dokumen adminduk,” ujarnya.

Pihaknya juga bekerjasama dengan Dikpora terutama di SMA serta dengan Dinas Kesehatan. “Jika ada bidan desa ada layanan lewat WA. Ini agar segera terbit NIK. Dipastikan masyarakat Kabupaten Bima hak sipilnya tercapai,” katanya.

Sementara itu Kadis Dukcapil Lotim, Sateriadi, memaparkan Inovasi Bakso dikolaborasi dengan system informasi desa (SID) serta Bakvia khusus di jalur kesehatan). Pun ada pelayanan tanpa permohonan.

“Kami memberikan desa data kependudukan agar berbagai problem teratasi sekaligus desa memberikan updating dan sinkronisasi data ke Dukcapil,” katanya. Pihaknya juga sedang berkolaborasi dengan BPBD agar desa terbantu menangani warga yang terkena gempa serta berkolaborasi dengan mahasiswa KKN. “Kita hadirlan Negara ke tengah masyarakat. Desa bisa mengecek warga yang belum punya dokumen. Bisa lewat jalur UPT dalam menyelesaikan dokumen,” ujar Sateriadi.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

PERINGATAN DETIK-DETIK PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI DI NTB BERLANGSUNG KHIDMAT

MATARAM,DS-Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia Tingkat Provinsi NTB berlangsung lancar dan penuh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: